Buntut Dari UU Pilkada Dana Asing Makin Keluar Dari IHSG, What Next?

Bursa saham AS mencetak rebound dan berakhir positif pada perdagangan akhir pekan. Setelah sehari sebelumnya anjlok cukup dalam, Wall Street berhasil bangkit berkat membaiknya data pertumbuhan ekonomi AS yang tumbuh 4,6% selama kuartal II, dan merupakan performa terbaik sejak resesi berakhir. Dow Jones naik 167,35 poin (+0,99%) ke level 17.113,15, S&P 500 menguat 16,86 poin (+0,86%) ke level 1.982,85, dan Nasdaq bertambah 45,45 poin (+1,02%) ke level 4.512,19. Namun demikian, indeks acuan secara mingguan belum berhasil mencatat hasil positif. Dow Jones dalam sepekan turun -1%, S&P 500 merosot -1,4%, dan Nasdaq turun -1,5%.

Sementara itu jatuhnya bursa regional asia, ditambah hasil keputusan sidang paripurna DPR yang menetapkan pelaksanaan Pilkada lewat DPRD membuat IHSG anjlok 68,81 poin (-1,32%) ke posisi 5.132,56. Asing turut menjual saham dengan total jual bersih Rp 1,463 triliun dan Rupiah juga kembali melemah di atas level 12.000,-/USD. Sepanjang pekan kemaren, IHSG tercatat mengalami penurunan sebesar -1,82% dengan pemodal asing melakukan net sell sebesar Rp. 2,752 Triliun.

Saat ini pasar lebih banyak dipengaruhi oleh aura sentimen negatif. Dari luar negeri, seiring dengan pemulihan ekonomi AS maka The Fed berencana untuk menaikkan suku bunga acuannya, sehingga membuat capital outflow menjadi lebih besar. Investor global mulai ancang2 untuk meninggalkan pasar keuangan negara2 berkembang untuk kembali masuk ke pasar AS.

Disisi lain, dari dalam negeri aura negatif makin bertambah. Buntut dari pilkada tak langsung yang ditetapkan oleh DPR pada jum’at dini hari lalu membuat bursa saham anjlok dan Rupiah jeblok. Disahkannya Pilkada melalui DPRD akan menjadi perseden buruk di mata investor asing mengenai jalannya pemerintahan ke depan. Dikhawatirkan kebijakan pemerintahan Jokowi nantinya tidak akan mulus, karena akan mendapat banyak tentangan di daerah. Pasalnya, kepala daerah akan dipilih oleh DPRD yang mayoritas adalah kubu oposisi yaitu Koalisi Merah Putih. Dengan demikian akan susah bagi Jokowi untuk menerapkan agendanya ke pemerintah daerah.

Pelaku pasar mulai ragu dan mempertanyakan apakah kebijakan reformasi ekonomi Jokowi dapat dilakukan dengan baik dalam 5 tahun ke depan. Investor juga khawatir koalisi Jokowi yang ada saat ini tidak dapat banyak membantu. Dikhawatirkan pada saat mengajukan APBN-P, Jokowi akan menemui kesulitan. Padahal dalam APBN-P, Jokowi bisa mengajukan untuk menaikkan harga BBM subsidi yang dapat menurunkan anggaran subsidi dan mengurangi defisit anggaran pemerintah.

Walaupun masih ada celah bagi koalisi pendukung pemerintahan Jokowi untuk mengajukan banding ke MK, namun pasar melihat ada ketidakpastian hukum dan instabilitas politik di Indonesia. Investor khawatir hal ini akan terus bergulir dan cemas jika kedua kubu bakal berkelahi terus di dalam negeri dan berlarut-larut.

Belum ada nya sentimen positif dari dalam negeri ditambah tekanan dari bursa global serta pelemahan Rupiah membuat IHSG susah melanjutkan trend penguatannya. Apalagi jika rupiah melemah lebih lanjut, maka raihan pendapatan emiten akan semakin tertekan. “Untuk itu pelaku pasar diharapkan agar lebih konservatif dan tidak terlalu aggressive hingga kondisi politik menjadi lebih stabil.” Karena saat ini yang dibutuhkan oleh market adalah kestabilan politik, dan berharap akan perkembangan koalisi yang lebih baik.

Technically, penurunan kemaren masih tertahan di support pola broadening patternnya. Indikator teknikal Stochastic dan MACD yang bergerak turun, mengindikasikan kecenderungan indeks untuk bergerak negatif. Terdapat potensi IHSG untuk turun menuju target di level 4997, dengan minor target di 5050, sehingga IHSG berpeluang untuk menutup 2 gap di posisi bawah, yaitu gap 5087-5076 dan gap 4989-4999.

28Sept14-IHSG

Rebound yang terjadi pada Bursa Saham AS pada akhir pekan lalu, dapat menjadi sentimen positif bagi bursa regional asia pada awal perdagangan besok senin. Hal ini akan membuat penurunan IHSG untuk sementara waktu tertahan dan tidak menutup kemungkinan IHSG juga akan ikut rebound dulu. Untuk awal pekan besok, IHSG diperkirakan akan bergerak dengan support di level psikologis 5100, sedangkan untuk level resistennya diperkirakan berada dikisaran gap 5143-5180.

Dari pergerakan saham yang saya amati, rata-rata saham2 Blue Chip tertekan. Khusus saham2 konstruksi dan semen tekanan jual yang terjadi cukup besar dan ditutup di bawah bolinger bandnya, sehingga berpotensi mengalami teknikal rebound sementara. Hanya saham2 defensive stock, seperti UNVR, ICBP, PGAS dan JSMR yang terlihat masih berkonsolidasi dan menjaga agar IHSG tidak turun makin dalam. Selalu fokus pada saham dengan fundamental bagus dan tetap rasional dalam mengambil keputusan. Bagi yang ingin entry, jangan lupa untuk selalu menerapkan kontrol resiko dan lakukan money manajemen dengan baik. Selengkapnya mengenai support dan resisten per saham akan dibahas lebih detail di grup nantinya khusus bagi member premium kami.

Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ide trading atau trading plans dari saham-saham yang berpotensi memberikan profit, serta ingin mengkonsultasikan portfolio anda, maka segera bergabunglah ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com. Bagi yang berminat untuk bergabung menjadi member premium kami dapat melihatnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Save Trading, Good Luck & GBU Always..

2 thoughts on “Buntut Dari UU Pilkada Dana Asing Makin Keluar Dari IHSG, What Next?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *