IHSG Mulai Terlihat Berat Melanjutkan Kenaikannya

Bursa Wall Street di tutup mixed pada akhir pekan, yang merupakan penutupan perdagangan terakhir bulan Juli. Laporan laba yang mengesankan dari perusahaan-perusahaan raksasa teknologi mengimbangi laporan negatif dari beberapa perusahaan energi dan data GDP AS yang mengecewakan, hanya  tumbuh 1,2% pada kuartal kedua. Dow Jones ditutup melemah 24,11 poin (-0,13%) menjadi 18,432.24. Sedangkan S&P 500 mencapai rekor tertinggi untuk ketujuh kalinya bulan ini dengan di tutup naik 3,54 poin (+0,16%) menjadi 2,173.6 dan Nasdaq menambahkan 7,15 poin (+0,14%) ke level 5,162.13. Dalam sepekan, Bursa AS di tutup bervariasi dengan Dow Jones jatuh -0,75%, S&P 500 turun tipis -0,07%, sedangkan Nasdaq berhasil naik +1,22%. Sementara sepanjang Juli, Dow Jones naik +2,8%, S&P 500 menguat +3,6% dan Nasdaq melonjak +6,6%.

Dari dalam negeri, IHSG ditutup turun 83,219 poin (-1,57%) ke level 5.215,994 pada akhir pekan akibat aksi profit taking. Walaupun turun, namun dana asing mengalir deras masuk tercatat Rp. 1,467 Triliun di pasar reguler. Reshuffle kabinet dan rilis kinerja keuangan emiten membuat  IHSG bertumbuh +0,36% dalam sepekan, sehingga memperpanjang kenaikan menjadi 4 minggu berturut-turut. Aliran dana asing yang masuk juga belum berhenti, tercatat net buy asing sebesar Rp. 4,12 triliun sepanjang pekan kemaren. Sedangkan untuk sepanjang bulan Juli, IHSG berhasil menanjak +3,97%, dengan diikuti oleh aliran dana asing yang masuk sebesar Rp. 15,28 triliun di pasar reguler.

Setelah sempat menguat 4 hari berturut-turut dan mencapai level tertinggi sepanjang tahun 2016 ini di level 5334, IHSG akhirnya mulai mengerem laju kenaikannya pada akhir pekan kemaren. Hampir sepanjang bulan Juli, ditambah dengan sepekan terakhir bulan Juni, IHSG terus bergerak naik tanpa ada koreksi yang berarti. Tercatat selama bulan Juli hanya terjadi 5 kali penurunan pada IHSG. Kondisi inilah yang membuat IHSG terlihat sangat “extremely overbought” dalam jangka pendek. Dibutuhkan koreksi-koreksi sehat atau konsolidasi sejenak agar rally kenaikan IHSG dapat “sustainable” (awet dan berkelanjutan).

Praktis sejak meredanya efek Brexit, IHSG terus dibanjiri oleh sentimen positif. Mulai dari disahkannya UU Tax Amnesty dan dilanjutkan dengan reshuffle kabinet jilid II dimana masuknya Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan membuat prospek Indonesia kedepan semakin optimistis, sehingga membuat dana asing terus mengalir masuk ke market. Tidak adanya gangguan dari external, setelah The Fed memutuskan untuk menunda kenaikan suku bunganya di bulan Juli, ditambah stimulus dari BOJ (Bank Sentral Jepang) membuat market global turut bergerak naik dan semakin membuat nyaman IHSG melanjutkan bullish rally-nya.

Namun apakah rally kenaikan ini akan terus berlanjut di bulan Agustus?

Jika dilihat dari historisnya, bulan Agusutus merupakan bulan terjelek dalam setahun bagi IHSG. Tercatat sejak tahun 2000, IHSG mengalami koreksi selama 11 kali dan hanya 5 kali menguat di bulan Agustus dalam kurun 16 tahun terakhir. Apalagi dengan sebagian rilis laporan keuangan emiten yang mengecewakan, kemungkinan sebagian investor akan lebih memilih untuk melakukan profit taking dan mengamankan keuntungan yang telah diperoleh. Khususnya pada saham-saham yang telah naik sangat tinggi, namun kinerjanya belum menunjukan perbaikan yang cukup bagus. Perkiraan saya, IHSG akan mulai konsolidasi di bulan Agustus ini.

Technically, IHSG masih dalam fase uptrend walaupun dalam jangka pendek berpeluang untuk mengalami koreksi. Indikator teknikal Stochastic telah death cross, dan condong bergerak turun meninggalkan overbought area. Sedangkan MACD walaupun masih bergerak naik, tapi berpotensi death cross. Dari kondisi teknikal tersebut mengindikasikan bahwa meskipun masih dalam trend naik, tapi IHSG berpotensi untuk mengalami koreksi sesaat. Untuk pekan ini, IHSG diperkirakan akan bergerak dengan support dikisaran 5112-5179, sedangkan untuk resistennya diperkirakan akan berada dikisaran 5300-5335.

31Juli16-IHSG

Pekan ini perhatian pelaku pasar tertuju pada sisa laporan keuangan emiten yang belum rilis, ditambah dengan agenda penting lainnya dari dalam negeri, seperti rilis data maufaktur dan inflasi pada hari Senin. Perkiraan BI prediksi inflasi untuk bulan Juli 2016 ada dikisaran 0,74%. Sedangkan pada hari jum’at akhir pekan nanti, data penting yang ditunggu adalah rilis GDP growth rate dan keyakinan bisnis kwartal II/2016, serta cadangan devisa bulan Juli. Prediksi BI, pertumbuhan ekonomi Indonesia kwartal II/2016 akan lebih baik dibandingkan kwartal I/2016 yang sebesar 4,92%, tetapi masih sulit untuk melewati level 5%. Sementara dari luar negeri, agenda dan data ekonomi penting yang akan menjadi perhatian dari para pelaku pasar pada pekan ini adalah:

  • Hari Senin: Rilis data manufaktur China, rilis data manufaktur AS
  • Hari Rabu: Rilis data persediaan minyak AS, ADP Non Farm employment dan ISM Manufacturing PMI AS
  • Hari Kamis: Laporan inflasi dan Kebijakan keuangan serta suku bunga BOE, Rilis data klaim pengangguran AS
  • Hari Jumat: Rilis data neraca perdagangan dan data pekerjaan AS

Untuk awal pekan besok, IHSG kemungkinan masih berpeluang rebound di awal perdagangan dan diperkirakan akan bergerak dikisaran area trading 5187-5275. IHSG diperkirakan akan mengalami fluktuasi harga dalam kondisi overbought. Meskipun nantinya data ekonomi yang dirilis positif, tapi kenaikan akan terbatas, karena IHSG mulai terlihat lelah untuk menanjak naik. Kondisi yang sama juga terlihat dari pasar saham dunia yang mulai lelah bergerak naik. Secara teknikal, kenaikan Wall Street mulai tertahan dan cenderung bergerak turun.

Untuk sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. Walaupun terlihat berat melanjutkan kenaikannya dan cenderung bergerak turun, tapi investor tak perlu khawatir. Penurunan ini wajar, apalagi terjadi setelah melihat IHSG belakangan ini naiknya kencang sekali. Selama aliran dana asing yang masuk masih cukup besar, saat IHSG turun justru merupakan saat yang tepat untuk kembali mengisi portfolio. Sementara bagi trader, tetap disarankan untuk selective dalam memilih saham-saham untuk trading jangka pendek. Jangan lupa kontrol resiko serta disiplin dengan trading plans yang telah dibuat.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas khusus di area member premium. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, ide trading, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *