IHSG Menantikan Window Dressing

Bursa saham AS ditutup menguat pada perdagangan akhir pekan kemaren disebabkan oleh melonjaknya Non Farm Payroll jauh diatas ekspektasi. Laporan data tenaga kerja yang berhasil menambah 321.000 pekerjaan pada bulan November menunjukan pertumbuhan ekonomi AS di tengah melambatnya ekonomi global. Dow Jones ditutup naik 58,69 poin (+0,33%) berakhir pada rekor baru di 17.958,79. Sedangkan S&P 500 menguat 3,45 poin (+0,17%) ke level 2.075,37, dan Nasdaq naik 11,32 poin (+0,24%) menjadi 4.780,76. Sementara itu saham energi mengalami tekanan jual, karena turunnya harga minyak mentah dunia kelevel terendah dalam lebih dari 5 tahun terakhir, menjadi US$65,84/barel, akibat kebijakan Arab Saudi yang menurunkan harga jual minyak serta menguatnya dolar AS. Sepanjang pekan kemaren¸ Dow Jones bertambah +0.7%, dan S&P 500 naik +0.4%, menjadikan kenaikan dalam 8 pekan berturut-turut.

Dari dalam negeri, IHSG mengakhiri perdagangan akhir pekan kemaren dengan ditutup naik 10,834 poin (+0,21%) ke level 5.187,994, dengan investor asing tercatat melakukan net sell sebesar Rp. 162 milyar di pasar reguler. Dalam sepekan, IHSG mampu melaju +0,74% berkat data makro ekonomi yang cukup positif sehingga menjadikan kenaikan dalam 4 pekan berturut-turut. Walaupun naik, namun pemodal asing mencatatkan net sell sebesar Rp. 409 miliar dipasar regular. Keluarnya modal asing dan menguatnya USD menyebabkan turunnya cadangan devisa bulan November 2014 sebesar US$900 juta menjadi US$111,1 miliar dari posisi sebelumnya di US$112 miliar.

Untuk pekan depan, pelaku pasar sedang menanti RDG BI pada kamis depan yang akan membahas tingkat suku bunga BI Rate yang diperkirakan akan tetap pasca kenaikan 25 bps pada bulan lalu. BI juga menyatakan ekonomi Indonesia dapat tumbuh lebih baik di 2015 yaitu sebesar 5,4-5,8% dibandingkan di tahun ini yang diperkiraan 5,1-5,2%.

Jelang akhir tahun, investor menanti aksi window dressing yang biasanya dilakukan oleh emiten perusahaan, Fund Manager, Dana Pensiun dan investor besar lainnya. Aksi window dressing ini akan berdampak positif bagi IHSG, setidaknya untuk kembali melanjutkan rally penguatannya lagi hingga akhir tahun.

Namun untuk pekan depan, IHSG yang telah menguji level 5.200 dan gagal bertahan akibat telah masuk area jenuh beli, berpeluang untuk terkena aksi profit taking. Memang diibutuhkan suatu bentuk koreksi minor atau sideways trend setidaknya ke level 5.107-5.140 untuk meredakan keadaan jenuh beli tersebut, sebelum IHSG melanjutkan rally-nya kembali hingga akhir tahun. Saya masih percaya dan belum mengubah outlook saya akan arah IHSG hingga akhir tahun yang dapat mencapai kisaran level 5235-5250.

Untuk pekan depan, IHSG diperkirakan akan bergerak dalam kisaran 5140-5235. Technically, Pola rising wedge yang terbentuk pada IHSG mengindikasikan berlanjutnya kenaikan dalam kondisi yang overbought. Pola inverted hammer dengan upper-shadow dimana harga close menjauh dari high, dan mendekati open/low, mengindikasikan bahwa market kurang mampu mempertahankan posisi belinya. Indikator teknikal Stochastic yang golden cross lagi di over bought area, sedangkan MACD yang masih bergerak naik, mengindikasikan kecenderungan indeks untuk masih bergerak positif dalam kondisi jenuh beli. Untuk besok senin, IHSG diperkirakan akan bergerak dengan support di 5165, sedangkan untuk resistennya berada di level 5214.

 07Des14-IHSG

Tidak adanya berita-berita positif baru baik dari dalam maupun luar negeri yang berdampak cukup besar bagi IHSG, membuat kenaikan IHSG terasa mulai berat. Cermati posisi net sell asing yang walaupun tidak banyak, namun telah berlangsung 3 hari berturut-turut. Selain itu membaiknya ekonomi AS yang membuat USD menguat dan menekan posisi Rupiah hingga dilevel kritis 12.300/USD juga patut diwaspadai.

“Walaupun demikian tidak perlu terlalu cemas, karena setiap penurunan merupakan peluang untuk membeli, setidaknya hingga akhir tahun ini dengan sentimen utama window dressing.”

Saham-saham yang dapat diperhatikan untuk BOW adalah saham yang mendapatkan alokasi BBM subsidi, seperti sektor-sektor strategis infrastruktur, pertanian, dan kesehatan yang dilihat investor masih cukup menarik sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi tahun depan yang bisa mendongkrak likuiditasnya.

Selengkapnya mengenai saham-saham apa saja yang menarik dan berpotensi untuk memberikan profit akan diulas khusus di area member premium. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ide trading dan ingin mengkonsultasikan portfolio anda, maka segera bergabunglah ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com. Untuk info selengkapnya dapat melihatnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Save Trading, Good Luck & GBU Always (Dec 07, 2014 @ 11:10)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*