Bursa Global Mulai Tertekan Jelang Brexit, Bagaimana Dengan IHSG?

Bursa saham AS di tutup melemah untuk hari kedua berturut-turut pada akhir pekan terseret oleh anjloknya Bursa Eropa,  setelah dalam jajak pendapat mengenai Brexit menunjukkan adanya kenaikan besar pada yang memilih Inggris untuk keluar, ketimbang yang memilih untuk tetap di Uni Eropa. Dow Jones di tutup turun 119,85 poin (-0,67%) menjadi 17.865,34, S&P 500 melemah 19,41 poin (-0,92%) ke level 2.096,07 dan Nasdaq berkurang 64,07 poin (-1,29%) ke 4,894.55. Kekhawatiran tentang kondisi ekonomi global dan referendum Inggris (BREXIT), serta mulai turunnya harga minyak, membuat Wall Street di tutup bervariasi dalam sepekan. Sepanjang pekan lalu, Dow Jones berhasil menguat +0,33%, sedangkan S&P 500 melemah -0,15% dan Nasdaq turun -0,97%.

Sementara dari dalam negeri, mengakhiri perdagangan akhir pekan IHSG ditutup melemah 28,738 poin (-0,59%) ke level 4.848,056, sehingga melanjutkan koreksi menjadi 3 hari berurutan. Investor asing membukukan net sell sebesar Rp 231 milyar di pasar regular.  Setelah sempat mencapai level tertingginya tahun ini di level 4.940 pada rabu lalu, IHSG perlahan-lahan turun akibat aksi profit taking dan akhirnya meninggalkan level psikologis 4.900, seiring merosotnya pasar saham dunia. Dalam sepekan,  IHSG ditutup melemah -0,12%. Walaupun terkoreksi sepanjang pekan lalu, namun dana asing masih mengalir masuk ke bursa sebesar Rp. 805 Milyar.

Seperti perkiraan pekan sebelumnya, IHSG bergerak mixed dan terkena profit taking setelah gagal bertahan di level 4900. Pelaku pasar mulai melakukan profit taking setelah pemerintah dan bank dunia menurunkan pertumbuhan ekonomi Indonesia, serta seiring ketidakpastian dari kondisi pasar saham dunia. Walaupun The Fed kemungkinan besar tidak akan menaikan suku bunganya pada pertemuan pertengahan bulan ini, namun diturunkannya pertumbuhan ekonomi global dari 2,9% menjadi 2,4% oleh World Bank, dan mulai turunnya harga minyak dari level tertinggi tahun ini serta jelang referendum Brexit dua pekan lagi, membuat pasar saham global terlihat cukup tegang di akhir pekan.

Pekan ini, pelaku pasar akan mencermati data neraca perdagangan yang akan dirilis pada hari Rabu dan keputusan BI Rate pada hari kamis yang diperkirakan akan tetap dipertahankan oleh BI di level 6,75%. Sementara dari luar negeri, agenda dan data ekonomi penting yang akan menjadi perhatian dari para pelaku pasar pada pekan ini adalah:

  • Hari Senin: Rilis data produksi industri China
  • Hari Selasa: Rilis data penjualan ritel AS
  • Hari Rabu: Rilis data persediaan minyak AS
  • Hari Kamis: Pernyataan BOJ, Keputusan suku bunga The Fed, press konferensi dan pernyataan proyeksi ekonomi AS, serta rilis data klaim pengangguran AS dan Data inflasi AS
  • Hari Jumat: Pernyataan ketua ECB Mario Draghi dan rilis data perumahan AS

Banyaknya agenda ekonomi dan data penting yang akan dirilis pada pekan ini akan membuat pasar saham untuk bergerak fluktuatif. IHSG diperkirakan kemungkinan masih berpotensi untuk bergerak turun dalam jangka pendek.

Technically, trend naik jangka pendek IHSG telah patah, sehingga masih ada potensi untuk melemah lebih lanjut. Walaupun demikian, jika diperhatikan trend jangka menengah, IHSG masih konsolidasi cenderung naik, sehingga kondisi teknikal IHSG sementara ini belum terlihat mengkhawatirkan. Dari indikator teknikal Stochastic telah death cross dan keluar dari area overbought. Sedangkan MACD masih bergerak naik diatas centreline, walaupun kenaikan mulai tertahan. Sehingga dari kondisi ini dapat disimpulkan bahwa IHSG masih cenderung melemah terbatas, namun masih ada potensi rebound dan menguat lagi. Terutama jika Rancangan UU Pengampunan Pajak telah rampung dibahas oleh DPR  pada pekan ini.

12Juni16-IHSG

Untuk pekan ini, IHSG diperkirakan akan bergerak dengan support di 4760-4786, sedangkan untuk level resistennya diperkirakan akan bergerak dikisaran 4881-4900. Support terdekat IHSG berada di 4815, kemungkinan berpotensi untuk diuji pada awal pekan besok. Jika dapat bertahan di support tersebut, ada potensi IHSG untuk rebound terbatas.

Sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. Memasuki pekan ke-2 bulan Ramadhan dan telah dimulainya perhelatan Euro France 2016, ditengah trend turun jangka pendek yang tengah berlangsung akibat meningkatnya ketidakpastian pada market global jelang FOMC dan brexit vote, untuk itu disarankan lebih barhati-hati.

Meskipun konsolidasi jangka menengah seperti ini adalah wajar setelah market mengalami rally kenaikan selama 2 pekan, namun akan lebih bijaksana untuk melakukan wait & see sambil menunggu redanya tekanan jual. Bagi trader tetap disarankan untuk selective trading pada saham-saham tertentu dan selalu kontrol resiko serta disiplin dengan trading plans yang telah dibuat. Sementara bagi investor, penurunan jangka pendek ini merupakan kesempatan untuk mengakumulasi saham-saham yang berkinerja bagus dan memiliki prospek cemerlang kedepan. Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas khusus di area member premium.

Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, ide trading, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*