SMBR: The Undervalued Stock

Sejak IHSG rebound dari posisi terendahnya tahun ini di level 4033 pada akhir Bulan September, telah banyak saham yang rebound dan bergerak naik dengan mencatatkan keuntungan 50% bahkan ada yang mencapai 100% lebih. Saham-saham yang rebound dengan cepat tentu saja saham yang memiliki kinerja bagus. Oleh karena itu, ketika market pulih maka saham tersebut akan mengalami “recovery” dan naik dengan cepat. Namun tidak semua saham telah pulih dan kembali ke “nilai wajarnya”. Ada beberapa saham yang kinerjanya bagus, namun belum bergerak naik, salah satunya adalah PT Semen Baturaja Tbk (SMBR).

SMBR adalah perusahaan BUMN yang bergerak pada bidang industri semen di wilayah Sumatera Bagian Selatan. Kapasitas produksi 2 juta ton per tahun dan lokasi pabrik terletak di Baturaja, Palembang. SMBR selalu berusaha menjaga kontinuitas dan stabilitas pasokan semen dalam negeri di pulau Sumatera, khususnya di Sumatera Bagian Selatan, karena Semen Baturaja merupakan produsen semen tunggal untuk wilayah tersebut.

SMBR melantai pertama kali (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 28 Juni 2013 di harga 560/lembar saham. Harga tertinggi SMBR pernah mencapai 700 yaitu ketika hari pertama kali diperdagangkan di lantai BEI. Sedangkan harga terendah SMBR tercatat di level 242 pada tanggal 25 Agustus 2015.

Berikut Kinerja SMBR dari tahun 2011-2014:

Kinerja SMBRKinerja SMBR 2011-2014 (Source RTI)

Dari data gambar diatas (double klik gambar untuk memperbesar), kinerja perusahan terlihat bagus dimana penjualan (sales) selalu meningkat dari tahun ke tahun, sementara long term debt nya selalu menurun. Kinerja laba bersih perseroan juga selalu mencatatkan pertumbuhan:

  • Pada tahun 2011, SMBR mencatatkan Net Profit sebesar Rp. 252 Milyar.
  • Tahun 2012, SMBR mencatatkan Net Profit sebesar 299 Milyar (naik +18,6%)
  • Tahun 2013, SMBR mencatatkan Net Profit sebesar 312 Milyar (naik +4,3%)
  • Tahun 2014, SMBR mencatatkan Net Profit sebesar 328 Milyar (naik +5,1%)

Hingga kuartal III 2015 kinerja SMBR terlihat masih cukup positif dibanding dengan kinerja di periode sama tahun 2014. Terjadi peningkatan perolehan laba perseroan sebesar Rp. 264,66 miliar (+19,68%) dibandingkan periode yang sama tahun 2014 tercatat sebesar Rp. 221,14 miliar. Jika kinerjanya kita setahunkan, dengan asumsi kinerja per kuartalnya sama, maka laba 264,66 Milyar kita bagi 3 lalu dikalikan 4, akan kita peroleh laba akhir tahun menjadi sekitar Rp. 352 Milyar. Asumsi ini adalah asumsi konservatif, karena kita tahu kalau penjualan semen diakhir tahun akan meningkat seiring dengan penyerapan anggaran pemerintah di akhir tahun karena proyek-proyek pemerintah yang harus diselesaikan. Dengan asumsi laba di akhir tahun mencapai 352 Milyar, maka akan terjadi kenaikan Net Profit sebesar +7,3% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Dari ulasan diatas dapat kita lihat bahwa saham ini di hargai murah (undervalued) di bawah nilai wajarnya. Dengan rata-rata peningkatan kenaikan laba bersih sebesar +5,55% dalam 3 tahun terakhir (sejak IPO), maka harga SMBR “SANGAT TIDAK LOGIS” jika saat ini dihargai di level 303 (diskon 45% dari harga IPO) pada penutupan perdagangan hari ini tanggal 3 November 2015, mengingat kinerja perusahaan yang selalu meningkat dari tahun ke tahun dalam 3 tahun terakhir.

Dengan kinerja saat ini dimana PER 8,42x, PBV 1,04x, NPM 25,62% dan ROE 12,31%, ini sudah menunjukan kinerja yang cukup bagus dan murah.

Q3-2015 SMBRKinerja SMBR 3Q2015 (Source RTI)

Berikut kinerja industri semen yang listing di BEI hingga Bulan September 2015:

Year on year Growth:

  • National: -2,1%
  • SMGR: -3,7%
  • INTP: -7,8%
  • SMCB: -3,7%
  • SMBR: +29,2% (*)
  • Lainnya: +20,7%

Kwartal on Kwartal Growth (3Q2015):

  • National: +2,2%
  • SMGR: +6%
  • INTP: -7%
  • SMCB: +1,6%
  • SMBR: +15,8% (*)
  • Lainnya: +9,7%

Month on month Growth (September 2015):

  • National: +5,9%
  • SMGR: +10,2% (*)
  • INTP: +8,1%
  • SMCB: +9,4%
  • SMBR: +6,3%
  • Lainnya: -13,1%

Keterangan (*) tertinggi

Dari data diatas menunjukan bahwa prospek dan kinerja SMBR terlihat cukup bagus jika dibandingkan dengan perusahaan semen lainnya yang tercatat di BEI. Hal ini dimungkinkan karena mengingat beberapa proyek besar pemerintah yang saat ini sedang dikerjakan di Sumatera seperti proyek-proyek infrastruktur jalan tol trans Sumatera, LRT dan sarana olahraga dalam menyambut Asian Games 2018. Melihat prospeknya kedepan yang cerah, dimana kinerja SMBR dalam 2-3 tahun kedepan akan dibanjiri oleh proyek-proyek besar pemerintah tersebut, maka kedepan harga saham ini masih akan terus meningkat.

Lalu kenapa saham ini belum bergerak naik? Kemungkinan karena market share saham ini masih kecil. Seperti kita tahu bahwa Market Share selalu menjadi acuan bagi sebuah produk sangat laku atau tidak di pasar. Semakin kecil pangsa pasarnya maka produk tersebut akan semakin tidak dilirik oleh pedagang untuk diperdagangkan. Hal ini yang membuat likuiditas SMBR cenderung lebih kecil jika dibandingkan dengan perusahaan semen lainnya yang telah lisitng di BEI.

Market Share perusahaan semen yang listing di BEI 9M2015:

  • SMGR: 43,4%
  • INTP: 28,4%
  • SMCB: 14,3%
  • SMBR: 2,6%
  • Lainnya: 11,4%

Namun demikian ada parameter lain di dunia saham yang menjadi acuan investor dalam berinvestasi, yaitu profit atau keuntungan yang akan diperoleh oleh emiten kedepan. Dengan sales dan net profit yang selalu meningkat dari tahun ke tahun (sejak IPO), apalagi diperkirakan prospek kinerja dalam 2-3 tahun kedepan yang cemerlang, maka sangat disayangkan jika kita abaikan saham yang satu ini. Apalagi mengingat harganya yang telah terdiskon hampir 50% dari harga IPO nya (padahal kinerjanya selalu meningkat sejak dari IPO). Jika dibandingkan dengan saham-saham industri semen lainnya yang memiliki PER dikisaran 13-15x, maka seandainya SMBR naik ke level 500 (PER 13,8x) harganya  tergolong masih cukup wajar. Rekomendasi bagi investor saham: Buy.

Sementara dari analisa teknikal, SMBR masih bergerak naik di dalam mid term up trend channelnya yang terbentuk sejak 2 bulan lalu. Selama bertahan di dalam up trend channel tersebut, maka SMBR berpeluang menuju target terdekat di 330 dan target selanjutnya dikisaran 362-370, sebelum lanjut ke level 400. Indikator teknikal Stochastic yang bergerak turun, sedangkan MACD masih bergerak mendatar, mengindikasikan saham ini masih berkonsolidasi dengan kecenderungan menguat. Rekomendasi bagi trader saham: Buy. Stoploss level untuk trading di 294.

03November15-SMBR

Demikian analisa sederhana kami pada saham SMBR, semoga dapat membantu pembaca dalam menentukan investasi maupun trading di saham tersebut. Bagi Anda yang berminat untuk bergabung ke dalam Group Member Premium kami, dapat melihat ketentuannya dibagian Member Registration diatas.

Disclaimer ON

4 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*