ADHI Signs Of Slowdown

1Sept14-ADHI

ADHI saat ini sedang berkonsolidasi dengan kecenderungan melemah. Terdapat 2 support yang saat ini menahan penurunan ADHI, yaitu support area konsolidasinya di level 3025 dan support MA 50. Indikator teknikal yang masih cenderung negatif, dimana Stochastic yang berkonsolidasi di over sold area, sedangkan MACD yang masih cenderung bergerak turun, mengindikasikan kecenderungan saham ini untuk melambat. Jika ADHI turun menembus support 3025, maka akan menuju gap bawah 2910-2930 sebagai minor targetnya, sebelum melanjutkan koreksinya menuju target selanjutnya di level 2775.

Rekomendasi: Sell On Strength jika turun menembus 3025.

Disclaimer ON

Trend Naik Jangka Pendek IHSG Telah Patah, What Next??

Akhir pekan kemaren, IHSG ditutup turun 47,616 poin (-0,92%) ke level 5.136,863, dengan pemodal asing mencatatkan net sell secara keseluruhan sebesar Rp. 749 miliar. Pelemahan IHSG terjadi karena banyak saham blue chips yang ditekan turun cukup dalam pada saat masa pre closing, akibat adanya rebalancing MSCI index. Selama sepekan kemaren IHSG tercatat mengalami penurunan sebesar -1,19%, karena lebih banyak dipengaruhi isu seputar kenaikan harga BBM bersubsidi. Namun sepanjang bulan Agustus IHSG masih mampu mencatatkan kenaikan sebesar +0,94%.

Sementara itu dari AS, Wall Street ditutup dengan penguatan tipis pada akhir pekan kemaren. Apiknya data ekonomi AS, berhasil meredam kecemasan terhadap kondisi geopolitik internasional. Dow Jones bertambah 18,88 poin (+0,11%) ke level 17.098,45, S&P 500 naik 6,63 poin (+0,33%) berakhir pada 2.003,37, dan Nasdaq menguat 22,58 poin (+0,50%) ke level 4.580,27. Dengan kenaikan tersebut, maka sepanjang pekan lalu Dow Jones tercatat mengalami kenaikan sebesar +0,57%, S&P 500 bertambah +0,75% dan Nasdaq menguat +0,92%. Continue reading

By Request CTRP : Still On Consolidation

28Agustus14-CTRP

CTRP masih berkonsolidasi dalam range trading 740-810. Jika CTRP mampu menembus ke atas area konsolidasinya, terbuka peluang bagi saham ini untuk menguat menuju target di 880, dengan minor target di area gap 840-860. Namun sebaliknya jika turun menembus ke bawah area konsolidasinya, maka CTRP berpotensi melemah ke area 675-685. Indikator teknikal Stochastic dan MACD walaupun masih bergerak turun, namun mulai terbatas dan berpotensi berbalik arah.

Rekomendasi: Trading buy di 745-755, dengan target profit di 805-815. Stoploss jika close dibawah 740.

Disclaimer ON

SMCB Menguji Support, Sell Jika Break Low

26Agustus14-SMCB

SMCB saat ini sedang tertekan dan menguji support up trend line. Jika support tersebut di break low, maka SMCB berpotensi menguji support kuatnya di 2840. Nantinya jika support ini gagal menahan penurunan saham ini, maka SMCB berpotensi melemah menuju 2635 dengan minor target di 2750. Indikator teknikal Stochastic dan MACD yang bergerak turun, mengindikasikan kecenderungan saham ini untuk bergerak negatif.

Rekomendasi: Hindari dulu. Strong sell jika tembus kebawah 2840.

Disclaimer ON

INTP Berpeluang Untuk Melemah

26Agustus14-INTP

INTP kembali turun dan berpeluang menguji supportnya lagi di 24.000. Indikator teknikal Stochastic dan MACD yang kembali death cross, mengindikasikan kecenderungan saham ini untuk bergerak negatif. Jika gagal bertahan di 24.000, maka INTP berpotensi untuk melemah menuju 23.500 hingga level 22.350 jika tekanan jual berlanjut.

Rekomendasi: Strong sell jika turun menembus kebawah 24.000.

Disclaimer ON

 

Signs Of Slowdown For ASRI

25Agustus14-ASRI

ASRI masih berkonsolidasi di kisaran 510-560. Indikator teknikal yang bergerak negatif, dimana Stochastic dan MACD yang bergerak turun, mengindikasikan kecenderungan saham ini untuk bergerak negatif. Jika turun menembus support area konsolidasinya di 510, maka ASRI berpotensi melemah menuju target di 460, dengan minor target di 490.

Rekomendasi: Hindari dulu atau trading sell jika break low 510. Buyback level di area target penurunannya.

Disclaimer ON

Berakhir Sudah Seluruh Proses Pilpres, What Next For IHSG?

Pasca putusan MK soal Pilpres 2014 yang menolak seluruh gugatan pasangan Prabowo-Hatta, IHSG terkena aksi profit taking dengan ditutup turun tipis 7,240 poin (-0,14%) ke level 5.198,896. IHSG gagal menyentuh rekor intraday tertingginya sepanjang masa yang pernah dicapai pada 21 Mei 2013 di level 5.251,296, gara-gara aksi ambil untung tersebut. Akan tetapi dalam sepekan, IHSG berhasil menguat sebesar +0,97% mengapresiasi hasil positif dari putusan MK dan penguatan yang terjadi pada mayoritas Bursa Global dan Regional.

Dari pasar AS, Wall Street ditutup mixed pada akhir pekan kemaren, dengan sebagian besar saham berakhir di zona merah akibat meningkatnya kembali ketegangan di Ukraina, setelah muncul kabar bahwa Rusia kembali mengerahkan pasukan di dekat perbatasan dengan Ukraina. Disamping itu market menyikapi komentar Janet Yellen, yang menyatakan bahwa perekonomian AS telah menyerap banyak tenaga kerja dan laju inflasi yang stabil, sehingga peluang percepatan kenaikan Fed Rate tetap terbuka dan hal ini dilihat sebagai kekecewaan oleh beberapa pelaku pasar. Dow Jones ditutup turun 38.27 poin (-0.22%) ke level 17,001.22, S&P 500 melemah 3,97 poin (-0,20%) ke level 1.988,4, dan Nasdaq berhasil menguat 6,45 poin (+0,14%) ke level 4.358,55. Namun sepanjang pekan lalu, Dow Jones berhasil menguat +2,03%, S&P 500 naik +1,7% dan Nasdaq bertambah +1,65% berkat membaiknya data ekonomi AS dan meredanya ketegangan geopolitik. Continue reading