Berada Dipersimpangan, Kemana IHSG Akan Bergerak??

Wall Street ditutup menguat pada perdagangan akhir pekan, ditopang oleh membaiknya data tenaga kerja dan data sektor manufaktur yang mendorong keyakinan bahwa ekonomi AS akan tumbuh sesuai harapan. Departemen tenaga Kerja AS merilis data nonfarm payrolls sebanyak 215 ribu (diatas ekspektasi) pada bulan Maret. Sementara tingkat pengangguran naik tipis menjadi 5% dan data manufaktur tumbuh menjadi 51,8. Dow Jones menguat 107,66 poin (+0,61%) dan berakhir di level 17.792,75, S&P 500 naik 13,04 poin (+0,63%) menjadi 2.072,78 dan Nasdaq bertambah 44,70 poin (+0,92%) ke level  4.914,54. Pernyataan pimpinan The Fed, Janet Yellen yang akan hati-hati untuk menaikkan suku bunga AS pada pertengahan pekan, membantu bursa saham AS menguat pada pekan lalu, sehingga Dow Jones tumbuh +1,58%, S&P 500 naik +1,81% dan Nasdaq melonjak +2,95%.

Dari dalam negeri, IHSG mengakhiri perdagangan akhir pekan cenderung flat, dengan di tutup melemah tipis 2,185 poin (-0,05%) ke level 4.843,186, mengikuti pelemahan bursa regional Asia Pasifik.  Investor asing membukukan net buy dipasar reguler sebesar Rp 175 Milyar. Sepanjang pekan IHSG berhasil menguat +0,33%, ditopang oleh rilis data ekonomi, paket kebijakan ekonomi pemerintah dan turunnya BBM serta menguatnya nilai tukar Rupiah. Investor asing juga tercatat membukukan posisi net buy dipasar regular sebesar Rp. 293 Miliar dalam sepekan.

IHSG sempat turun tajam di awal perdagangan pekan lalu dan mematahkan support pola rising wedges (garis patah-patah warna abu-abu). Patahnya support tersebut membuat trend naik jangka pendek IHSG berakhir. Walaupun IHSG akhirnya mampu rebound di pertengahan pekan, ditopang oleh sentimen positif dari pernyataan Janet Yellen yang menunjukkan sikap dovish dan paket kebijakan ekonomi pemerintah serta turunnya BBM dan TDL, tapi hal ini belum menjamin bahwa IHSG akan kembali dalam trend naik.

02April16-IHSG

Dari chart diatas, terlihat bahwa technically saat ini IHSG masih berkonsolidasi dan dalam persimpangan arah.  Ada 2 skenario IHSG akan bergerak pada pekan ini:

  1. Skenario Naik: Walaupun pola rising wedges telah patah, namun IHSG masih tertahan oleh support trend naik jangka pendek baru (garis trendline warna hijau). Jika mampu bertahan di support trend naik jangka pendek barunya tersebut, lalu mampu naik menembus keatas level  4885, maka IHSG akan kembali melanjutkan trend penguatannya dan diperkirakan dapat menuju level 4975 sebagai targetnya.

02April16-IHSG-skenario1

  1. Skenario Turun: Apabila IHSG kembali melemah dengan menembus kebawah level 4760, maka IHSG mengkonfirmasi pembentukan pola Head & Shoulder, sehingga dapat turun menuju target dikisaran 4620. Indikator teknikal MACD telah menunjukan pola divergence negatif. Sementara ini MACD masih bergerak mendatar cenderung menurun, dengan histogram bar hijau naik diarea negatif, mengindikasikan kecenderungan IHSG masih berkonsolidasi dengan kecenderungan melemah.

           02April16-IHSG-skenario2

Saya berharap skenario pertama yang akan terjadi. IHSG berlanjut naik… and everybody happy. Tapi yang namanya harapan kadang tidak sesuai dengan kenyataan. Jadi saya tidak mau hanya berharap-harap saja, karena biasanya harapan ini yang akan membuat kita mengalami loss banyak jika tidak berjalan sesuai ekspektasi. Saran saya… Just follow the market, because market is always right.

Saya justru khawatir, skenario kedua yang akan berjalan pada IHSG. Mengapa? Karena semua berita positif di market telah keluar dan IHSG masih terlihat berat untuk melanjutkan penguatannya. Memang investor asing masih melakukan posisi net buy tapi juga tidak banyak. Kedepan saya malah khawatir jika berita negatif mulai muncul, investor akan melakukan profit taking, mengingat rally kenaikan IHSG telah berlangsung sejak pertengahan desember tahun lalu.

Dari luar negeri, harga minyak mentah mulai turun tajam sebesar -4% ke level US$ 36,6/barrel pada akhir pekan lalu. Kedepan, earning emiten yang tergabung dalam S&P 500 sepanjang Q1-2016 diperkirakan akan mengalami penurunan sebesar -7%. Sementara dari dalam negeri, semua Lapkeu kinerja FY 2015 telah rilis. Dan saat ini investor bersiap untuk menunggu rilisnya kinerja emiten Q1-2016 pada akhir bulan ini. Sedangkan untuk pekan ini investor mencermati rilis data kepercayaan konsumen pada hari selasa dan data cadangan devisa Indonesia pada hari kamisnya.

Sementara beberapa data ekonomi global dan agenda penting yang akan jadi perhatian para pelaku pasar pada pekan ini adalah:

  • Hari Senin: rilis data pengangguran Zona Euro
  • Hari Selasa: rilis data ISM Non Manufaktur PMI dan Neraca perdagangan AS.
  • Hari Rabu: rilis data persediaan minyak AS dan FOMC Meeting Minutes.
  • Hari Kamis: rilis data cadangan devisa China dan Pernyataan Presiden ECB Mario Draghi.
  • Hari Jum’at: pernyataan Ketua Fed Janet Yellen

Untuk sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. Bagi trader untuk sementara lebih baik trading jangka pendek dulu pada saham-saham tertentu, sambil melihat kondisi kemana arah IHSG akan bergerak. Perhatikan level 4760, jika tembus kebawah level tersebut maka sebaiknya hati-hati.

Jangan lupa untuk selalu kontrol resiko dan disiplin dengan trading plans yang telah dibuat. Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas khusus di area member premium. Dan bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, ide trading, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*