IHSG Cenderung Stagnan Menunggu Rilis Kinerja Keuangan

Bursa saham AS di tutup mixed pada akhir pekan setelah komentar salah seorang pejabat The Fed dan rilis laporan kinerja perusahaan yang bervariasi. Saham McDonald’s dan Microsoft menjadi pendorong market usai catatkan kinerja kuartalan yang kuat. Sedangkan saham sektor telekomunikasi dan sektor kesehatan menjadi pembeban indeks. Penguatan dolar AS yang menyentuh level tertinggi sejak awal Februari turut menjadi sentimen yang mempengaruhi laju pergerakan Wall Street. Dow Jones di tutup melemah 16,64 poin (-0,09%) ke level 18.145,71, S&P 500 berakhir flat di 2.141,16, hanya turun tipis 0,18 poin (-0,01%). Sementara Nasdaq naik 15,57 poin (+0,3%) ke level 5.257,40. Dalam sepekan, Bursa AS berakhir menguat dengan Dow Jones naik tipis +0,04%, S&P 500 menguat +0,38% dan Nasdaq betambah +0,83%.

Dari dalam negeri, mengakhiri perdagangan akhir pekan IHSG ditutup naik 5,553 poin (+0,10%) ke level 5.409,243.  Investor asing membukukan net buy sebesar Rp. 83 miliar di pasar reguler. IHSG melanjutkan konsolidasinya sepanjang pekan lalu, dengan hanya bertambah +0,17%, walaupun dana asing mulai mengalir masuk lagi. Dalam sepekan asing mencatatkan net buy sebesar Rp. 883 milyar di pasar reguler.

IHSG cenderung bergerak stagnan dan melanjutkan fase konsolidasinya. Selama tiga pekan terakhir, IHSG hanya terlihat hanya bergerak sideways. Sentimen positif dari diturunkannya suku bunga 7 Day Repo Rate menjadi 4,75%, lending facility menjadi 5,5% dan deposit facility menjadi 4% oleh BI, belum mampu mengangkat IHSG melanjutkan penguatannya untuk melewati level tertingginya tahun ini di 5482.

Secara teknikal IHSG terlihat masih berkonsolidasi, dengan bergerak dikisaran support 5332-5295, sementara resisten terlihat berada dikisaran 5446-5482. Jika IHSG mampu menembus level tertingginya tahun ini di 5482 dengan volume yang meyakinkan, maka IHSG akan melanjutkan bullish rally-nya dengan membentuk pola inverted Head & Shoulder. Pembentukan pola ini akan memperbesar peluang bagi IHSG untuk melewati rekor tertinggi sepanjang sejarahnya di 5524. Keberhasilan IHSG mencetak rekor baru nantinya akan membuka peluang kenaikan lebih lanjut, dengan target menuju level 5700 dan minor target di 5560. Namun sebaliknya tetap berhati-hati, apabila IHSG malah memilih turun menembus ke bawah support 5295, karena akan menggalkan peluang rally IHSG mencetak rekor harga baru.

23oktober16-ihsg

Untuk awal pekan besok, IHSG diperkirakan akan bergerak bervariasi dalam range sempit di support 5389 dan resisten di 5446. Indikator teknikal MACD yang terlihat bergerak mendatar diatas centreline, mengindikasikan bahwa  IHSG sekarang ini masih bergerak sideways dalam jangka pendek. Namun jelang akhir pekan, IHSG diperkirakan akan bergerak lebih volatile karena merespon rilis kinerja keuangan emiten di kuartal ketiga yang akan banyak keluar mendekati akhir bulan ini. Jika hasil kinerja di kuartal tiga banyak emiten besar yang menunjukkan hasil publikasi yang positif, maka diharapkan IHSG akan dapat mengakhiri konsolidasinya dan bergerak menguat menembus level tertinggi tahun ini di 5482.

Tidak ada data ekonomi penting yang akan diumumkan dari dalam negeri akan membuat investor lebih fokus pada rilis laporan kinerja keuangan kwartal ketiga yang akan banyak keluar jelang akhir bulan. Sementara dari luar negeri, beberepa agenda dan data ekonomi penting yang perlu diperhatikan adalah:

  • Hari Senin: Rilis data neraca perdagangan Jepang
  • Hari Selasa: Rilis data Iklim Bisnis Jerman, Pernyataan ketua ECB Mario Draghi, Rilis indeks keyakinan konsumen AS
  • Hari Rabu: Rilis data penjualan rumah baru dan data persediaan minyak AS
  • Hari Kamis: Rilis data GDP Inggris, Rilis data pesanan barang tahan lama dan data klaim pengangguran AS
  • Hari Jumat: Rilis data inflasi dan tingkat pengangguran Jepang, Rilis data GDP zona Euro, Rilis data GDP AS

Untuk sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. Walaupun dari dalam negeri tidak ada kendala selain menunggu rilis kinerja keuangan kwartal ketiga, namun faktor dari luar negeri tampaknya lebih dominan. Perhatian pelaku pasar sekarang ini tertuju pada AS yang akan menentukan siapa calon Presiden yang akan terpilih dalam pemilu pada 8 November mendatang dan kemungkinan akan naiknya Fed Rate pada bulan desember.

Tetap lakukan safe trading, dan selalu kontrol resiko, ditengah kondisi yang agak kurang nyaman saat ini, dimana pergerakan harga sangat terbatas. Disarankan trading dalam jangka pendek dulu, sambil menunggu konfirmasi penembusan level 5482. Sementara bagi investor bisa melakukan buy on weakness pada saham-saham yang diperkirakan masih memiliki prospek kinerja cemerlang, jelang publikasi laporan keuangan kwartal 3/2016.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, arahan dan ide trading, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *