IHSG: The Worst Is Not Over Yet, What Next?

Bursa Wall Street di tutup menguat di akhir pekan didorong sektor saham konsumsi dan teknologi. Saham sektor retail mendorong naik bursa AS setelah black friday, yang merupakan awal dari musim  belanja  saat masa libur di AS, di tengah rally yang masih berkelanjutan pasca pemilu. Dow  Jones naik 68,96 poin (+0,36%) ke level 19.152,14, S&P 500 bertambah 8,63 poin (+0,39%) ke  2.213,35 dan Nasdaq menguat 18,24 poin (+0,34%) menjadi 5.398,92. Tren penguatan masih konsisten dan terlihat solid sejak Pemilu AS di awal bulan ini, mendorong ketiga indeks utama menguat untuk tiga pekan beruntun, sehingga membuat bursa AS  terus  mencetak rekor tertingginya sepanjang sejarah. Dalam sepekan Dow Jones naik +1,51%, S&P 500 menguat +1,44%, dan Nasdaq mendaki +1,45%.

Dari dalam negeri, setelah turun tajam IHSG berhasil rebound di akhir pekan  dengan ditutup naik 14,481 poin (+0,28%) ke level 5.122,104. Investor asing melakukan aksi jual sekitar Rp. 333 miliar di pasar reguler. Minimnya sentimen dari dalam negeri mendorong investor melanjutkan aksi jual pada pekan lalu. Laju IHSG tertekan -0,93% secara mingguan, dengan diikuti aliran dana investor asing keluar dari pasar modal mencapai sekitar Rp. 1,99 triliun di pasar reguler.

Efek terpilihnya Donald Trump sebagai presiden AS masih terus berlanjut. Bagi AS sendiri, terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden AS, memberikan harapan bakal melajunya pertumbuhan ekonomi AS. Hal ini tidak lepas dari kebijakan-kebijakan yang disampaikan Trump dalam kampanye maupun pada saat  pidato kemenangannya, yang mengatakan bakal memangkas pajak, meningkatkan belanja infrastruktur dan mengurangi regulasi, sehingga akan memberikan manfaat positif untuk industri, bank dan perawatan kesehatan. Optimisme tersebut diyakini dapat mendorong inflasi AS tumbuh lebih cepat, sehingga akan memaksa The Fed untuk semakin agresif mengerek suku bunga AS pada tahun depan, guna meredam inflasi berlebihan.

Prospek naiknya suku bunga bank sentral AS yang diyakini akan mulai dilakukan pada bulan depan dalam FOMC tanggal 13-14 Desember 2016, berdampak negatif ke pasar emerging market termasuk Indonesia.  Kekhawatiran bakal naiknya suku bunga AS lebih agresif, mendorong US Dollar Indeks terus menguat. Kondisi ini mendorong aksi jual investor asing baik di pasar saham dan obligasi, serta berdampak pada melemahnya nilai tukar rupiah.

Secara teknikal, IHSG masih cenderung bergerak turun. Setelah sempat rebound hingga menyentuh level 5211, IHSG kembali melemah. IHSG masih belum dapat melewati resisten gap di 5231, sehingga berpeluang untuk turun lebih lanjut. Technically, IHSG saat ini masih dalam kondisi downtrend. Hal ini terlihat dari terbentuknya  dua pola bearish candlestick, yaitu pola double tops (panah warna merah) dan pola bearish flag pattern (panah warna jingga). Pola ini akan terkonfirmasi apabila IHSG kembali turun membentuk lower low, dengan menembus kebawah support 5043. Penembusan support tersebut akan membawa IHSG untuk turun menuju target minor dilevel 4937, dengan target utama di 4766.

27november16-ihsg

Untuk awal pekan besok, IHSG diperkirakan akan bergerak dalam rentang support di 5079, sedangkan resistennya berada di level 5147. Indikator teknikal Stochastic kembali death cross dan bergerak turun. Sementara MACD masih bergerak turun di bawah centreline. Dari kondisi ini dapat disimpulkan bahwa IHSG masih cenderung bergerak negatif dalam fase downtrend.

Sementara agenda ekonomi yang dapat dicermati pekan ini adalah rilis data inflasi dan manufaktur pada hari kamis tanggal 1 Desember 2016. Sedangkan dari luar negeri, beberapa agenda dan data ekonomi penting yang akan menjadi perhatian dari para pelaku pasar adalah:

  • Hari Senin: Pernyataan Presiden ECB Mario Draghi
  • Hari Selasa: Rilis data tingkat pengangguran Jepang, Rilis data GDP dan kepecayaan konsumen AS
  • Hari Rabu: Meeting OPEC, Pernyataan Presiden ECB Mario Draghi, Hasil stres Tes Bank di Inggris, Rilis data persediaan minyak AS
  • Hari Kamis: Rilis data manufaktur China, Rilis data tingkat pengangguran zona euro, Rilis data klaim pengangguran dan manufaktur AS
  • Hari Jumat: Rilis data pekerjaan AS

Untuk sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. Dengan masih minimnya sentimen positif dan kemungkinan pasar masih bergerak turun, disarankan untuk tetap lakukan safe trading, dan selalu kontrol resiko. Sebaiknya tetap berhati-hati saat trading, terutama dalam menerapkan strategi trading jangka pendek bagi yang tidak berpengalaman. Dengan tidak terlihatnya tanda-tanda reversal yang kuat, disarankan untuk menepi dulu sambil menunggu perkembangan pasar saham lebih kondusif. Jika terjadi kenaikan, lakukan take profit pada saham-saham yang telah untung. Sementara bagi yang nyangkut, setiap terjadi rebound dapat digunakan untuk mengurangi posisi terlebih dulu dengan memperbanyak posisi cash. Untuk investor bisa melakukan buy on weakness dengan cara beli bertahap (dicicil) pada saham-saham yang diperkirakan masih memiliki prospek cemerlang kedepan. Lakukan money manajemen dengan bijaksana, mengingat potensi untuk turun masih terbuka lebar.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, arahan dan ide trading, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan, maka kami membuka layanan messaging satu arah di Telegram Messenger. Melalui Channel Steptrader yang memberikan update rekomendasi langsung melalui smartphone Anda. Kini mendapatkan rekomendasi StepTrader dapat diakses semakin cepat dan instan.

Silahkan download Telegram Messenger di Playstore atau Appstore anda. Temukan kami dengan search: @steptrader

atau…

klik link berikut: https://telegram.me/steptrader

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *