Kekhawatiran Mereda, IHSG Siap Menyambut Window Dressing

Bursa Wall Street kembali naik untuk 3 hari berturut-turut pada akhir pekan kemaren. Dow Jones naik 26,65 poin (+0,15%) ke level 17.804.80, S&P 500 menguat 9,42 poin (+0,46%) ke level 2.070,65 dan Nasdaq bertambah 16,98 poin (+0,36%) ke level 4.765,38. Faktor positif dari komitmen The Fed yang sabar dalam mengambil kebijakan terhadap kenaikan suku bunga acuan menjadi faktor pendorong reboundnya Bursa saham AS pada pekan kemaren. Dalam sepekan, Dow Jones berhasil naik +3%, S&P 500 naik +3,4%, sedangkan Nasdaq menguat +2,4%.

Sementara itu dari dalam, IHSG berhasil kembali menguat 31,276 poin (+0,61%) ke posisi 5.144,621, seiring dengan sentimen positif kenaikan bursa global. Investor asing mulai membukukan net buy sebesar Rp 245 Milyar pada akhir pekan kemaren setelah sebelumnya selalu melakukan net sell. Namun begitu, selama sepekan IHSG turun -0,31%, dengan investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp. 3,451 triliun.

Bursa saham global masih mendapatkan sisa energi dari pernyataan pimpinan The Fed, Janet Yellen yang mengatakan bahwa Bank sentral AS sepertinya masih akan bersabar dan menahan tingkat suku bunga rendah setidaknya hingga kuartal pertama tahun depan meski perekonomian AS semakin kuat. Pernyataan tersebut memberikan angin segar bagi reboundnya harga minyak dunia pada akhir pekan kemaren dan penguatan mata uang emerging market, tak terkecuali Rupiah yang kembali menguat dan berada di bawah Rp. 12.500,-/USD, setelah sebelumnya sempat mendapatkan tekanan hebat hingga diatas Rp. 12.900,-/USD.

Dengan meredanya krisis nilai tukar mata uang emerging market dan harga minyak dunia, maka hingga akhir tahun, IHSG memiliki kecenderungan akan bergerak positif karena sudah mulai masuk masa untuk mempercantik portofolio perusahaan alias window dressing. Walaupun demikian, kenaikan 3 hari terkahir yang disertai dengan 2 kali open gap up membuat kenaikan mulai terasa berat dan berpeluang terjadi profit taking di awal pekan besok. Dengan hanya menyisakan 3 hari perdagangan sebelum libur natal, maka untuk pekan depan IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 5.100-5.200 dengan kecenderungan menguat pada akhir pekan.

Technically, pola spinning tops yang terbentuk di posisi atas pada IHSG mengindikasikan kondisi netral atau ketidakpastian arah dari market sehingga dapat diartikan sebagai mulai melambatnya aksi beli. Jika gagal melanjutkan penguatannya, IHSG berpeluang terkena aksi profit taking. Untuk hari senin besok, support IHSG berada dikisaran gap bawah 5127-5113, sedangkan untuk level resistennya diperkirakan berada di level 5164. Indikator teknikal Stochastic yang telah golden cross, sedangkan penurunan MACD mulai berbalik arah, mengindikasikan bahwa indeks mulai bergerak positif.

21Des14-IHSG

Seiring dengan munculnya harapan terhadap pembangunan infrastruktur yang diyakini akan menopang perekonomian Indonesia ke depannya, maka saham-saham infrastruktur dan konstruksi terlihat mulai bergerak positif lagi. Dari saham-saham yang saya amati, beberapa saham konstruksi telah menembus resistennya, sedangakan sisanya bersiap untuk menembusnya. Saham-saham yang terlihat mulai menembus resistennya dan mengindikasikan pergerakan yang positif adalah WSKT dan PTPP, sedangkan yang terlihat berpeluang untuk menembus resistennya adalah JSMR, WIKA danWTON. Diluar saham sektor tersebut, saham UNVR, ICBP dan ASII juga terlihat mulai bergerak positif.

Selengkapnya mengenai saham-saham apa saja yang menarik dan berpotensi untuk memberikan profit akan diulas khusus di area member premium. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ide trading dan ingin mengkonsultasikan portfolio anda, maka segera bergabunglah ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com. Untuk info selengkapnya dapat melihatnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Save Trading, Good Luck & GBU Always (Dec 21, 2014 @ 16:35)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *