Banyak Libur, IHSG Diperkirakan Akan Bergerak Dalam Kisaran Sempit

Di tengah sepinya transaksi, IHSG berhasil menutup perdagangan akhir pekan kemaren dengan menguat tipis 3,175 poin (+0,06%) ke level 4.973,057. Investor asing tercatat melakukan net buy sebesar Rp. 328 milyar di seluruh pasar, dan secara kumulatif sejak awal tahun, foreign inflow telah mencapai Rp. 41,8 triliun. Aksi ambil untung yang sempat mendera di awal pekan, membuat IHSG ditutup melemah -1,16% sepanjang pekan kemaren.

Dari pasar AS, Bursa Wall Street berhasil melanjutkan penguatannya. Akhir pekan kemaren, Dow Jones ditutup naik 63,19 poin (+0,38%) ke level 16.606,27, S&P 500 bertambah 8,04 poin (+0,42%) ke level 1.900,53, dan Nasdaq menguat 31,47 poin (+0,76%) ke level 4.185,81. Indeks S&P 500 ditutup diatas level 1.900 untuk pertama kalinya dan berhasil menutup perdagangan di rekor tertingginya sepanjang masa berkat lonjakan saham-saham properti, menyusul laporan data penjualan rumah baru di AS yang melebihi ekspektasi pasar. Dalam sepekan kemaren, Dow Jones tercatat naik +0,7%, S&P 500 melaju +1,2% dan Nasdaq menguat +2,3%. Sentimen pasar yang stabil dan positifnya data manufaktur AS dan China yang naik melampaui prediksi, membuat hampir sebagian Bursa Global menguat pada pekan lalu.

Sementara itu, profit taking yang melanda IHSG pada awal pekan kemaren menyusul perkembangan situasi politik pasca pengumuman capres-cawapres dan dinamika politik dari koalisi pendukung capres-cawapres masih dianggap wajar. Satu hal yang positif dengan hanya adanya 2 calon kandidat capres, maka dapat dipastikan pemilu akan berakhir dalam 1 putaran saja pada 9 Juli nanti dan secara otomatis tidak diperlukan Pilpres putaran kedua bulan Oktober nanti. Bagi pasar modal, tentu hal ini cukup baik karena masa ketidakpastian market akibat ketidakjelasan politik yang terjadi sejak awal tahun akan berakhir lebih cepat.

Lalu bagaimana perkiraan pergerakan IHSG pada pekan depan besok??

Mengingat pekan depan adalah pekan terakhir di bulan Mei, dimana market biasanya minim sentimen, ditambah dengan banyaknya hari libur nasional, yaitu pada hari Selasa (Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW) dan Kamis (Kenaikan Yesus Kristus), maka IHSG diperkirakan akan berkonsolidasi dalam kisaran sempit. Dengan banyaknya hari kejepit dan minimnya sentimen, akan mengurangi minat trading pelaku pasar. IHSG diperkirakan akan bergerak sideways dikisaran range trading 4900-5000 untuk sepanjang pekan depan. Pelaku pasar diperkirakan akan kembali ke market pada pekan depan selanjutnya, yaitu di pekan awal bulan Juni, dimana data-data ekonomi akan banyak dirilis. Selain itu persaingan politik jelang pemilu baru akan kembali memanas tanggal 4 Juni nanti, ketika memasuki masa mulai kampanye.

Technically, pola doji yang terbentuk mengindikasikan melambatnya aksi beli. Untuk besok Senin, IHSG diperkirakan akan bergerak bervariasi dikisaran 4950-4978. Jika support 4950 ditembus, maka support selanjutnya berada di 4935. Sedangkan jika IHSG berhasil menembus resisten 4978, maka IHSG akan kembali menguji level psikologis 5000, dengan level 5005 sebagai resisten selanjutnya. Indikator teknikal Stochastic yang telah golden cross kembali dan MACD yang bergerak sideways, mengindikasikan kecenderungan indeks masih akan bergerak positif.

Bagi anda yang berminat untuk mendapatkan ulasan market tiap pagi seperti diatas, dan untuk memperoleh ide trading atau trading plans dari saham-saham yang berpotensi memberikan profit dan masuk kedalam stock picks pilihan kami, maka anda dapat bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com. Bagi yang berminat untuk bergabung menjadi member premium kami dapat melihatnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Save Trading, Good Luck & GBU Always..

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *