IHSG: Potensi Rebound Terbatas Di Awal Pekan

Bursa AS mengakhiri perdagangan pada hari Kamis sebelum libur Good Friday dengan flat. Dow Jones naik tipis 13,14 poin (+0,08%) ke 17.515.73, S&P 500 turun tipis 0,77 poin  (-0,04%) ke 2,035.94 dan Nasdaq bertambah 4,64 poin (+0,1%) ke 4,773.51. Wall Street mengakhiri relinya selama 5 pekan, setelah komentar salah satu petinggi The Fed, James Bullard yang mengatakan akan kemungkinan kenaikan suku bunga AS pada bulan April jika data ekonomi mengizinkan, sehingga mendorong penguatan USD dan berimbas pada turunnya saham-saham sektor energi dan komoditas. Sepanjang pekan lalu, Dow Jones mengalami penurunan -0,49%, S&P 500 melemah -0,67% dan Nasdaq berkurang -0,46%.

Dari dalam negeri, IHSG ditutup terkoreksi 27,089 poin (-0,56%) ke 4.827,087 jelang libur long weekend pada kamis lalu. Investor asing membukukan net buy tipis dipasar reguler  sebesar Rp 9 Milyar. Pergerakan negatif IHSG sejalan dengan bursa global dan regional Asia yang tertekan di zona merah setelah harga minyak turun di bawah US$ 40/barel. Dengan pelemahan ini maka sepanjang pekan lalu IHSG terkoreksi sebesar -1,2%, dengan asing membukukan net buy sebesar Rp  48 Miliar dalam sepekan.

Laju negatif bursa saham dunia pada pekan lalu, sesuai dengan analisa kami sebelumnya. Kemungkinan naiknya Fed rate dalam waktu dekat kembali menjadi sorotan dan membuat USD menguat sehingga menekan pasar komoditas dan harga minyak. Penurunan harga minyak kembali ke bawah US$40/barel juga didorong oleh naiknya pasokan minyak AS.

Turunnya pasar saham dunia dan harga minyak mentah masih tergolong aksi profit taking wajar, mengingat rally penguatan yang terjadi sejak pertengahan bulan lalu. Saya sendiri tidak yakin The Fed akan menaikan suku bunganya pada bulan depan dalam FOMC statement tanggal 27 April 2016. Menurut pooling yang ada di CME Group FedWatch tool kemungkinan naiknya Fed rate pada bulan depan hanya sebesar 12%, seperti yang dapat dilihat pada gambar dibawah ini:

polling kenaikan fed rate di bulan april 2016Jadi komentar James Bullard hanyalah alasan yang digunakan oleh pelaku pasar untuk melakukan profit taking. Koreksi yang terjadi pada Dow Jones dan harga minyak, murni hanyalah karena faktor teknikal saja seperti yang kami ulas pada pekan sebelumnya DISINI.

Sementara itu koreksi yang terjadi pada IHSG juga telah memasuki hari ke-4 berturut-turut. Aksi profit taking wajar setelah memasuki libur long weekend, diperkirakan akan berakhir pada besok senin.  IHSG pada awal pekan besok diperkirakan berpeluang rebound, walaupun dari indikator teknikal masih terlihat cenderung melemah. Selain karena telah menyentuh support dari pola Rising Wedges, technically IHSG telah menutup gap bawah di 4813-4835, walaupun belum tertutup sempurna (karena low kemaren di 4817). Namun selama mampu bertahan diatas level support psikologis 4800, maka IHSG berpotensi untuk kembali berkonsolidasi dengan kecenderungan menguat terbatas di dalam pola rising wedge yang telah terbentuk. Untuk resisten IHSG pada pekan ini diperkirakan akan berada dikisaran 4900-4920. Sementara jika support 4800 gagal dipertahankan, maka support selanjutnya IHSG berada di level 4760.

27Maret16-IHSG

Untuk awal pekan ini tidak data penting yang akan dirilis baik dari dalam maupun luar negeri. Hanya agenda pernyataan dari beberapa pejabat tinggi The Fed yang akan dicermati oleh investor, khususnya pidato Janet Yellen pada hari selasa, yang akan dipakai sebagai petunjuk arah kebijakan Fed rate. Sedangkan pada hari Rabu akan rilis data pesediaan minyak dan ADP employment AS. Pada akhir pekan jum’at tanggal 1 April, seperti biasa di awal bulan akan rilis data  manufaktur dan inflasi Indonesia. Sementara dari luar negeri, banyak data penting yang akan dirilis seperti data tenaga kerja AS, data manufaktur AS, China dan Inggris, serta tingkat pengangguran zona Euro.

Prediksi saya, IHSG akan berkonsolidasi cenderung menguat di awal hingga pertengahan pekan ini, karena banyak rilis laporan kinerja keuangan emiten FY 2015 yang batas waktunya akhir bulan ini. Lalu pada akhir pekan, IHSG akan bergerak volatile cenderung sideways, seiring dengan banyaknya data ekonomi yang akan dirilis baik dari dalam maupun luar negeri.  Bagi trader dapat menggunakan kesempatan ini untuk trading jangka pendek pada saham-saham tertentu. Sementara bagi investor, apabila terjadi koreksi dapat melakukan akumulasi pada saham-saham yang berkinerja bagus dan memiliki prospek yang cerah kedepannya.

Untuk sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas khusus di area member premium. Jangan lupa untuk selalu kontrol resiko dan disiplin dengan trading plans yang telah dibuat. Dan bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, ide trading, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *