Aksi Profit Taking Gerus IHSG, What Next?

Bursa Wall Street di tutup bervariasi dan cenderung bergerak flat pada akhir pekan. Dow Jones dan S&P 500 terkoreksi dari rekor tertingginya seiring data ekonomi yang negatif, dimana tingkat penjualan ritel AS di bulan Juli flat dan indeks harga produsen bulan Juli menunjukkan penurunan, sehingga mengurangi kepercayaan investor terhadap laju pertumbuhan ekonomi AS. Sementara Nasdaq berhasil menguat tipis untuk mencetak rekor tertinggi penutupan dua hari berturut-turut. Dow Jones turun 37,05 poin (-0,2%) ke level 18.576,47, S&P 500 melemah tipis 1,74 poin (-0,08%) ke 2.184,05, sedangkan Nasdaq naik tipis 4,5 poin (+0,09%) menjadi 5.232,90. Dalam sepekan, Dow Jones berhasil naik +0,18%, S&P 500 menguat tipis +0,05% dan Nasdaq mendaki +0,23%.

Dari dalam negeri, IHSG menutup perdagangan akhir pekan dengan terkoreksi 41,892 poin (-0,77%) ke level 5.377,196. Meskipun turun, investor asing masih melakukan aksi beli sebesar Rp. 712 miliar di pasar reguler. Aksi profit taking yang terjadi dalam 4 hari berturut-turut, membuat IHSG mengakhiri reli kenaikannya selama 5 pekan terakhir. Sepanjang pekan kemaren, IHSG tercatat melemah -0,79%, dengan investor asing membukukan net buy sebesar Rp. 2,87 triliun di pasar reguler.

IHSG gagal melanjutkan bullish rally-nya untuk mendekati level tertinggi sepanjang masa di level 5524. Kenaikan IHSG tertahan di level 5476 akibat aksi profit taking. Namun aksi profit taking ini masih dinilai wajar, setelah terjadi reli panjang dalam beberapa pekan terakhir. Jika melihat capital inflow yang masih kencang, maka IHSG saat ini condong masuk ke fase konsolidasi.

Secara teknikal, trend naik jangka pendek IHSG telah berakhir setelah break support pola rising wedges. IHSG diperkirakan masih akan cenderung tertekan dalam jangka pendek. Trend negatif jangka pendek IHSG terproyeksi jika mengacu pada indikator teknikal yang telah menunjukkan sinyal negatif. Indikator teknikal Stochastic mulai bergerak turun dan bersiap meninggalkan area overbought. Sementara MACD mulai death cross diatas centreline dengan histogram bar merah mulai muncul diarea negatif. Dari kondisi teknikal ini, IHSG diperkirakan masih dalam fase konsolidasi flat-turun jangka pendek. Untuk pekan ini, IHSG diprediksikan akan bergerak dikisaran support 5300 dan resisten di 5476.

14Agusutus16-IHSG

Koreksi yang terjadi dalam 4 hari berturut-turut, merupakan yang pertama kali sejak akhir Juni, setelah IHSG bergerak naik tanpa koreksi berarti. Diperkirakan awal pekan besok, koreksi akan mulai terbatas dan tidak menutup kemungkinan untuk terjadi teknikal rebound sesaat. Sentimen positif datang setelah market close pada akhir pekan dari Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) yang mulai surplus sebesar US$ 2,2 miliar pada kuartal II-2016, berbalik dari posisi kuartal I-2016 yang tercatat defisit sebesar US$ 300 juta. Diharapkan sentimen ini dapat menjadi penahan koreksi lanjutan bagi IHSG di awal pekan. Untuk besok senin, IHSG diperkirakan akan bergerak diarea trading 5340-5408.

Data ekonomi yang akan menjadi perhatian pelaku pasar pada hari senin adalah export-import dan neraca perdagangan. Sementara Rapat Dewan Gubernur BI yang akan diadakan tanggal 18-19 Agustus 2016 akan memutuskan besaran BI rate pada jum’at 19 Agusutus 2016. Selain BI rate, pada tanggal tersebut BI juga akan mulai memberlakukan suku bunga acuan baru yaitu BI 7-days reverse repo rate. Sementara dari luar negeri, agenda dan data ekonomi penting yang akan menjadi perhatian dari para pelaku pasar pada pekan ini adalah:

  • Hari Senin: Rilis data GDP Jepang
  • Hari Selasa: Rilis data sentimen ekonomi Jerman dan zona euro, rilis data inflasi AS
  • Hari Rabu: Rilis data persediaan minyak AS
  • Hari Kamis: Rilis data klaim pengangguran AS dan Pernyataan The Fed

Untuk sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. Meskipun secara teknikal koreksi pada IHSG masih berpeluang lanjut, namun diperkirakan IHSG masih dapat menguat lagi. Derasnya capital inflow diperkirakan masih akan berlanjut hingga akhir tahun dan IHSG diproyeksikan dapat melewati level tertinggi sepanjang sejarah di posisi 5.524. Saat terjadi penurunan, dapat dijadikan momentum untuk kembali melakukan akumulasi. Tetap disarankan untuk selective dalam memilih saham-saham baik untuk trading maupun investasi. Jangan lupa untuk selalu kontrol resiko dan disiplin dengan trading plans yang telah dibuat.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas khusus di area member premium. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, ide trading, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*