** Pressure On IHSG, What Should To Do??

2013May31-COMPOSITE-800x617

IHSG gagal mencetak rekor harga barunya kembali sehingga mulai membentuk Lower Highs. Dilihat dari penutupannya di level 5.068,627 berarti indeks ditutup dibawah level terendah sebelumnya, yaitu 5072, sehingga mengkonfimasi penurunan karena membentuk Lower Lows. Secara teknikal, mengacu pada Dow Theory ini adalah awal dari pembalikan arah. Bisa dibilang ini sebagai “Warning I”. Namun saya katakan ini masih awal, karena diperlukan beberapa konfirmasi sebelum benar-benar bisa dikatakan valid bahwa trend IHSG mulai turun.

Dilihat dari trendline, IHSG masih berada di atas garis uptrend (warna hitam) jangka menengahnya yang dimulai sejak Desember 2012 lalu, sehingga masih bisa dikatakan aman (karena masih bullish). Support dari uptrend tersebut ada dilevel 5050. Jika IHSG gagal bertahan di atas support tersebut, maka IHSG akan mematahkan uptrend jangka menengahnya, dan ini saya katakan sebagai “Warning II”. Jika dilihat dari indikator teknikal yang bergerak negatif, dimana harga closing IHSG berada dibawah middle bolinger band (MA 20), sedangkan Stochastic dan MACD yang death cross dan cenderung bergerak turun, mengindikasikan kecenderungan indeks untuk turun lebih lanjut. Hal ini diperkuat dengan volume transaksi yang meningkat pada saat terjadi koreksi, sehingga menunjukan besarnya tekanan jual (satu hal lagi yang perlu jadi pertimbangan adalah besarnya net sell pemodal asing sepanjang bulan Mei kemaren). Dari indikator teknikal dan alasan tersebut, maka kecenderungan indeks untuk mempertahankan support trendline jangka menengahnya sepertinya akan sangat berat.

Jika gagal bertahan diatas support trendlinenya, maka IHSG akan menguji support selanjutnya dikisaran 5000-5010 sebagai support kuatnya. Dan nantinya bila indeks sampai gagal bertahan diatas level psikologis 5000 (Warning III), maka indeks berpotensi untuk turun lebih lanjut dengan target penurunan menuju kisaran 4720-4735, dan minor target berada dikisaran 4855-4865.

Dari warning-warning diatas, maka seharusnya kita sudah mulai tahu apa yang akan dilakukan. Sebaiknya kita mulai mengurangi portfolio, maksimal 3 macam saham, agar lebih fokus dan untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk yang dapat terjadi pada market. Memang saya bisa salah, semoga saja… dan IHSG bisa kembali naik. Tapi hanya penutupan diatas level 5210 yang bisa mengakhiri sentimen negatif ini.

Seorang trader adalah seorang trend follower dan salah satu kunci sukses dalam analisa teknikal adalah harus dapat membaca atau mengidentifikasikan arah dari suatu trend. Tetap fokus dan disiplin dengan trading plans dari masing-masing saham yang dipegang, serta gunakan money management yang baik. Jangan sampai ketika terjadi koreksi dan harga2 saham sudah murah kita tidak memiliki modal lagi untuk membeli saham yang lagi SALE… 🙂

Good Luck & GBU ALL.. 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*