IHSG Kembali Masuk Downtrend, What Next?

Bursa saham utama AS ditutup melemah pada akhir pekan kemaren. Turunnya indeks kepercayaan konsumen utama AS dan pertumbuhan ekonomi kuartal pertama yang mengalami kontraksi sebesar -0,7%, menjadi penyebab Dow Jones turun 115,44 poin (-0,64%) menjadi 18.010,68, S&P 500 melemah 13,40 poin (-0,63%) menjadi 2.107,39, dan Nasdaq merosot 27,95 poin (-0,55%) ke level 5.070,03. Selama sepekan Wall Street berakhir melemah, dengan Dow Jones turun -1,21%, S&P 500 kehilangan -0,88% dan Nasdaq berkurang -0,38%, terdorong oleh mengecewakannya berita ekonomi AS yang dirilis dan peringatan Ketua IMF Christine Lagarde akan potensi bagi Yunani meninggalkan zona euro, terkait tidak adanya kesepakatan yang terlihat dalam pembicaraan bailout Yunani dengan para kreditornya.

Sementara itu dari dalam negeri, IHSG ditutup turun 21,022 poin (-0,40%) ke level 5.216,379 pada akhir pekan, dimana investor asing masih mencatatkan net sell sebesar Rp. 129 Milyar di pasar regular. Pernyataan Ketua The Fed, Janet Yellen yang mengatakan bahwa kenaikan suku bunga AS masih mungkin terjadi di 2015, serta pelemahan nilai tukar Rupiah dan minimnya sentimen positif dari dalam negeri membuat IHSG melemah sebesar -1,86%, sehingga mengakhiri rebound kenaikan selama 3 pekan terkahir. Tercatat dana asing yang keluar dari bursa sepanjang pekan lalu sekitar Rp. 1,015 Triliun di pasar regular.

Untuk pekan depan pergerakan IHSG masih berpotensi terkoreksi melanjutkan pelemahan pekan kemaren. Tidak banyak sentimen dari dalam maupun luar negeri yang diperkirakan dapat mempengaruhi IHSG menjadi positif. Sebaliknya berita-berita negatif juga masih terus bermunculan. Dari dalam negeri, BI mulai menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2015, dari 5,4% menjadi 5,1%. Sedangkan dari luar negeri masih terkait berita lama yang diulang kembali, yaitu masalah utang Yunani dan potensi kenaikan Fed Fund Rate di tahun ini.

Seperti biasa di awal bulan, pelaku pasar kembali akan mencermati data ekonomi yang akan dirilis. BI memperkirakan inflasi pada Mei akan berada pada kisaran 0,4%, di atas inflasi April 2015 yang tercatat 0,36%, karena belum terkendalinya harga, utamanya harga pangan jelang Ramadhan. Selain itu, harga barang impor yang masih akan terus naik karena melemahnya nilai tukar rupiah terhadap USD, juga turut memicu inflasi.

Pasar saham telah kembali kedalam trend pergerakan turunnya. Terakhir IHSG ditutup di level 5216, dibawah garis MA 200 nya. Suatu kondisi yang kurang bagus, ditambah masih sepinya transaksi dan investor asing yang masih terus membukukan penjualan bersih, serta kemungkinan data inflasi yang akan dirilis besok Senin yang katanya jelek, akan membuat IHSG kembali melanjutkan downtrendnya.

“Selama IHSG belum berbalik ke atas dan menembus level 5350, IHSG belum masuk area uptrend lagi. Jadi untuk saat ini outlooknya masih downtrend. Skenario terbaik yang memungkinkan dapat terjadi adalah sideways dikisaran 5000-5350.”

Dari aspek teknikal untuk minggu depan, trading range IHSG diperkirakan akan berada di kisaran 5141-5278. Di awal pekan, ditengah hari perdagangan yang terjepit oleh libur waisak yang jatuh pada hari selasa, IHSG diperkirakan akan bergerak sepi condong melemah. Kemungkinan sentimen negatif dari bursa global masih akan mendominasi market saat pembukaan hingga mulai dirilisnya data ekonomi. IHSG diperkirakan akan menguji level psikologis 5200. Jika gagal dipertahankan dan ditembus kebawah, maka indeks akan menguji level supportnya di 5182. Sedangkan untuk resisten besok diperkirakan akan berada di 5246. Indikator teknikal Stochastic yang bergerak turun, sedangkan MACD yang berpeluang death cross, mengindikasikan kecenderungan indeks untuk bergerak negatif.

31May15-IHSG

Dalam kondisi market yang cenderung turun seperti saat ini, pelaku pasar sebaiknya hanya mengambil posisi trading pendek dan cepat. Ada baiknya tidak terlalu agressive, sambil menunggu saham2 yang bagus, memasuki kisaran support kuatnya untuk melakukan posisi spekulasi buy. Fokus utamanya adalah saham-saham yang diperkirakan bisa mendapatkan sentiment positif dari peningkatan konsumsi selama bulan ramadhan hingga Lebaran nanti.

Untuk sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis untuk pekan ini. Mengenai detail support dan resisten, serta target dari saham-saham yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek, akan diulas khusus di area member premium. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook dan ide trading, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Save Trading, Good Luck & GBU Always

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *