IHSG Berpeluang Menuju Level Tertingginya

Bursa saham AS ditutup menguat tajam pada akhir pekan, dengan S&P 500 dan Nasdaq meraih rekor level penutupan tertinggi, setelah rilis data tenaga kerja AS yang positif. Ekonomi AS menambahkan 255,000 pekerjaan baru di bulan Juli, jauh di atas ekspektasi sebanyak 180,000 dan tingkat pengangguran tetap berada pada level 4.9%. Dow Jones di tutup naik 191,48 poin (+1,04%) ke level 18.543,53, S&P 500 menguat 18,62 poin (+0,86%) ke 2.182,79 dan Nasdaq menambahkan 54,87 poin (+1,06%) menjadi 5.221,12. Dalam sepekan, Dow Jones berhasil menguat +0,6%, S&P 500 naik +0,43% dan Nasdaq memperpanjang kenaikan menjadi 6 pekan berturut-turut dengan bertambah +1,14%.

Dari dalam negeri, rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II-2016 sebesar 5,18% yang melebihi ekspektasi pelaku pasar, mendorong laju IHSG di tutup naik 46,383 poin (+0,86%) ke level 5.420,246 pada akhir pekan. Investor asing membukukan aksi beli mencapai Rp 1,028 triliun di pasar reguler. Sepanjang pekan, IHSG mengalami kenaikan sebesar +3,92 % dan memperpanjang kenaikan menjadi 5 minggu berturut-turut. Dalam sepekan aliran dana asing terus merangsek dan tercatat net buy asing dipasar regular  sebesar Rp. 5,39 triliun.

Tren naik IHSG yang berlangsung sejak disahkannya UU Tax amnesty dan dilanjutkan dengan Reshuffle Kabinet terus berlanjut. Membaiknya indikator ekonomi makro Indonesia seperti inflasi yang terjaga di level rendah dan pertumbuhan ekonomi yang di atas ekspektasi serta meningkatnya cadangan devisa, menjadi penambah daya dorong IHSG untuk terus melaju naik.

Tidak sesuai perkiraan kami pekan lalu, ternyata pasar saham dunia juga terus menanjak naik. Kebijakan pelonggaran Bank Sentral Inggris (BOE) yang menurunkan suku bunga acuan 25 bps menjadi 0,25%, yang merupakan rekor terendah dalam sejarah Inggris dan menambah stimulus program QE memberi sentimen positif bagi bursa global. BOE menjadi bank sentral utama ketiga yang melonggarkan kebijakan moneternya pada pekan lalu setelah BOJ (Jepang) dan RBA (Australia).

Sentimen positif baik dari dalam dan luar negeri inilah yang membuat IHSG terus bergerak naik mendekati level tertinggi sepanjang sejarahnya di 5524. Laju IHSG dari awal tahun sampai dengan penutupan perdagangan akhir pekan kemaren telah menguat +18,01%. Persentase penguatan IHSG secara year to date tersebut, termasuk terbaik ke-4 jika dibandingkan dengan bursa-bursa utama dunia. IHSG hanya kalah dari Bursa Brazil +33,01%, Argentina +31,86% dan Russia +23,68%.

Global Index

Melihat masih massive-nya dana asing yang masuk ke bursa Indonesia, maka diperkirakan level tertinggi IHSG hanya menunggu waktu untuk dijebol.  Secara teknikal, IHSG masih dalam kondisi uptrend walaupun untuk short termnya indikasi overbought masih terlihat. Dari indikator teknikal Stochastic berada diarea overbought. Sementara MACD masih terus bergerak naik, dengan histogram bar berada di area positif. Dari kondisi teknikal tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa IHSG masih bergerak positif dalam trend kenaikannya. Untuk pekan ini, IHSG masih punya ruang potensi penguatan menguji area resisten dan level all time highnya dikisaran 5500-5525. Sedangkan untuk level supportnya diperkirakan berada dikisaran 5269-5300.

07Agusutus16-IHSG

Sentimen positif dari bursa Wall Street diakhir pekan dan masih derasnya aliran dana asing yang masuk, bakal memberi peluang bagi IHSG untuk melanjutkan kenaikannya. Setidaknya di awal pekan, dengan tidak terlihat adanya berita-berita yang akan menjadi sentiment negatif, maka trend naik sepertinya masih akan berlanjut. Kalaupun nantinya terjadi koreksi, diperkirakan hanyalah aksi profit taking yang wajar. Untuk awal pekan besok IHSG diperkirakan akan bergerak dalam area trading dikisaran 5390-5450.

Data ekonomi yang akan menjadi perhatian pelaku pasar pada hari senin adalah kepercayaan konsumen, dan penjualan ritel di hari selasa, lalu dilanjutkan pada hari jum’at dengan rilis data neraca perdagangan kuartal II. Sementara dari luar negeri, agenda dan data ekonomi penting yang akan menjadi perhatian dari para pelaku pasar pada pekan ini adalah:

  • Hari Senin: Rilis data neraca perdagangan dan export-import China
  • Hari Selasa: Rilis data inflasi China
  • Hari Rabu: Rilis data persediaan minyak AS
  • Hari Kamis: Rilis data klaim pengangguran AS
  • Hari Jum’at: Rilis data industri China, rilis data GDP Jerman dan Zona Euro, rilis data penjualan ritel dan inflasi AS

Untuk sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. Meskipun masih terbuka ruang bagi kenaikan lanjutan IHSG, namun tetap disarankan untuk tetap safe trading. Koreksi sewaktu-waktu dapat muncul mengingat untuk short term IHSG sudah sangat extremly overbought setelah mengalami rally hampir sebesar 600 poin dalam 5 pekan berturut-turut. Namun selama aliran dana asing yang masuk masih cukup besar, jika terjadi koreksi akan menjadi momentum untuk kembali melakukan akumulasi. Tetap disarankan untuk selective dalam memilih saham-saham baik untuk trading maupun investasi. Jangan lupa untuk selalu kontrol resiko dan disiplin dengan trading plans yang telah dibuat.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas khusus di area member premium. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, ide trading, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*