IHSG Ready To Move Higher, Are You Ready?

Mengakhiri perdagangan akhir pekan, IHSG ditutup merosot 67,153 poin (-1,24%) ke level 5.364,804, dengan investor asing melakukan aksi beli sebesar Rp. 239 miliar di pasar reguler.  Penurunan yang dialami IHSG sejalan dengan pelemahan yang terjadi pada Bursa Asia. Koreksi yang terjadi pada akhir pekan kemaren seiring tekanan jual pada saham-saham berkapitalisasi besar akibat kekhawatiran kasus Deutsche Bank bakal menjadi pemicu krisis baru. Pelemahan yang terjadi diakhir pekan tersebut, menyeret kinerja IHSG turun sebesar -0,45% dalam sepekan. Sepanjang pekan kemaren, investor asing masih tercatat membukukan net sell sebesar Rp. 125 miliar di pasar reguler.

Dari luar negeri, Bursa Saham AS ikut menguat mengikuti Bursa Saham Eropa pada akhir pekan, setelah saham Deutsche Bank berbalik arah menanjak pasca melorot tajam. Deutsche Bank lompat hampir 14 persen setelah sebelumnya menyentuh rekor terendah, sehingga mendorong penguatan sektor keuangan. Sebelumnya investor khawatir dengan kesehatan bank Jerman tersebut, akibat aksi hedge fund besar yang melakukan penarikan dana dari kas Deutsche Bank, seiring kekhawatiran modal bank tersebut bakal tersedot untuk membayar denda senilai US$ 14 miliar ke Departemen Kehakiman AS. Namun ketakutan tersebut mereda seiring adanya kesepakatan antara Departemen Kehakiman dan pihak Deutsche Bank untuk mengurangi besaran denda.  Dow Jones di tutup naik 164,7 poin (+0,91%) ke level 18.308,15, S&P 500 menguat 17,14 poin (+0,8%) ke 2.168,27 dan Nasdaq bertambah 42,85 poin (+0,81%) menjadi 5.312. Dalam sepekan Wall Street  berhasil menguat, dengan Dow Jones naik +0,26%, S&P 500 bertambah +0,17% dan Nasdaq menguat +0,12%.

IHSG pada minggu lalu cenderung relatif bergerak datar. Sempat naik diawal pekan karena keberhasilan program Tax Amnesti periode pertama dan kenaikan harga minyak, tapi setelah tertahan di resisten, kemudian bergerak turun diakhir pekan akibat kekhawatiran investor terhadap dampak kasus Deutsche Bank pada pasar saham. Dengan meredanya kasus Deutsche Bank pada akhir pekan kemaren, maka IHSG berpotensi untuk rebound dan melanjutkan penguatannya kembali pada awal pekan besok.  Apalagi jika melihat hasil pencapaian dari program tax amnesty periode pertama yang  berakhir pada akhir pekan lalu, sangat diluar ekspektasi. Tercatat hasil akhir Periode I Tax Amnesty, jumlah total uang tebusan Rp. 97,2 Triliun atau 58% lebih dari target 165 triliun yang ditetapkan pemerintah hingga 31 Maret 2017. Sementara total dana WNI yang dibawa balik ke Indonesia (Repatriasi) mencapai Rp. 137 Triliun. Pendapatan dari Tax Amnesty tersebut rencananya akan dipakai pemerintah untuk membantu menambal defisit APBN tahun ini dan tahun depan supaya target pertumbuhan ekonomi yang telah ditetapkan oleh pemerintah dapat dicapai.

Aroma harapan dari tax amnesty ini diperkirakan masih akan dapat menjadi sentimen positif bagi IHSG pada awal pekan ini. Namun setelah pekan ini, sentimen tax amnesty akan menjadi basi, karena memasuki periode kedua tax amnesty yang baru dimulai awal bulan Oktober diperkirakan akan kembali sepi. Sentimen tax amnesty ini akan muncul lagi mendekati berakhirnya periode II pada tanggal 31 Desember 2016 nanti.

Memasuki perdagangan di bulan Oktober, perhatian pelaku pasar akan kembali tertuju pada rilis kinerja laporan keuangan kwartal III/2016. Dan seperti biasa diawal bulan, investor menantikan data-data ekonomi, seperti data manufaktur dan inflasi bulan September pada hari senin, data kepercayaan konsumen pada hari kamis dan data cadangan devisa yang akan dirilis pada hari jum’at. Untuk inflasi bulan September, perkiraan BI akan berada dikisaran 0,2%.  Sementara dari luar negeri, agenda dan data ekonomi penting yang akan menjadi perhatian dari para invetor pada pekan ini adalah:

  • Hari Senin: Rilis data manufaktur AS
  • Hari Selasa: Rilis indeks Keyakinan Konsumen Jepang
  • Hari Rabu: Rilis data sektor jasa, neraca perdagangan dan persediaan minyak AS
  • Hari Kamis: Rilis data klaim pengangguran AS
  • Hari Jumat: Rilis data pekerjaan dan tingkat pengangguran AS

Dengan meredanya kasus Deutche Bank dan kesuksesan hasil tax amnesty periode pertama, serta naiknya harga minyak keatas level US$ 48/barrel, maka IHSG berpotensi untuk rebound dan melanjutkan penguatannya lagi. Technically, pelemahan yang dialami IHSG kemaren masih tergolong koreksi wajar dalam trend naik jangka pendeknya. Selama tidak turun di bawah level 5295, IHSG masih berpotensi untuk melanjutkan bullish rally-nya kembali. Bahkan jika IHSG mampu melewati level 5476, maka IHSG berpeluang membentuk pola bullish inverted Head & Shoulder dengan target menuju kisaran 5820-5850, dan minor target di 5690-5700 pada akhir tahun.

02oktober16-ihsg

Dari indikator teknikal RSI yang cenderung bergerak naik dan MACD yang bergerak mendatar diatas centreline, maka dapat disimpulkan bahwa IHSG masih berkonsolidasi dengan kecenderungan bergerak positif. Untuk pekan ini, IHSG diperkirakan akan bergerak dikisaran support 5296 dan resisten di 5476. Penembusan kebawah support 5296 akan mengagalkan potensi pembentukan pola bullish inverted head & shoulder diatas. Namun jika IHSG mampu menembus resisten 5476, maka IHSG berpeluang melewati level tertinggi sepanjang sejarahnya di 5524, dengan target menuju 5560 pada bulan ini.

Jadi kesimpulannya, IHSG diproyeksikan akan cukup kondusif pada bulan Oktober ini, jika tidak ada gangguan dari ekternal. Cukup perhatikan support IHSG di 5295. Selama tidak dijebol kebawah, maka besar peluang IHSG untuk melanjutkan uptrendnya hingga akhir tahun ini.

Untuk sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. Bagi trader tetap disarankan untuk berhati-hati dalam menerapkan strategi trading jangka pendeknya, hingga level konfirmasi 5476 dapat ditembus keatas. Tetap lakukan safe trading dengan selalu kontrol resiko dan disiplin pada trading plans yang telah dibuat. Sementara bagi investor disarankan untuk melakukan buy on weakness pada saham-saham yang diperkirakan masih memiliki prospek kinerja cemerlang kedepan, terutama jelang rilis laporan kinerja keuangan kwartal 3/2016 akhir bulan ini.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, arahan dan ide trading, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*