Pekan Ini IHSG Diperkirakan Akan Bergerak Mixed Dan Cenderung Sepi Transaksi

Bursa saham AS bergerak melemah pada perdagangan akhir pekan didorong oleh rilis data tenaga kerja yang melemah secara mengejutkan, membuat pelaku pasar ragu terhadap kondisi ekonomi AS dan kenaikan suku bunga bank The Fed dalam waktu dekat. Ekonomi AS hanya mampu menciptakan jumlah tenaga kerja 38 ribu pada Mei, yang merupakan terlemah dalam 6 tahun terakhir dan jauh di bawah ekspektasi 164 ribu. Dow Jones di tutup melemah 31,5 poin (-0,18%) ke level 17.807,06, S&P 500 merosot 6,13 poin (-0,29%) menjadi 2.099,13 dan Nasdaq turun 28,85 poin (-0,58%) ke 4.942,52. Dengan pelemahan ini, maka sepanjang pekan Dow Jones turun -0,37%, S&P 500 bergerak flat hanya naik tipis +0,07 poin, sedangkan Nasdaq bertambah +0,18%.

Dari dalam negeri, mengakhiri perdagangan akhir pekan IHSG ditutup menguat 20,697 poin (+0,43%) ke level 4.853,922, terimbas oleh penguatan bursa saham regional dan aksi beli investor asing yang membukukan net buy sebesar Rp. 104 miliar dipasar reguler. Sepanjang pekan lalu, IHSG berhasil naik +0,71% dan melanjutkan kenaikan untuk dua pekan berturut-turut, dengan disertai masuknya aliran dana asing sebesar Rp. 1,41 Triliun dalam sepekan.

Sesuai analisa kami pada pekan sebelumnya KLIK DISINI, IHSG berhasil melanjutkan kenaikannya setelah keluar dari short term downtrend channelnya. Saat ini IHSG bergerak naik dan kembali bertahan diatas level 4800. Technically, trend jangka pendek IHSG kembali berupa trend naik, setelah bergerak didalam uptrend channelnya. Indikator teknikal RSI masih bergerak naik bersiap memasuki area overbought, sementara MACD bersiap cross up keatas centreline, dengan didukung oleh histogram bar hijau yang meningkat diarea positif. Dari kondisi teknikal tersebut, mengindikasikan bahwa IHSG masih berada dalam trend positif naik jangka pendek.  Untuk pekan ini, IHSG diperkirakan akan bergerak dengan support di kisaran 4760-4792, sedangkan untuk resistennya diperkirakan berada dikisaran 4900-4920.

05Juni16-IHSG

Mengecewakannya data tenaga kerja AS, membuat pelaku pasar mulai meragukan rencana kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan Juni dan Juli. Pelaku pasar mulai meragukan kekuatan ekonomi AS jelang naiknya suku bunga The Fed. Hal ini membuat USD melemah terhadap mayoritas mata uang dunia dan membuat nilai tukar Rupiah menguat dan di tutup dikisaran level 13.400-an per USD pada akhir pekan kemaren. Diragukannya kenaikan suku bunga AS turut mendorong kenaikan pada bursa emerging market pada akhir pekan lalu. Indeks MSCI Emerging market pada jum’at pekan kemaren di tutup menguat +1,53%. Demikian juga dengan MSCI Indonesia indeks atau yang biasa disingkat EIDO berhasil naik +1,86%, sehingga diperkirakan akan memberikan sentimen positif bagi pergerakan IHSG pada senin besok.

Walaupun di awal pekan IHSG berpeluang melanjutkan kenaikannya tapi diperkirakan akan terbatas.  Karena mulai besok, bursa kita akan mengawali perdagangan di Bulan Ramadhan selama sebulan penuh dan dilanjutkan dengan libur Lebaran. Biasanya volume transaksi saham cenderung menurun pada bulan puasa. Selain itu, perhelatan sepak bola Copa America Centenario 2016 dan Euro France 2016 yang telah dan akan dimulai diperkirakan akan menarik perhatian trader maupun investor ritel untuk beralih sementara dari pasar saham ke sepak bola.

Perkiraan kami, memasuki pertengahan pekan bulan ini, kemungkinan likuiditas di IHSG akan cenderung menurun karena investor akan condong untuk menahan diri dalam bertransaksi. Karena selain agenda bulan puasa dan event sepak bola, pelaku pasar juga akan mencermati FOMC meeting dan Brexit vote pada pertengahan bulan ini. Mengecewakannya data tenaga AS yang dirilis pada akhir pekan lalu, akan memperpanjang ketidakpastian waktu kenaikan Fed rate. Sementara brexit vote yang akan digelar pada tanggal 23 Juni 2016, akan menentukan nasib Inggris untuk tetap berada di zona Euro atau keluar.  Keputusan dari FOMC meeting dan Brexit vote ini akan berdampak besar bagi pasar keuangan dan pasar saham dunia. Ketidakpastian dari hasil tersebut akan meningkatkan ketidakpastian pada market, terutama mendekati pengumuman keputusannya, sehingga mendekati tanggal keputusan pelaku pasar akan cenderung wait and see.

Untuk pekan ini, pelaku pasar akan mencermati pernyataan pimpinan bank sentral AS, Janet Yellen pada awal pekan besok untuk mencari petunjuk langkah bank sentral AS selanjutnya.  Selebihnya berikut adalah agenda dan data ekonomi penting yang akan menjadi perhatian dari para pelaku pasar pada pekan ini:

  • Hari Senin: Pernyataan Ketua Fed Janet Yellen
  • Hari Selasa: Rilis data cadangan devisa China, Rilis GDP growth rate zona euro
  • Hari Rabu: Rilis data perdagangan China, rilis data persediaan minyak AS
  • Hari Kamis: Rilis data inflasi China, Pernyataan Ketua ECB Mario Draghi, Rilis data klaim pengangguran AS
  • Hari Jum’at: Rilis data consumer sentiment AS

Sedangkan dari dalam negeri, data ekonomi yang jadi perhatian investor pada hari selasa adalah rilis data cadangan devisa, hari rabu rilis data kepercayaan konsumen, serta hari kamis rilis data penjualan ritel dan penjualan mobil.

Sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. Perkiraan saya pekan ini IHSG kemungkinan akan menguat di awal pekan, lalu akan bergerak sideways cenderung rawan profit taking diakhir pekan.  IHSG diperkirakan akan melanjutkan penguatannya dengan mencoba menguji area resisten 4872 pada awal pekan. Sementara untuk level supportnya diperkirakan akan berada di 4820. Jika mampu menembus dan melewati resisten 4872, maka IHSG akan menguji area resisten kuat di 4900-4920. Waspada potensi terjadinya profit taking di pekan ini, terutama apabila IHSG gagal melewati resisten kuat di 4900-4920.

Bagi trader disarankan untuk berhati-hati dalam menerapkan pola trading jangka pendek. Tetap selective trading pada saham-saham tertentu dan selalu kontrol resiko serta disiplin dengan trading plans yang telah dibuat. Sementara bagi investor, dapat mengakumulasi saham-saham yang turun namun memiliki kinerja bagus dan prospek cemerlang kedepan. Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas khusus di area member premium. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, ide trading, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

“Akhir kata, saya ucapkan selamat menjalankan ibadah puasa bagi member dan pembaca setia website ini yang menjalankannya. Mohon maaf lahir dan bathin”

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*