China Potong Suku Bunga, IHSG Berpotensi Lanjutkan Penguatannya

Bursa saham Wall Street di tutup menguat pada akhir pekan, setelah beberapa perusahaan teknologi berkapitalisasi besar seperti Microsoft Corp, Google Inc dan Amazon.com merilis hasil kinerja kuartal III-2015 lebih baik dari perkiraan. Dow Jones naik 157,54 poin (+0,9%) ke 17.646,70, S&P 500 menguat 22,64 poin (+1,1%) ke 2.075,15 dan Nasdaq melonjak 111,81 poin (+2,27%) ke 5.031.86. Bursa saham di seluruh dunia kompak menguat pada penutupan perdagangan akhir pekan, didorong oleh sentimen positif dari rencana kebijakan program pelonggaran moneter lanjutan oleh ECB (Bank Sentral Eropa) dan keputusan China yang kembali memangkas suku bunga acuannya untuk keempat kalinya tahun ini. Hal ini membuat Bursa Utama AS melanjutkan kenaikan dalam 4 pekan berturut-turut. Sepanjang pekan kemaren, Dow Jones berhasil menguat +2,5%, S&P 500 naik +2,07%, dan Nasdaq meningkat +2,97%.

Dari dalam negeri, IHSG di tutup menguat 68,584 poin (+1,50%) ke level 4.653,146 pada akhir pekan. Investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp. 452 milyar dipasar reguler. Sentimen positif dari faktor ekternal, ditambah bagusnya kinerja keuangan emiten kuartal III 2015 yang telah dirilis dan paket kebijakan ekonomi jilid 5 yang dikeluarkan oleh pemerintah, membuat IHSG menguat sepanjang pekan dengan bertumbuh +2,9% dan diikuti oleh masuknya aliran dana asing sebesar Rp. 1,2 Triliun.

IHSG kembali bergerak menguat ditopang oleh berbagai sentimen positif baik dari dalam dan luar negeri. Stabilnya pergerakan nilai tukar Rupiah dan rilis paket kebijakan ekonomi pemerintah jilid 5 berhasil menopang penguatan IHSG. Memudarnya kenaikan Fed rate di bulan Oktober dan sinyal penambahan stimulus moneter oleh ECB guna mendongkrak ekonomi kawasan zona Euro, serta langkah mengejutkan dari China di akhir pekan dengan memotong tingkat suku bunga acuannya sebesar 25 bps menjadi 4,35%, menjadi sentimen positif bagi Bursa Saham Global dan IHSG yang diperkirakan akan berlanjut pada awal pekan besok.

Untuk pekan depan, pergerakan IHSG akan dipengaruhi oleh rilis kinerja emiten Q3-2015, dimana mendekati akhir Oktober akan banyak emiten yang merilis Laporan Keuangannya. Sementara dari luar negeri, pelaku pasar mengantisipasi pertemuan The Fed dalam FOMC yang akan dilakukan 28 -29 Oktober 2015 mendatang untuk menentukan suku bunga AS. Disamping itu data-data penting AS yang akan dirilis adalah data perumahan, durable goods orders, data kepercayaan konsumen dan data GDP Growth Q3-2015.

Technically, keberhasilan menembus level 4639 memberikan sinyal yang positif bagi IHSG untuk melanjutkan penguatannya pada pekan depan dengan target menuju level 4711, dan target utama menguji downtrend resist line jangka menengah yang juga merupakan area fibo 50% dikisaran 4779-4800. Sementara untuk support pekan depan diperkirakan berada di level 4511-4483. Indikator teknikal Stochastic yang berada diarea overbought dan MACD yang masih bergerak positif, mengindikasikan bahwa trend naik jangka pendek IHSG masih berlanjut, walaupun rawan untuk terjadi profit taking. Untuk besok senin, IHSG diperkirakan akan bergerak dengan level support di 4623, dengan resisten berada dikisaran 4686-4711.

25Oktober15-IHSG

Walaupun masih cenderung bergerak naik dalam jangka pendek, namun pelaku pasar harus mulai berhati-hati, mengingat kondisi IHSG mulai terlihat mengalami overbought. Sepanjang bulan ini saja IHSG telah mengalami kenaikan sebesar +10,2%. Selain itu IHSG juga mendekati area resisten kuat yaitu down trend resist line yang terbentuk sejak 6 bulan lalu. Perkiraannya di awal pekan besok IHSG masih berpotensi menguat seiring sentimen positif dari pasar global pasca China memotong suku bunganya. Selanjutnya mendekati pertengahan dan akhir pekan, IHSG akan bergerak volatile seiring Laporan Keuangan emiten Q3-2015 yang akan banyak dirilis. Hati-hati akan adanya potensi profit taking, terutama jika emiten merilis kinerja di bawah ekspektasi. Namun demikian jika terjadi koreksi, bisa kembali melakukan akumulasi beli, mengingat kondisi IHSG dan pasar saham global mulai terlihat kondusif.

Untuk sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek dan dapat diakumulasi jika terjadi koreksi, akan diulas khusus di area member premium. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook dan ide trading, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *