Pasca Brexit, Bagaimana IHSG Akan Bergerak?

Wall Street pada penutupan perdagangan akhir pekan di tutup turun tajam bersamaan dengan rontoknya bursa saham dunia, setelah terjadi aksi jual terbesar dalam 10 bulan dipicu oleh hasil keputusan Inggris untuk meninggalkan Uni Eropa (Brexit). Dow Jones anjlok 610,32 poin (-3,39%) menjadi 17.400,75. S&P 500 kehilangan semua keuntungan tahun ini dan mengalami penurunan terbesar sejak akhir Agustus tahun lalu, dengan kehilangan 76.02 poin (-3,6%) ke posisi 2.037,3. Nasdaq turun 202,06 poin (-4,12%) menjadi 4.707,98. Koreksi ini menjadikan Bursa AS mengalami penurunan periode mingguan terbesar sejak Februari, dengan Dow Jones turun -1,55%, S&P 500 melemah -1,63% dan Nasdaq berkurang -1,92%.

Sementara dari dalam negeri, setelah di perdagangan sesi I ditutup anjlok hingga -2,28% terimbas oleh keluarnya Inggris dari Uni Eropa, IHSG akhirnya di tutup hanya turun 39,74 poin (-0,82%) ke level 4.834,569 pada akhir pekan. Investor asing membukukan net sell tipis sebesar Rp. 32 Milyar dipasar reguler. Sentimen yang mixed,  mewarnai perdagangan pekan lalu.  Pernyataan DPR bahwa RUU Tax Amnesty bakal selesai sebelum tanggal 28 Juni, tertutupi oleh sentimen negatif dari Brexit. Sepanjang pekan IHSG berakhir flat-turun tipis 0,574 poin (-0,015%), dengan dana asing tercatat masuk senilai Rp. 646 milyar dalam sepekan.

Pasar saham dunia tergoncang di akhir pekan menyusul kemenangan kubu Brexit dalam refrendum Inggris Raya. Hampir semua pasar keuangan global panik merespon hasil refrendum yang tidak diduga sebelumnya. Pasca Brexit, ekonomi Inggris akan memasuki babak baru yang disebut sebagai ‘uncertainty and adjustment’. Indeks saham Eurostoxx di Uni Eropa anjlok -8,5%. Poundsterling turun tajam dan berada di level terendah dalam 30 tahun terakhir. Sementara harga minyak mentah di AS langsung melorot -5,07% ke level USD 47,57/barel. Pelaku pasar beralih ke aset yang aman (save haven) seperti emas yang melonjak +4,7% di USD 1319,10/tray onz. Investor juga memburu Yen Jepang yang sempat melonjak +7,2% terhadap dolar AS hingga di 99,02 yen/USD, sebelum akhirnya di tutup ke level 102,22 yen/USD.

Bank Of Japan (BOJ) menjanjikan tambahan pasokan Yen ke pasar untuk menstabilkan pasar uang, mengingat sepanjang tahun ini (YTD) Yen telah menguat +17% terhadap USD. Sementara Bank Of England (BoE) diperkirakan akan memangkas bunga acuannya 50 bps di pertemuan Juli mendatang untuk mengantisipasi krisis ekonomi negaranya pasca keputusan keluar dari Uni Eropa. BoE juga menanjikan tambahan dana stimulus ke pasar keuangan hingga GBP 250 miliar (senilai USD 345 miliar).  BoE dan ECB diperkirakan akan bertindak untuk menenangkan pasar dengan menangani likuiditas yang kemungkinan akan mengetat. Disisi lain, The Fed diperkirakan akan menunda kenaikan Fed Rate hingga tahun depan akibat ketidakpastian di market pasca brexit.

Hampir mayoritas semua pasar finansial dunia mengalami peningkatan volatilitas setelah diluar perkiraan Inggris memilih hengkang dari Uni Eropa. Melihat kondisi tersebut, lalu bagaimana dampak dari brexit terhadap ekonomi Indonesia? Jika melihat hubungan perdagangan antara Indonesia dengan Inggris yang tidaklah terlalu besar, hanya 0,9% dan ke Uni Eropa sekitar 10% an, maka dampak sacara langsung diperkirakan akan minim. Namun demikian dampak psikologi dalam jangka pendek akan berasa karena kita memang tidak bisa lepas dari globalisasi. Kalau domestik kita baik-baik saja, akan tetapi globalnya tidak kondusif maka secara tidak langsung akan berdampak ke Indonesia walaupun hanya temporary sifatnya. Diharapkan pekan ini sentimen Brexit akan mereda, terutama apabila RUU Tax Amnesty bisa selesai pembahasannya di DPR, akan menjadi sentimen positif bagi IHSG.

Secara teknikal, IHSG gagal melanjutkan kenaikannya keatas level 4900 pada pekan lalu. Indikator teknikal Stochastic dan MACD telah death cross, meskipun cenderung bergerak sideways. Dari kondisi ini menunjukkan bahwa IHSG saat ini masih berkonsolidasi condong melemah dalam jangka pendek. Support IHSG terdekat berada di 4789 dengan support-support selanjutnya ada di 4754 dan 4697. Sedangkan untuk resistennya berada di level 4900 hingga 4940.

26Juni16-IHSG

Untuk pekan ini perhatian pelaku pasar masih akan fokus pada dampak dari Brexit dan langkah-langkah yang akan diambil oleh bank2 sentral di dunia dalam meredam gejolak yang ada di market. Sementara dari dalam negeri, tidak ada data penting yang akan dirilis. Hanya ada beberapa agenda penting yang ditunggu oleh investor diantaranya adalah penyelesaian pembahasan RUU Tax amnesty di DPR, keluarnya paket kebijakan ekonomi 13 dari pemerintah dan antisipasi window dressing jelang berakhirnya 1H-2016. Sementara dari luar negeri, agenda dan data ekonomi penting yang akan menjadi perhatian dari para pelaku pasar pada pekan ini adalah:

  • Hari Selasa: Rilis data GDP dan indeks keyakinan konsumen AS
  • Hari Rabu: Rilis data persediaan minyak AS
  • Hari Kamis: Rilis data Laporan neraca perdagangan Inggris dan Rilis Data klaim pengangguran AS
  • Hari Jum’at: Rilis data manufaktur China, Inggris dan AS

Sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. Untuk awal pekan, potensi penurunan market diperkirakan masih bisa berlanjut. Market akan melanjutkan volatilitasnya, walaupun akan berkurang jelang libur panjang lebaran.  Bagi investor, peluang positif dari penurunan tajam pada pasar saham dapat dilihat sebagai penawaran diskon harga yang menarik  untuk dilakukan akumulasi. Namun demikian lebih disarankan untuk melakukan akumulasi setelah meredanya sentimen Brexit ini atau setelah penurunan mencapai area bottom-nya. Investor dapat melakukan akumulasi buy pada saham-saham konstruksi, properti, dan konsumer yang memiliki kinerja bagus dan prospek cerah kedepan yang telah terdiskon. Bagi para trader harian juga dapat memanfaatkan momen volatilitas ini untuk melakukan trading pendek dan cepat. Tetap tenang dan sikapi sentimen Brexit ini dengan berpikir rasional.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas khusus di area member premium. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, ide trading, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *