Konsolidasi IHSG Berlanjut, What Next?

Bursa Wall Street ditutup mixed pasca pidato Gubernur The Fed, Janet Yellen yang mengambang dan tidak ada kejelasan pasti kapan waktu kenaikan suku bunga AS. Di hadapan para bankir dunia yang hadir di Jackson Hole, Wyoming AS, Yellen mengatakan bahwa rencana kenaikan suku bunga sudah makin siap dilakukan dalam beberapa bulan terakhir ini dan akan dilakukan secara bertahap. Sementara wakil pimpinan The Fed, Stanley Fischer berkomentar kemungkinan suku bunga AS dapat segera naik pada September 2016. Dow Jones di tutup melemah 53,01 poin (-0,29%) ke level 18.395,4, S&P 500 kehilangan 3,43 poin (-0,16%) ke 2.169,04, sementara Nasdaq bertambah 6,71 poin (+0,13%) menjadi 5.218,92. Dalam sepekan Bursa AS di tutup melemah, dengan Dow Jones mengalami penurunan -0,85%, S&P 500 berkurang -0,68%, dan Nasdaq kehilangan -0,37%.

Dari dalam negeri, IHSG ditutup terkoreksi 15,285 poin (-0,28%) ke level 5.438,831, jelang pidato pimpinan bank sentral AS Janet Yellen diakhir pekan. Investor asing terlihat berhati-hati dan tercatat hanya membukukan net buy tipis senilai Rp. 58 miliar di pasar reguler. Walaupun turun diakhir pekan, namun IHSG masih mampu naik sebesar +0,41% dalam sepekan, dengan aliran modal asing tercatat net buy senilai Rp. 539 miliar dipasar reguler.

Sesuai perkiraan awal pekan lalu, IHSG mengalami konsolidasi seiring dengan pasar saham dunia yang juga relatif bergerak secara konsolidatif karena menunggu pidato ketua The Fed. Walaupun Yellen belum berkomitmen untuk menaikkan suku bunga pada rapat FOMC di bulan September, namun skenario kearah sana semakin menguat dalam beberapa bulan terakhir. Pelaku pasar memandang The Fed akan kembali menaikkan suku bunga sekali lagi jelang akhir 2016, apakah di bulan September atau Desember. Menurut pooling yang dilakukan FedWatch CME Group, setelah pertemuan di Jackson Hole pada akhir pekan kemaren, peluang kenaikan suku bunga pada September 2016 langsung naik menjadi 33% dari 21% sehari sebelumnya.

Fed rise on sept 16

Selain faktor ekternal dari The Fed, pergerakan IHSG kedepan juga akan ditentukan dari pencapaian uang tebusan tax amnesty mendekati akhir September nanti.  Akhir pekan kemaren, telah terkumpul sekitar Rp. 2,12 Triliun atau 1,3% dari target uang tebusan yang ditetapkan oleh pemerintah sebesar Rp. 165 triliun. Walaupun masih jauh, namun kenaikan pekan ini cukup drastis. Padahal akhir pekan lalu cuma terkumpul sebesar Rp. 805 Milyar dalam 1,5 bulan. Itu artinya telah terjadi percepatan yang luar biasa dalam sepekan terakhir. Diyakini peningkatan jumlah tersebut akan bertambah besar semakin mendekati akhir bulan September nanti, sebagai batas waktu berakhirnya periode pertama penebusan.

Secara teknikal, saat ini IHSG masih berkonsolidasi jangka pendek dikisaran 5296 hingga 5476. Moving average (MA) 5 masih diatas MA 20. Indikator teknikal Stochastic bergerak sideways cenderung naik, sedangkan MACD bergerak mendatar cenderung menurun. Dari kondisi teknikal tersebut dapat disimpulkan bahwa IHSG masih bergerak mixed dalam fase konsolidasi jangka pendek. Untuk sepekan kedepan, IHSG akan  bergerak di support 5351, dengan support selanjutnya di 5296. Sementara untuk resisten terdekat di 5476, dengan resisten selanjutnya di 5500.

28Agusutus16-IHSG

Menguatnya  sentimen kenaikan suku bunga AS setelah pertemuan di Jackson Hole akhir pekan kemaren, akan menjadi sentimen negatif bagi IHSG di awal pekan besok.  IHSG diperkirakan akan cenderung melemah dalam konsolidasinya, dengan support terdekat di garis MA 20 dikisaran 5395, sedangkan untuk resistennya berada di 5460 untuk hari senin besok

Untuk pekan ini seperti biasa di awal bulan, pada hari kamis tanggal 1 September pelaku pasar akan mencermati data inflasi bulan Agustus. BI memperkirakan Agustus akan terjadi deflasi, setelah trend konsumsi tinggi pada ramadhan dan lebaran. Sementara dari luar negeri, agenda dan data ekonomi penting yang akan menjadi perhatian dari para pelaku pasar pada pekan ini adalah:

  • Hari Selasa: Rilis data kepercayaan bisnis Zona Euro, rilis data inflasi Jerman, rilis data kepercayaan konsumen AS
  • Hari Rabu: Rilis data kepercayaan konsumen Inggris, rilis data tenaga kerja Zone Euro, rilis data persediaan minyak AS
  • Hari Kamis: Rilis data manufaktur China, rilis data klaim pengangguran dan data manufaktur AS
  • Hari Jum’at: Rilis data neraca perdagangan Inggris, rilis data neraca perdagangan dan data pekerjaan AS

Untuk sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. Meskipun secara teknikal IHSG masih berkonsolidasi, namun tetap disarankan untuk lakukan safe trading. Aliran capital inflow yang mulai menurun menunjukkan bahwa kenaikan iHSG mulai berat mendekati level tertinggi sepanjang sejarahnya di level 5524. Tetap disarankan untuk selective dalam memilih saham-saham baik untuk trading maupun investasi. Jangan lupa untuk selalu kontrol resiko dan disiplin dengan trading plans yang telah dibuat.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas khusus di area member premium. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, ide trading, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *