Menanti Data Ekonomi, Bagaimana IHSG Akan Bergerak Di Awal November?

Bursa Wall Street ditutup turun pada perdagangan akhir pekan tertekan oleh rilis kinerja perusahaan. Dow Jones turun 92,26 poin (-0,52%) ke level 17.663,54, S&P 500 melemah 10,05 poin (-0,48%) ke 2.079,36 dan Nasdaq berkurang 20,53 poin (-0,4%) ke 5.053,75. Namun sepanjang pekan kemaren, Bursa utama AS masih mencatatkan kenaikan tipis dan memperpanjang penguatan mingguan, dengan Dow Jones berhasil menguat +0,1%, S&P 500 naik +0,2%, dan Nasdaq meningkat +0,43%. Dengan kenaikan sepanjang pekan kemaren, maka Bursa Wall Street telah mencatatkan kenaikan dalam 5 pekan berturut-turut. Hal ini membuat Wall Street membukukan kinerja bulanan terbaik dalam 4 tahun terakhir. Sepanjang bulan Oktober, Dow Jones menguat +8,5%, disusul S&P 500 naik +8,3% dan Nasdaq melonjak +9,4%, berkat keputusan The Fed untuk tidak menaikan suku bunga pada Oktober dan dorongan dari ECB yang mengisyaratkan potensi penambahan stimulus, serta pemotongan suku bunga secara tak terduga yang dilakukan oleh PBoC.

Sementara dari dalam negeri, IHSG melanjutkan pelemahan dengan di tutup turun 6,842 poin (-0,38%) ke level 4.455,180 pada akhir pekan. Aksi jual investor asing sebesar Rp. 752 Milyar di pasar reguler kembali menekan IHSG untuk turun dalam 4 hari perdagangan terakhir. Buruknya kinerja emiten BEI yang telah dipublikasikan, dimana sebagian besar emiten gagal mencetak laba di atas ekspektasi market, serta pernyataan Hawkish dari The Fed yang akan melanjutkan rencana kenaikan suku bunga pada pertemuan 16 Desember mendatang, membuat IHSG tertekan turun sebesar -4,3% dalam sepekan, dengan investor asing membukukan net sell sebesar Rp. 1,15 Triliun. Namun demikian sepanjang bulan Oktober, IHSG masih mencatatkan penguatan sebesar +5,5%.

IHSG kembali tertekan dipicu oleh rencana The Fed yang menyatakan bahwa peluang kenaikan suku bunga di bulan Desember masih terbuka. Akibatnya investor asing kembali melakukan penjualan saham dengan cukup masif, sehingga IHSG tertekan cukup dalam dan Rupiah kembali cenderung melemah. Untuk pekan depan, seperti biasa di awal bulan, pelaku pasar disibukan oleh berbagai data ekonomi yang akan dirilis baik dari dalam dan luar negeri.

Dari dalam negeri, pada hari senin investor mencermati data manufaktur dan data inflasi, dimana diperkirakan akan terjadi deflasi sebesar 0,08% pada bulan Oktober. Sedangkan pada hari selasa akan dirilis data consumer confidence dan pada hari Kamis akan dirilis data GDP growth rate kuartal 3. BI memprediksi pertumbuhan ekonomi pada kuartal III/ 2015 akan mencapai 4,85%. Data ini sangat penting, karena jika sampai pertumbuhan ekonomi di kuartal 3 belum menunjukan perbaikan, maka IHSG akan kembali mengalami tekanan jual. Sementara pada hari Jum’at, data cadangan devisa bulan Oktober akan dirilis.

Dari luar negeri, selain data manufaktur AS dan trade balance yang akan dirilis di awal pekan, investor juga mencermati data pekerjaan AS ( Non Farm Payroll dan Unemployment rate) yang akan rilis hari Jumat depan. Data ini sangat penting karena akan menjadi petunjuk bagaimana peluang kenaikan Fed rate di bulan Desember. Sedangkan dari China, diawal pekan akan dirilis data manufacturing yang akan menunjukan kondisi perekonomian negara tersebut, apakah perlambatan masih terjadi atau tidak.

Untuk pekan depan, IHSG diperkirakan berpotensi rebound di awal pekan namun cenderung turun di akhir minggu. Koreksi yang telah terjadi dalam 4 hari berturut-turut, membuka potensi terjadinya teknikal rebound. Jika data ekonomi yang dirilis bagus akan dipakai sebagai katalis reboundnya IHSG di awal pekan. Secara teknikal, penembusan level support 4483, membuat trend naik jangka pendek IHSG telah berakhir. Indikator teknikal Stochastic yang bergerak turun, sedangkan MACD yang telah death cross dengan histogram bar merah muncul di bawah centreline, mengindikasikan bahwa indeks masih bergerak negatif dalam jangka pendek.

01November15-IHSG

Untuk awal pekan, IHSG akan mencoba rebound dengan menembus resisten 4483. Jika resisten tersebut dapat dilewati, maka IHSG berpeluang rebound ke kisaran 4540-4570 pada pertengahan pekan depan. Selama IHSG belum mampu kembali keatas level 4600, maka trend turun jangka pendek IHSG masih berlanjut. IHSG berpotensi untuk kembali turun menuju gap bawah di kisaran 4346-4381. Perlu diperhatikan bahwa gap ini merupakan level penting bagi IHSG untuk menentukan arah pergerakan selanjutnya. Jika nantinya IHSG mampu bertahan diatas support gap tersebut, maka target IHSG dikisaran 4700-4800 hingga akhir tahun masih berpotensi tercapai. Namun apabila IHSG menembus ke bawah gap tersebut, maka trend bearish market akan kembali terjadi.

Sentimen negatif dari buruknya kinerja emiten diharapkan mulai berkurang seiring telah dirilisnya sebagian besar LK Q3-2015 pada akhir pekan lalu. Kedepan, IHSG akan dipengaruhi oleh rilis data GDP growth kuartal 3 dan pergerakan bursa global. Kondisi overbought sebagian bursa global terutama Wall Street dapat menjadi pemberat naiknya IHSG kedepan. Sementara aksi jual investor asing dalam 3 hari terakhir sebesar Rp. 1,76 triliun, mulai membuat cemas pelaku pasar. Jika aksi jual investor asing terus berlanjut pada saat IHSG rebound dipekan depan, maka sebaiknya perlu diwaspadai. Gunakan kesempatan rebound untuk mengurangi posisi apabila asing terus melanjutkan aksi jualnya. Mengingat kondisi saat ini yang kurang kondusif dan potensi turun masih ada untuk menutup gap bawah dikisaran 4350, maka untuk trader sebaiknya lakukan safe trading. Sementara bagi investor, akumulasi beli dapat dilakukan pada saham-saham yang turun tapi melaporkan kinerja bagus pada Q3-2015.

Untuk sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas khusus di area member premium. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook dan ide trading, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*