Masih Dalam Trend Naik, Koreksi IHSG Diperkirakan Hanya Sementara

Bursa Wall Street naik pada perdagangan akhir pekan, didorong oleh saham-saham sektor telekomunikasi ditengah laporan laba perusahaan yang bervariasi. Laporan manufaktur AS yang di atas ekspektasi juga menjadi salah satu faktor pendorong kenaikan Bursa AS di tutup di zona positif. Dow Jones naik 53,62 poin (+0,29%) ke level 18.570.85, S&P 500 menguat 9,86 poin (+0,46%) ke 2.175.03 dan Nasdaq menambahkan 26,26 poin (+0,52%) menjadi 5.100.16. Wall Street memperpanjang level positif untuk pekan keempat secara berturut-turut. Indeks S&P 500 dan Dow Jones sudah menembus rekor tertingginya sepanjang masa dalam dua pekan terakhir ini, ditopang  oleh laporan perekonomian AS yang mulai membaik. Sepanjang pekan, Dow Jones berhasil menguat +0,29%, S&P 500 naik +0,61% dan Nasdaq bertambah +1,4%.

Dari dalam negeri,  IHSG ditutup melemah 19,722 poin (-0,38%) ke level 5.197,251.  Aksi jual investor asing sebesar Rp. 188 milyar di akhir pekan dorong tekanan pada IHSG. Lonjakan IHSG sepanjang pekan ini tertahan oleh keputusan BI yang menahan suku bunga di level 6,5%. Walaupun terjadi aksi profit taking dalam 2 hari terakhir, namun IHSG masih mencatatkan pertumbuhan mingguan positif dengan naik +1,7% dan memperpanjang kenaikan menjadi 3 pekan berturut-turut. Sepanjang pekan lalu, aliran dana asing yang masuk juga belum berhenti, tercatat net buy sebesar Rp. 1,63 triliun.

Jelang akhir pekan Bursa Regional mulai terlihat berkonsolidasi setelah memudarnya harapan stimulus dari bank sentral global. Setelah BOE (Bank Sentral Inggris), menyusul langkah ECB (Bank Sentral Eropa) yang tidak mengumumkan kebijakan pelonggaran baru, karena masih membutuhkan kajian terhadap proyeksi data ekonomi hingga September mendatang, dimana pada bulan tersebut dampak dari Brexit baru benar-benar akan tercermin dalam perekonomian eropa. Selain itu, pelaku pasar juga tengah berhati-hati dengan wait and see yang terjadi di bursa global jelang FOMC meeting kamis depan yang akan menentukan suku bunga The Fed. Pernyataan BOJ (Bank Sentral Jepang) yang akan mengumumkan stimulus dalam pertemuan akhir pekan depan juga akan menjadi perhatian dari para pelaku pasar.  Selengkapnya agenda dan data ekonomi penting yang akan menjadi perhatian dari para pelaku pasar pada pekan ini adalah:

  • Hari Selasa: Rilis data Perumahan dan data keyakinan konsumen AS
  • Hari Rabu: Rilis data GDP Inggris, Rilis data pesanan barang tahan lama (durable goods oders) dan data persediaan minyak AS.
  • Hari Kamis: Rilis data keyakinan bisnis zona eropa, Pernyataan Fed dan pengumuman Fed Rate serta rilis data klaim pengangguran AS.
  • Hari Jumat: Rilis data GDP Q2 dan data pengangguran Zona Eropa, Pengumuman BOJ, Rilis data GDP Q2 AS

Sementara dari dalam negeri tidak ada data ekonomi penting yang akan dirilis. Namun demikian, fokus pelaku pasar masih menanti laporan kinerja keuangan perusahaan 2Q-2016  yang akan banyak keluar jelang akhir bulan ini. Diperkirakan untuk sementara sentimen tax amnesty akan diabaikan, karena pelaku pasar akan beralih pada rilis kinerja keuangan emiten besar yang akan keluar nanti.

Setelah sempat mencapai level tertinggi sepanjang tahun 2016 di 5268, IHSG terkena aksi profit taking. Aksi profit taking pada IHSG terlihat wajar setelah sejak akhir bulan lalu terus bergerak menguat tanpa koreksi yang berarti. Aksi profit taking ini terjadi setelah suku bunga dinyatakan tetap, tidak sesuai ekspektasi pelaku pasar yang mengharapkan penurunan 25 bps.  Technically, IHSG masih bergerak dalam trend naik. Saat ini koreksi IHSG masih tertahan di garis MA5. Dari indikator teknikal terlihat bergerak mixed. Stochastic telah death cross dan mulai bergerak turun, sedangkan MACD masih bergerak naik diarea positif. Dari kondisi teknikal ini dapat disimpulkan bahwa IHSG masih berkonsolidasi dalam koridor uptrend. Untuk awal pekan IHSG diperkirakan akan bergerak bervariasi dengan kemungkinan menguat terbatas. Range pergerakan IHSG diprediksikan akan bergerak dikisaran 5152-5234. Sedangkan untuk sepekan kedepan, IHSG akan bergerak dengan level support dikisaran 5080-5100, sedangkan resistennya berada di 5268-5300.

24Juli16-IHSG

Sementara kondisi pasar masih relatif aman. Selama tidak ada gejolak fundamental yang berarti pada pasar saham dunia, maka pelemahan yang terjadi masih tetap menarik dipantau untuk melakukan akumulasi lagi. Tidak ada alasan untuk khawatir berlebihan, karena pelemahan yang terjadi saat ini hanyalah sebatas koreksi sehat. Tetap pantau support-support kuat dari saham-saham yang sedang uptrend untuk melakukan pembelian jika terjadi koreksi.

Untuk sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. Selama aliran dana asing yang masuk masih cukup besar, maka potensi kenaikan IHSG masih akan terbuka lebar. Namun demikian tetap disarankan untuk selective dalam memilih saham-saham tertentu dan selalu kontrol resiko serta disiplin dengan trading plans yang telah dibuat.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas khusus di area member premium. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, ide trading, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *