Jokowi Effect Membuat IHSG Bergerak Anomali, What Next??

Jelang referendum di Crimea pada hari Minggu 16 Maret 2014, membuat Wall Street tertekan pada penutupan perdagangan akhir pekan kemaren. Dow Jones di tutup melemah 43,22 poin (-0,27%) ke level 16.065,67, S&P 500 turun 5,21 poin (-0,28%) ke level 1.841,13 dan Nasdaq berkurang 15,023 poin (-0,35%) ke level 4.245,396. Ketegangan antara Ukraina-Rusia kembali memanas, setelah pada Jum’at kemaren, Rusia mengirim lebih banyak pasukan dan kendaraan tempur dari Moskow ke Crimea guna mengamankan referendum yang menjadi masa depan Crimea. Dalam sepekan, Dow Jones mengalami penurunan -2,35%, S&P terpangkas -1,97%, dan Nasdaq tekoreksi -2,1%, seiring dengan meningkatnya kecemasan terkait referendum di Crimea pekan ini untuk menentukan apakah akan bergabung dengan Rusia atau tidak.

Senada dengan Wall Street, Bursa-bursa Regional Asia juga mengalami pelemahan sepanjang pekan lalu, dengan Nikkei Jepang merosot -6,2%, Kospi Korsel turun -0,3%, ASX Australia turun -2,4%, Hang Seng Hong Kong turun -4,9%, Shanghai Composite China turun -2,6% dan STI Singapore melemah -2%. Bursa Asia terjatuh setelah data ekonomi China yang dirilis mengecewakan pelaku pasar. Selain itu meningkatnya tensi ketegangan di Ukraina-Rusia, ditengah AS dan Uni Eropa yang mengancam akan memberikan sanksi ekonomi kepada Rusia turut mendorong penurunan mayoritas saham global.

Berbeda dengan Bursa Global, IHSG malah bergerak anomali. Euforia politik akibat ramainya berita pencapresan Jokowi membuat IHSG ditutup melonjak 152,476 poin (+3,23%) ditutup pada level 4.878,643 pada akhir pekan kemaren, dengan investor asing membukukan net buy sekitar Rp 1,6 Triliun di pasar reguler. Sepanjang pekan lalu IHSG berhasil menguat +4,11% dan secara year to date IHSG telah melejit sebesar 14,14% atau tercatat sebagai indeks dengan kenaikan tertinggi di dunia pada saat ini.

Pertanyaannya adalah apakah kenaikan tajam IHSG ini masih dapat berlanjut??

Hhmmm.. Euforia politik atau lebih tepatnya saya sebut Jokowi Effect, telah berhasil membuat IHSG tampil beda. IHSG yang pada Jum’at lalu sempat dinaungi aura negatif hampir sepanjang perdagangan dan sempat terkoreksi -1%, namun tiba-tiba sekitar satu jam sebelum penutupan mulai berbalik arah, hingga akhirnya berhasil ditutup naik +3,22% pada akhir perdagangan. Sebuah pembalikan yang luar biasa, apalagi diikuti oleh aliran inflow dari pemodal asing yang tinggi.

Akan tetapi dari pengalaman saya dipasar modal selama hampir 10 tahun, sebuah kenaikan yang tiba-tiba, terutama akibat euforia, biasanya hanya akan berlangsung sesaat. Vice versa.. sebuah penurunan tajam yang tiba-tiba akibat kepanikan (apakah akibat bom, berita negatif yang datang tiba2, dll) juga akan berlangsung singkat dan akan kembali naik dengan cepat. Kenapa? Karena hal itu hanyalah sebuah euforia… sebuah ekspektasi dan bukan mencerminkan sebuah fundamental atau kondisi riil dari market tersebut.

Pada akhirnya market akan bergerak menyesuaikan diri kepada fundamental yang mencerminkan kondisinya atau kembali ke titik keseimbangannya di level tertentu”

Oleh karena itu, kondisi IHSG saat ini akan lebih rawan mengalami koreksi jangka pendek dan patut untuk diwaspadai. Saya katakan jangka pendek, karena saya juga yakin bahwa pada akhir tahun nanti IHSG dapat menembus level tertinggi sebelumnya yang pernah dicetak di level 5251, terutama jika pemilu nanti berlangsung dengan lancar dan aman, serta Jokowi dapat terpilih sebagai Presiden sesuai dengan apa yang dikehendaki oleh market.

Untuk pekan depan, faktor efek euforia pencalonan Jokowi dan ketegangan tensi Ukraina-Rusia diperkirakan akan menjadi fokus perhatian dari para pelaku pasar. Secara teknikal, short term IHSG sudah mengalami overbought. Hal ini dapat dilihat dari posisi candlenya yang telah keluar setengah body dari upper bolinger band. Indeks telah berhasil menembus resisten pembentukan pola rising wedge. Indikator teknikal bergerak positif, dimana Stochastic dan MACD masih bergerak naik, mengidikasikan bahwa indeks masih bergerak positif. Untuk besok senin, IHSG diperkirakan akan bergerak dengan level support di 4791, sedangkan untuk level resistennya diperkirakan akan berada dikisaran 4921-4947.

16Mar14-IHSGUntuk mengetahui saham2 apa saja yang berpotensi memberikan profit dan masuk kedalam stock picks pilihan kami pada pekan depan, maka anda dapat bergabung ke dalam group kami dengan menjadi Member Premium dari Step-trader.com. Bagi anda yang berminat dan tertarik untuk bergabung menjadi member premium kami dapat melihat ketentuannya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas

Save Trading, Good Luck & GBU Always..

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*