IHSG Kembali Tertekan Selama Awal Bulan Juli, What Next??

Sepanjang minggu pertama Bulan Juli, belum terlihat adanya tanda-tanda membaik pada IHSG. Rebound kencang dalam 3 hari menjelang akhir Bulan Juni lalu, ternyata hanyalah sebuah aksi window dressing dalam menutup Semester I-2013, seperti yang diulas sebelumnya di: “IHSG Rebound Kencang Dalam 3 Hari, Apakah Sudah Aman??” . Padahal beberapa Bursa Regional mengawali minggu pertama bulan Juli ini dengan berhasil ditutup menguat. Tercatat Bursa Nikkei Jepang naik +632,65 poin (+4,63%), Hanseng Hongkong menguat tipis +51,38 poin (+0,25%), STI Singapore bertambah +19,29 poin (+0,61%), bahkan Dow Jones juga berhasil menguat sebesar +226,24 poin (+1,52%) sepanjang pekan kemaren.

Diturunkannya Outlook pertumbuhan ekonomi Indonesia dari 6,2% menjadi 5,9% oleh World Bank membuat investor asing kembali membukukan net sell sebesar hampir Rp. 2 Triliun sepanjang pekan kemaren, hingga  membuat IHSG tertekan dan turun tajam sebesar -216,09 poin (-4,48%). Efek negatif dari pasca kenaikan BBM bersubsidi, seperti kekhawatiran akan melambungnya inflasi membuat saham-saham yang rentan berhubungan dengan kenaikan BI Rate, seperti saham sektor perbankan, properti dan konstruksi tertekan turun tajam. Sentimen negatif lainnya seperti pelemahan Rupiah akibat defisit perdagangan eksport-import yang masih besar dan capital outflow yang masih terjadi, menimbulkan masalah baru yaitu turunnya cadangan devisa dibawah US $ 100 M menjadi US $98,1 M dikarenakan BI berusaha keras menahan Rupiah untuk tidak tembus keatas Rp. 10.000,-/USD. Beberapa sentimen negatif inilah yang masih akan membuat IHSG susah untuk bangkit dalam waktu dekat ini.

Secara teknikal, IHSG masih belum bisa dikatakan aman. Merujuk pada Dow Theory, IHSG masih mencetak Lower Highs. Dan selama indeks masih belum mampu closing diatas Lower Highs terakhir yaitu diatas 4.818,895 maka IHSG masih berpotensi turun melanjutkan pelemahannya. Namun jika dilihat dari pergerakan indeks dalam 2 hari terakhir, IHSG terlihat mulai berkonsolidasi disekitar area MA 200 hariannya. Volume transaksi yang cenderung menurun mengindikasikan mulai berkurangnya minat untuk melakukan transaksi pada pelaku pasar. Mereka masih cenderung untuk wait & see serta menunggu perkembangan dan arah pergerakan indeks lebih lanjut untuk mengkonfirmasikan trend yang lebih pasti. Indikator teknikal lainnya juga terlihat bergerak mixed. Stochastic masih bergerak turun, tetapi MACD masih golden cross dan cenderung bergerak sideways menunjukan bahwa indeks masih berkonsolidasi.

2013Jul07-COMPOSITE-800x617

Sebenarnya untuk mengkonfirmasikan pergerakan positifnya, tidak perlu menunggu IHSG untuk closing diatas Lower Highs sebelumnya di level 4.818,895. Cukup dengan menembus keatas resisten trendlinenya di level 4780, maka indeks akan mengkonfirmasikan pembentukan Pola Inverted Head & Shoulder yang merupakan sebuah pola dari bullish reversal. Selama IHSG masih belum mampu menembus resisten dari pola tersebut, maka short term indeks masih cenderung bergerak negatif.

Untuk hari senin besok, IHSG diperkirakan masih akan bergerak mixed, dengan support terdekat di level 4580, dengan support selanjutnya di 4540. Sedangkan untuk level resistennya berada di 4650-4670. Dan untuk pekan depan, pelaku pasar masih mencermati langkah kebijakan apa yang akan diambil oleh BI pada hari kamis terkait kebijakan BI Rate. Trading dengan cara cepat masih disarankan pada kondisi seperti saat ini. Tentu saja dengan memperhatikan trading plans yang telah dibuat. Untuk itu tetap disiplin dengan trading plans dan money management.

Save Trading, Good Luck & GBU Always…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *