IHSG Berkonsolidasi dan Berada Di Persimpangan, What Next?

Mayoritas bursa saham AS di tutup cenderung menguat pada perdagangan akhir pekan, ditopang saham-saham bank setelah perolehan laba Bank of America, Wells Fargo, dan JP Morgan pada kuartal IV/2016 berada di atas perkiraan. S&P 500 di tutup naik 4,2 poin (+0,18%) ke level 2.274,64 dan Nasdaq menguat 26,63 poin (+0,48%) menjadi 5.574,12. Sedangkan Dow Jones melemah tipis 5,27 poin (-0,03%) ke  19.885,73, terbebani oleh sektor konsumen setelah laporan ritel AS bulan Desember di luar yang diharapkan. Sepanjang pekan lalu, Wall Street di tutup bervariasi, karena investor menunggu pelantikan Presiden terpilih AS Donald Trump dan pelaksanaan janji-janji selama masa kampanye terkait kebijakan ekonominya. Dalam sepekan, Dow Jones mengalami pelemahan -0,39%, S&P 500 turun -0,1%, sementara Nasdaq naik +0,96%.

Dari dalam negeri, IHSG ditutup turun 19,767 poin (-0,37%) menjadi 5.272,983 pada akhir pekan. Investor asing masih melanjutkan penjualan dengan melakukan net sell sebesar Rp. 206 Milyar di pasar reguler. Ketidakpastian global, terutama dari AS jelang pelantikan Presiden terpilih AS Donald Trump dan FOMC meeting pada akhir bulan, membuat pelaku pasar cenderung melakukan profit taking pada pekan lalu. Dalam sepekan, IHSG mengalami pelemahan sebesar -1,38%, dengan dana asing tercatat keluar sebesar Rp. 515 Milyar di pasar reguler.

IHSG terlihat mulai berkonsolidasi setelah rally kenaikan yang terjadi sejak pekan terakhir tahun lalu. Setelah mengalami rally sekitar +6,7% dari level terendah di 5022 hingga tertingginya di 5360, akibat aksi window dressing akhir tahun dan kemudian dilanjutkan oleh january effect di awal tahun, IHSG mulai terlihat bergerak turun akibat aksi profit taking. Sepanjang pekan lalu, IHSG terkoreksi 5 hari berturut-turut, tanpa seharipun mampu di tutup di zona positif.

Walaupun tertekan, namun masih belum terlihat ada tekanan jual yang kuat. Secara teknikal, kondisi IHSG masih terlihat berkonsolidasi walaupun telah mengalami koreksi dalam 5 hari berturut-turut. Indikator teknikal Stochastic cenderung bergerak turun, sedangkan MACD masih bergerak mendatar diatas centreline. Dari kondisi tersebut, menunjukan bahwa IHSG masih bergerak positif namun mulai berkonsolidasi dalam jangka pendek. Range pergerakan IHSG untuk pekan ini diperkirakan akan berada di rentang 5246-5360. Penembusan keatas resisten 5360, akan membawa IHSG menuju area gap atas di 5380-5443. Sedangkan jika menembus kebawah support 5246, maka IHSG berpotensi besar menuju gap bawah di 5112-5139.

Untuk pekan ini pelaku pasar akan mencermati data ekonomi, dimana diawal pekan besok akan dirilis data perdagangan Indonesia yang diperkirakan masih mencatatkan surplus. Hal ini didorong oleh peningkatan pada sisi eksport jauh lebih tingi dari import. Sedangkan pada hari kamis, investor akan mencermati BI rate yang diperkirakan masih akan tetap tidak berubah. Sementara dari luar negeri, beberapa agenda dan data ekonomi penting yang akan menjadi perhatian dari para pelaku pasar pada pekan ini adalah:

  • Hari Rabu: Rilis data inflasi AS, Pernyataan Ketua The Fed Janet Yellen
  • Hari Kamis: Kebijakan suku bunga dan konferensi pers ECB, Rilis data klaim pengangguran AS, persediaan minyak AS
  • Hari Jumat: Rilis data GDP China, Pelantikan Trump sebagai Presiden AS.

Untuk sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. Perkiraan kami, IHSG kemungkinan masih akan melanjutkan konsolidasinya pada pekan ini. Setelah mengalami koreksi 5 hari berturut-turut, memang terbuka potensi bagi IHSG untuk mengalami teknikal rebound diawal-awal pekan. Tapi untuk dapat melanjutkan penguatannya, IHSG harus dapat menembus keatas 5360 dengan disertai aksi beli yang solid. Untuk sementara aksi beli itu tidak terlihat, mengingat tidak ada sentimen positif yang cukup kuat yang dapat memdorong kenaikan lebih lanjut. Selain itu investor asing juga masih melanjutkan aksi jual walaupun tidak terlihat signifikan. Sementara pada akhir pekan, pelaku pasar sebaiknya berhati-hati jelang pelantikan Donald Trump sebagai presiden terpilih AS tanggal 20 Januari 2017.  Investor masih menanti isi pidato Trump pada pelantikan tersebut.

Untuk hari senin besok, IHSG diperkirakan akan bergerak dalam rentang support di 5246, sedangkan resistennya diperkirakan akan berada di 5305. Bagi trader, disarankan untuk sementara trading jangka pendek pada saham-saham tertentu dengan menerapkan manajemen resiko. Tetap lakukan safe trading dalam menerapkan strategi trading jangka pendek. Tidak ada salahnya untuk menunda entry sambil menunggu signal yang lebih jelas. Sementara bagi investor, jangan lupa untuk memantau laporan keuangan emiten yang kemungkinan dalam waktu dekat akan dirilis. Bisa melakukan buy on weakness dengan cara beli bertahap pada saham-saham yang diperkirakan masih memiliki prospek kinerja cemerlang kedepan.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, arahan dan ide trading, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Join layanan messaging satu arah di Channel Telegram Messenger kami untuk mendapatkan update rekomendasi langsung melalui smartphone Anda. Silahkan download Telegram Messenger di Playstore atau Appstore anda. Temukan kami dengan search: @steptrader

atau…

klik link berikut: https://telegram.me/steptrader

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*