Menanti Kepastian Kenaikan BBM Subsisdi, What Next??

Keputusan mengejutkan dari Bank sentral Jepang (BOJ) yang mengumumkan akan menambahkan hingga 20 triliun yen, sehingga menjadi 80 triliun yen per tahun, untuk skema pembelian aset yang bertujuan merangsang pertumbuhan ekonomi Jepang memicu rally di pasar saham global pada akhir pekan kemaren. Kucuran stimulus mengejutkan dari BoJ tersebut, di saat keputusan The Fed yang mengakhiri stimulus besarnya, membuat indeks Dow Jones dan S&P 500 menutup perdagangan akhir bulan Oktober ke rekor tertingi sepanjang sejarahnya.

Pada akhir pekan kemaren, Dow Jones melonjak 195,1 poin (+1,13%) ke level 17.390,52, S&P 500 menanjak 23,4 poin (+1,17%) ke level 2.018,05 dan Nasdaq naik 64,60 poin (+1,41%) ke level 4.630,74. Laba yang kuat dari rilis kinerja emiten dan membaiknya data ekonomi serta laporan pertumbuhan ekonomi AS yang menggembirakan, menambah momentum penguatan, sehingga dalam sepekan Dow Jones menguat +3,5%, S&P 500 naik +2,7% dan Nasdaq bertambah +3,3%. Sepanjang bulan Oktober, Dow Jones tumbuh +2%, S&P 500 melaju +2,3% dan Nasdaq menanjak +3%.

Dari dalam negeri, IHSG pada akhir pekan di tutup naik 30,698 poin (+0,61%) ke level 5.089,547, dengan investor asing membukukan net buy sebesar Rp 373 milyar di pasar reguler. Lambatnya laju penguatan IHSG gara-gara investor menunggu kepastian dari kebijakan pemerintah terkait kenaikan BBM subsidi. Dalam sepekan IHSG hanya menguat tipis +0,34%. Sedangkan sepanjang bulan Oktober IHSG tercatat melemah -0,93%.

Saat ini pasar lebih fokus pada rencana kenaikan BBM subsidi yang harus dilakukan oleh pemerintahan Jokowi sebelum pergantian tahun.

“Pasar akan menilai bagaimana presiden dan kabinet barunya dapat melaksanakan dan mengatasi dampak kenaikan BBM bagi ekonomi Indonesia dalam jangka pendek”.

Kenaikan BBM bersubsidi, dalam jangka pendek akan memicu inflasi dan menimbulkan dampak negatif bagi IHSG. Namun dalam jangka menengah-panjang, kenaikan BBM subsidi ini akan berdampak positif, karena dapat mempersempit defisit transaksi berjalan dan memperbaiki current account deficit sehingga akan menyehatkan postur APBN dan membuat nilai tukar rupiah membaik kembali. Pertumbuhan ekonomi pun akan terdorong naik jika penghematan dapat dialihkan ke sektor yang lebih produktif seperti infrastruktur, logistik, transportasi, pendidikan dan kesehatan.

Saat ini pemerintah sedang mempersiapkan suatu kebijaksanaan terlebih dahulu, yaitu program kompensasi pengalihan dana subsidi BBM kepada lapisan warga yang bakal paling terkena dampaknya, sebelum menaikan BBM bersubsidi. Program perlindungan sosial yang tepat sasaran dalam bentuk Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) akan diluncurkan pada minggu pertama November. Program ini bertujuan untuk menyalurkan dana bantuan baik dalam bentuk langsung atau tidak langsung dari pemerintah bagi rakyat yang kurang mampu. Jika hal tersebut dilaksanakan maka rencana kenaikan BBM subsidi baru dapat dilakukan paling cepat pada pertengahan November.

Apabila BBM Subsidi jadi dinaikan, maka dalam jangka pendek IHSG berpotensi menguji area suport sekitar 4840-4800.Bahkan support tersebut berpeluang ditembus ke bawah jika pemerintah dan jajaran kabinet ekonominya yang baru, gagal mengatasi lonjakan inflasi sebagai efek domino dari dampak kenaikan BBM subsidi”. Namun jika inflasi dapat terkontrol, maka dalam jangka panjang IHSG berpotensi menuju level 6000 hingga akhir tahun 2015. Sektor yang akan bergairah tahun depan adalah sektor infrastruktur, di mana pemerintahan yang baru akan lebih memberi perhatian pada sektor tersebut.

Technically, dalam jangka pendek IHSG masih berkonsolidasi dikisaran 5000-5110. Sedangkan untuk hari senin besok IHSG diperkirakan masih dapat melanjutkan kenaikannya. Indikator teknikal Stochastic dan MACD yang bergerak naik, mengindikasikan bahwa indeks masih akan bergerak positif. IHSG diperkirakan akan bergerak dengan support di 5067, sedangkan untuk resistennya berada dikisaran gap 5107-5124.

02Nov14-IHSG

Dari pergerakan saham-saham yang saya amati terlihat bergerak mixed. Indikasi penguatan masih terlihat di beberapa saham perbankan dan batu bara, setelah pada akhir perdagangan kemaren terlihat mampu menembus resisten2nya. Namun, meskipun indikasi penguatan terlihat, saham2 tersebut sudah memasuki area overbought, sehingga cukup rawan terjadi profit taking. Market masih cenderung konsolidasi diarea resistennya, sehingga trading jangka pendek masih merupakan opsi yang bijak untuk saat ini. Tetap disiplin dengan trading plans yang dibuat dan selalu terapkan kontrol resiko. Untuk detail support dan resisten akan dibahas lebih jelas di grup nantinya khusus bagi member premium kami.

Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ide trading atau trading plans dari saham-saham yang berpotensi memberikan profit, serta ingin mengkonsultasikan portfolio anda, maka segera bergabunglah ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com. Bagi yang berminat untuk bergabung menjadi member premium kami dapat melihatnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Save Trading, Good Luck & GBU Always (Nov 2, 2014 @ 12:25)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*