Ancaman Dari Pelemahan Harga Minyak Dunia Dan Rupiah

Bursa saham AS kembali turun tajam, saat penutupan perdagangan akhir pekan kemaren. Penurunan ini didorong oleh sentimen terus melemahnya harga minyak dunia ke titik terendah 5 tahun dibawah US$ 58/barel, akibat perang harga diskon produsen terbesar minyak dan menurunnya permintaan energi global yang disebabkan melambatnya poros utama ekonomi global seperti Jepang, China dan Eropa. Dow Jones anjlok 315,51 poin (-1,79%) ke level 17.280,83, S&P 500 turun 33 poin (-1,62%) ke level 2.002,33 dan Nasdaq jatuh 54,57 (-1,16%) ke level 4.653,60. Pelaku pasar khawatir seiring dengan penurunan harga minyak mentah dunia yang berlanjut, sehingga memunculkan potensi deflasi terhadap perekonomian global. Hal ini dapat menurunkan minat belanja konsumen yang pada akhirnya membuat perlambatan pertumbuhan ekonomi global, sehingga dalam sepekan Dow Jones anjlok -3,8% dan S&P 500 jatuh -3,5%.

Dari dalam negeri, IHSG ditutup naik 7,738 poin (+0,15%) kelevel 5.160,43, dengan Investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp. 52 miliar di akhir pekan. Namun selama sepekan, IHSG melemah -0,53% dengan investor asing tercatat melakukan net sell sebesar Rp. 1,385 triliun di pasar regular, dipicu harga minyak dunia yang terus menurun dan rupiah yang melemah. Pada akhir pekan kemaren Rupiah anjlok ke level terendahnya sejak akhir 2008, hampir menyentuh Rp12.500,-/USD.

Untuk pekan depan, pelaku pasar menantikan hasil pertemuan The Fed dalam FOMC metting yang akan diselenggarakan Rabu pekan depan, terkait arah kebijakan Fed Fund Rate, apakah akan segera naik atau masih lama. Kenaikan Fed Fund Rate akan mengancam mata uang emerging market, pasalnya penguatan USD akan menimbulkan sentimen ‘risk aversion’ atau alih risiko terhadap pasar keuangan di negara-negara berkembang, termasuk dalam hal ini Indonesia. Jelang FOMC meeting mata uang USD cenderung menguat terhadap mata uang emerging market, oleh karena itu tekanan terhadap Rupiah diperkirakan masih akan berlanjut.

Sementara itu, terkait anjloknya harga minyak dunia, pemerintah berniat mengkaji ulang dan mengumumkan sejumlah opsi serta pengaruhnya terhadap harga BBM subsidi sebelum akhir tahun. Ada indikasi bahwa harga BBM subsidi akan kembali diturunkan, jika harga minyak dunia terus berada di bawah US$60/barel.

Maraknya sentimen negative dari turunnya harga minyak mentah dunia, penurunan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia, pelemahan rupiah dan net sell asing akan terus membayangi sentimen negatif di pasar, sehingga bisa membuat IHSG kehilangan peluang untuk melanjutkan penguatannya. Sedangkan satu-satunya sentimen positif yang diharapkan dapat menahan penurunan IHSG untuk tidak turun tajam adalah aksi window dressing menjelang akhir tahun.

Technically,medium term IHSG masih bullish. Hal ini dapat dilihat dari trend channel jangka menengah IHSG yang masih bergerak naik. IHSG pada perdagangan pekan depan diperkirakan akan bergerak dalam kisaran support 5085-5050, sedangkan untuk resistennya diperkirakan akan berada dikisaran 5180-5207. Sedangkan untuk Senin besok, penurunan tajam Dow Jones diperkirakan akan menekan IHSG pada awal perdagangan. Support MA 100 dikisaran level 5107 diperkirakan akan menahan penurunan IHSG. Jika gagal bertahan, maka support selanjutnya berada di level 5087. Adapun untuk level resistennya berada di 5187. Indikator teknikal Stochastic yang telah golden cross, dan MACD yang bergerak sideways, mengindikasikan bahwa indeks masih cenderung bergerak positif.

 14Des14-IHSG

Walaupun ada fenomena window dressing, tapi tetap waspadai potensi pelemahan lanjutan sebagai dampak dari berbagai sentimen negative yang mulai membebani kenaikan IHSG, terutama pemodal asing yang terus menerus berada dalam posisi jual sepanjang pekan kemaren. Tetap fokus pada saham-saham dengan kinerja yang bagus dan prospek yang cerah.

Selengkapnya mengenai saham-saham apa saja yang menarik dan berpotensi untuk memberikan profit akan diulas khusus di area member premium. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ide trading dan ingin mengkonsultasikan portfolio anda, maka segera bergabunglah ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com. Untuk info selengkapnya dapat melihatnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Save Trading, Good Luck & GBU Always (Dec 14, 2014 @ 17:54)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*