IHSG: Masih Ada Potensi Naik Pada Pekan Ini

Bursa AS menguat pada perdagangan akhir pekan, menyambut pernyataan ketua The Fed Janet Yellen yang akan menaikkan suku bunga AS dalam beberapa bulan ke depan. Pernyataan Yellen sangat penting sebagai petunjuk bahwa ekonomi AS telah cukup membaik dan menumbuhkan kepastian bagi investor bahwa suku bunga acuan The Fed akan naik bulan Juni atau Juli mendatang. Dow Jones di tutup naik 44,93 poin (+0,25%) menjadi 17.873,22 poin, S&P 500 menguat 8,96 poin (+0,43%) menjadi 2.099,06 dan Nasdaq bertambah 31,74 poin (+0,65%) menjadi 4.933,51. Sepanjang pekan kemaren, Dow Jones menguat +2,13%, S&P 500 naik +2,28 persen dan Nasdaq bertambah +3,44%.

Dari dalam negeri, IHSG mengakhiri perdagangan di akhir pekan dengan ditutup naik 30,166 poin (+0,63%) ke level 4.814,731. Kenaikan ini seiring dengan kondisi dari bursa regional yang juga mulai kondusif, serta aksi beli dari investor asing yang membukukan net buy sebesar Rp. 317 milyar di pasar reguler. Sepanjang pekan lalu, investor asing mulai masuk kembali dengan melakukan pembelian bersih sebesar Rp. 1,068 triliun di pasar reguler, membuat IHSG berhasil rebound dengan menguat +2,18% dan mengakhiri koreksi yang terjadi dalam 4 pekan beruntun.

Akhirnya IHSG berhasil keluar dari tekanan jual jangka pendek, setelah berhasil rebound dan keluar dari short term down trend channelnya.  IHSG berhasil naik dan ditutup di atas level 4800 untuk pertama kalinya sejak 2 pekan lalu. Technically, trend turun jangka pendek IHSG telah berakhir dan saat ini sedang mencoba untuk bergerak menguat lagi. Indikator teknikal Stochastic masih bergerak naik, sedangkan MACD telah golden cross dengan histogram bar naik diatas centreline, mengindikasikan kecenderungan IHSG masih bergerak positif dalam jangka pendek. Untuk pekan ini, IHSG diperkirakan akan mencoba melanjutkan kenaikan jangka pendeknya dengan menguji resisten di 4872. Sementara untuk level support pekan ini, diperkirakan akan berada di level 4760.

29Mei16-IHSG

Pekan ini yang perlu diperhatikan adalah akhir bulan tanggal 31 Mei, yang merupakan hari terakhir dari rebalancing MSCI Indeks. Jadi jangan heran kalau tiba-tiba ada perubahan harga yang signifikan pada saham-saham tertentu maupun IHSG pada saat pre closing jam 16.00 WIB. Perhatikan saham-saham yang masuk atau keluar dari indeks MSCI tersebut, maupun saham-saham yang akan mengalami penambahan ataupun pengurangan bobot. Dengan strategi trading yang tepat biasanya dapat memberikan profit yang cukup lumayan.

Selain itu pada pertengahan bulan, seperti biasa tanggal 1 akan dirilis data inflasi. Berdasarkan hasil survey pemantauan harga yang dilakukan oleh BI, inflasi hingga pekan ketiga Mei sebesar 0,19%. Jadi cukup terkendali, sehingga target inflasi pemerintah tahun ini sebesar 4% plus minus 1%, masih on the track dan memungkinkan untuk dicapai. Sementara dari luar negeri, data ekonomi dan agenda yang akan menjadi perhatian dari para pelaku pasar adalah:

  • Hari Senin: Bursa AS libur Memorial Day
  • Hari Selasa: Rilis tingkat pengangguran zona eropa dan rilis data kepercayaan konsumen AS
  • Hari Rabu: Rilis data manufacturing China, rilis data tenaga kerja ADP dan manufacturing AS
  • Hari Kamis: Press Konferensi ECB dan keputusan suku bunga ECB , Meeting OPEC, rilis data klaim pengangguran AS, serta cadangan minyak AS.
  • Hari Jum’at: rilis data neraca perdagangan AS, Non Farm Payroll dan tingkat pengangguran AS

Secara teknikal, bursa global masih ada peluang untuk menguat pada pekan ini walaupun terbatas. Namun memasuki pekan ke-2 dan 3 bulan Juni, diperkirakan pelaku pasar akan mulai berhati-hati. Investor akan mengantisipasi FOMC meeting dan Brexit pada pertengahan bulan. The Fed akan melakukan pertemuan pada 14-15 Juni 2016, sementara Inggris akan memilih untuk tetap atau meninggalkan zona Euro melalui  hasil referendum tanggal 23 Juni 2016. Jelang agenda tersebut, biasanya pasar saham dunia akan cenderung bergerak volatile dan tertekan.

Bulan Juni 2016 memang menjadi periode paling critical buat market, dikarenakan banyak agenda penting yang akan diumumkan pada periode tersebut. Agenda positif datang dari dalam negeri yaitu terkait dengan kebijakan pengampunan pajak oleh pemerintah yang diperkirakan RUU nya akan selesai dibahas dengan DPR pada pertengahan bulan Juni untuk kemudian disahkan menjadi Undang-undang. Kemungkinan rencana tax amnesty ini dapat terealisasi awal Juli 2016. Selain itu, ada juga spekulasi bahwa S&P akan memberikan peringkat investment grade kepada Indonesia pada bulan Juni. Jika kedua hal tersebut dapat terlaksana, akan menjadi sentimen positif bagi IHSG untuk bulan depan.

Sementara resiko pasar datang dari external, terkait keputusan The Fed soal kenaikan suku bunga, dimana kecenderungannya akan kembali naik pada Juni mendatang. Kenaikan suku bunga AS dapat mendorong terjadinya capital outflows pada pasar keuangan dalam negeri, sehingga membuat pelemahan pada nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Selain itu faktor Brexit, yaitu peluang keluarnya Inggris dari zona euro, akan menambah ketidakpastian market di Eropa dan global. Walaupun tampaknya pelaku pasar sudah mulai siap menerima kenaikan suku bunga AS dan tipisnya peluang Inggris untuk keluar dari Zona Euro, tapi tetap saja akan ada gejolak di market jelang deadline waktu agenda tersebut.

Tidak perlu khawatir terlalu berlebih dalam menyikapi agenda-agenda tersebut. Walaupun ada resiko tapi tetap ada peluang di market. Stay cautious optimism, artinya tetap optimis dan yakin pada IHSG, namun tetap waspada dan selalu siap dengan kemungkinan yang sulit.

Untuk sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. Perkiraan saya pekan ini IHSG kemungkinan akan bergerak sideways cenderung menguat terbatas. Dari kondisi teknikal, IHSG masih ada potensi untuk naik dalam jangka pendek. Jadi tetap selective trading pada saham-saham tertentu dan selalu kontrol resiko serta disiplin dengan trading plans yang telah dibuat. Sementara bagi investor, dapat mengakumulasi saham-saham yang turun namun memiliki kinerja bagus dan prospek cemerlang kedepan.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas khusus di area member premium. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, ide trading, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *