IHSG Bergerak Volatile Cenderung Melemah Pekan Ini

Bursa AS di tutup melemah pada akhir pekan, menyusul dirilisnya sejumlah data tenaga kerja penting, sementara investor mempersiapkan diri menghadapi pemilu pekan depan. Dari data ekonomi, pekerjaan di AS bertambah sebanyak 161,000 bulan lalu, dibanding estimasi kenaikan sebanyak 175,000. Sedangkan tingkat pengangguran bertahan pada level 4.9%, sesuai ekspektasi. Dow Jones berakhir turun  42,39 poin (-0,24%) ke 17.888,28. S&P 500 melemah 3,48 poin (-0,17%) ke level 2.085,18 sehingga memperpanjang pelemahan ini menjadi 9 hari berturut-turut dan merupakan yang terpanjang dalam 35 tahun terakhir atau sejak 1980. Sementara Nasdaq menyusut 12,04 poin (-0,24%) menjadi 5.046,37. Sepanjang pekan kemaren Wall Street bergerak turun karena dibayang-bayangi oleh ketidakpastian hasil dari pilpres AS, membuat Dow Jones melemah -1,5%, S&P 500 berkurang -1,94% dan Nasdaq anjlok -2,77%.

Dari dalam negeri, IHSG berhasil rebound dengan menguat 33,158 poin (+0,62%) ke 5.362,660, seiring dengan aksi demo yang berjalan damai hingga penutupan bursa. Walaupun menguat, Investor asing  malah melakukan penjualan bersih senilai Rp. 966 miliar di pasar reguler. Sepanjang pekan lalu, IHSG berakhir melemah dengan turun -0,88%,  dengan investor asing membukukan net sell sebesar Rp. 3,53 Triliun di pasar reguler.

Besarnya net sell asing pada pekan lalu dikarenakan meningkatnya sentimen negatif dan ketidakpastian pada market, baik dari dalam maupun luar negeri. Investor asing tampaknya mengurangi posisi portfolionya untuk sementara sampai ada kepastian lebih lanjut. Dari dalam negeri, walaupun demo Aksi Damai 4 November berlangsung aman hingga penutupan market, namun malam harinya mendadak berubah menjadi rusuh. Untungnya situasi ini tidak berkembang menjadi kacau dan akhirnya dapat diatasi jelang tengah malam. Sementara dari luar negeri, investor asing wait & see menanti hasil pemilu AS. Hasil survei yang sempat mengunggulkan Donald Trump terhadap Hillary Clinton ditengarai sebagai penyebab keluarnya dana asing dari market. Sebab jika Trump secara mengejutkan dinyatakan menang dan terpilih sebagai presiden AS, maka pasar akan bereaksi negatif dan diperkirakan kemungkinan bisa menimbulkan kepanikan sesaat pada market global, karena kebijakan-kebijakan Trump saat kampanye dianggap tidak pro market.

Untuk sementara saya melihat kondisi politik dalam negeri akan sedikit mereda seiring berjalannya proses hukum terhadap kasus dugaan penistaan agama oleh Ahok sesuai dengan tuntutan pendemo. Sehingga untuk pekan ini, pelaku pasar akan lebih berfokus pada hasil pemilihan presiden AS tanggal 8 November 2016. Menurut data survey, perbedaan Clinton dan Trump sekarang kian menipis. Kemenangan Hillary Clinton diperkirakan akan menjadi sentimen positif bagi pasar saham, sebaliknya jika Donald Trump yang menang maka market akan terkoreksi.

Disamping menunggu hasil pemilu AS, pelaku pasar tampaknya juga mencermati data PDB kuartal tiga yang akan dirilis hari Senin besok. BI memproyeksikan pertumbuhan ekonomi pada kuartal III-2016 sebesar 5% atau lebih rendah dari kuartal II-2016 sebesar 5,18%. Disamping itu, pada hari senin besok juga akan diumumkan data tingkat pengangguran, data kepecayaan bisnis dan cadangan devisa bulan Oktober. Data ekonomi dalam negeri penting lainnya yang akan rilis pekan ini adalah hari rabu penjualan ritel dan hari jum’at data neraca perdagangan kuartal III.

Sementara dari luar negeri, beberapa agenda dan data ekonomi penting yang akan menjadi perhatian dari para pelaku pasar adalah:

  • Hari Senin: Kebijakan moneter dan pertemuan BOJ
  • Hari Selasa: Rilis Data perdagangan China, Rilis data neraca perdagangan Jerman, Pemilihan Presiden AS
  • Hari Rabu: Rilis data inflasi China, Rilis data neraca perdagangan Inggris, Data persediaan minyak AS
  • Hari Kamis: Rilis data klaim pengangguran AS
  • Hari Jumat: Rilis data konsumen AS

Pada pekan sebelumnya, saya sudah mengatisipasi pola pergerakan IHSG yang makin menyempit dan berpeluang mengakhiri konsolidasi jangka pendeknya. IHSG akhirnya benar-benar mengakhiri konsolidasi jangka pendeknya setelah gagal bertahan di support 5381. Penembusan ke bawah support tersebut, secara teknikal telah membuat kondisi IHSG terlihat lebih buruk dibandingkan pekan sebelumnya, karena telah mengubah short term pola trend sideways IHSG menjadi condong untuk turun.

Technically, IHSG saat ini terlihat mulai bergerak turun didalam short term downtrend channelnya. Indikator teknikal Stochastic bergerak menurun, sedangkan MACD terlihat bergerak sideways diatas centreline dengan kecenderungan menurun. Sementara volume transaksi terlihat juga mulai menurun, menandakan berkurangnya minat pelaku pasar untuk bertransaksi. Dari kondisi teknikal tersebut, menunjukan bahwa IHSG masih cenderung untuk bergerak melemah dalam jangka pendek.

06november16-ihsg

Untuk awal pekan besok, IHSG diproyeksikan akan bergerak mixed dikisaran support 5300 dan resisten di 5381. Sementara untuk pekan ini kemungkinan IHSG cenderung bergerak volatile dalam range cukup lebar, dengan perkiraan support dikisaran 5263-5295, dan perkiraan resisten berada dikisaran 5400-5445.

Sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. Tetap lakukan safe trading, dan selalu kontrol resiko, sambil menunggu arah pergerakan yang lebih jelas. Bagi trader, disarankan berhati-hati dalam menerapkan strategi trading jangka pendeknya karena pekan ini diperkirakan market akan cenderung bergerak liar dengan volatilitas tinggi dan dalam range yang cukup lebar. Sementara bagi investor bisa melakukan buy on weakness jika terjadi koreksi pada saham-saham yang telah merilis kinerja bagus dan masih memiliki prospek cemerlang kedepan.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, arahan dan ide trading, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan, maka kami membuka layanan messaging satu arah di Telegram Messenger. Melalui Channel Steptrader yang memberikan update rekomendasi langsung melalui smartphone Anda. Kini mendapatkan rekomendasi StepTrader dapat diakses semakin cepat dan instan.

Silahkan download Telegram Messenger di Playstore atau Appstore anda. Temukan kami dengan search: @steptrader

atau…

klik link berikut: https://telegram.me/steptrader

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*