Testing Support, Waspadai Jika IHSG Gagal Bertahan

Bursa saham Wall Street ditutup menguat pada akhir pekan usai Donald Trump disumpah sebagai Presiden AS. Ini pertama kalinya dalam lebih dari 50 tahun, terpilihnya Presiden baru AS disambut baik pasar ekuitas pada hari pertamanya. Dow Jones ditutup naik 94,85 poin (+0,48%) ke level 19.827,25, S&P 500 menguat 7,62 poin (+0,34%) menjadi 2.271,31 dan Nasdaq bertambah 15,25 poin (+0,28%) ke 5.555,33. Dalam pidato sambutannya, Trump mengatakan kebijakan untuk mengutamakan Amerika dengan menyediakan pekerjaan bagi warganya, mengulangi apa yang telah dia katakan berulang kali selama kampanye. Namun walaupun naik diakhir pekan, Bursa AS mengalami kemunduran sepanjang pekan lalu, karena investor masih menunggu kejelasan tentang rencana Trump untuk meningkatkan perekonomian AS. Sepanjang pekan lalu, Dow Jones mengalami pelemahan -0,29%, S&P 500 berkurang -0,15%, Nasdaq turun -0,34%.

Dari dalam negeri, mengakhiri perdagangan akhir pekan IHSG ditutup turun 44,637 poin (-0,84%) ke posisi 5.254,311. Investor asing membukukan net sell sebesar Rp. 399 miliar di pasar reguler. Tekanan IHSG terjadi jelang pelantikan presiden terpilih AS Donald Trump. Pelemahan diakhir pekan membuat kinerja IHSG sepanjang pekan kemaren berakhir negatif. Dalam sepekan, IHSG mengalami penurunan sebesar -0,35%, dengan dana asing tercatat keluar sekitar Rp.679 miliar dipasar reguler.

Pergerakan IHSG di pekan ketiga tahun 2017 kembali mengalami penurunan. Ketidakpastian ekonomi global, ditengah belum adanya sentimen positif yang mendominasi dari dalam negeri, membuat IHSG kembali cenderung mengalami tekanan. Sentimen ekternal yang kuat, terutama dari kekhawatiran lanjutan Brexit dan ketidakpastian kebijakan baru ekonomi AS setelah Donald Trump terpilih sebagai Presiden AS, serta kekhawatiran penguatan dolar AS pasca sinyal kenaikan suku bunga The Fed tahun ini yang diperkirakan bisa mencapai 3 kali dengan akumulasi sebesar 75 bps, masih membebani laju IHSG dan nilai tukar rupiah.

Sesuai analisa pekan sebelumnya, IHSG berkonsolidasi dan berada dipersimpangan pada pekan lalu. Technically, kondisi IHSG sekarang ini berada di fase konsolidasi jangka pendek dengan kecenderungan melemah. IHSG menguji area support 5246, jika gagal bertahan maka IHSG berpotensi turun menuju area gap bawah dikisaran 5112-5139, dengan minor support di area level psikologis 5200. Sementara untuk resisten terdekat berada di 5310, dengan resisten selanjutnya berada di 5360. Indikator teknikal Stochastic bergerak turun, sedangkan MACD bergerak mendatar cenderung terjadi death cross. Dari kondisi teknikal tersebut terlihat bahwa IHSG saat ini sedang mengalami konsolidasi jangka pendek dengan kecenderungan melemah.

Untuk pekan ini tidak ada data penting yang akan dirilis dari dalam negeri. Sementara dari luar negeri, beberapa agenda dan data ekonomi penting yang akan menjadi perhatian dari para pelaku pasar adalah:

  • Hari Senin: Rilis data kepercayaan konsumen zona euro
  • Hari Selasa: Pernyataan Ketua ECB Mario Draghi, Rilis data Manufaktur zona euro
  • Hari Rabu: Rilis data perdagangan Jepang, Rilis data iklim bisnis Jerman, Rilis data persediaan minyak AS
  • Hari Kamis: Rilis data GDP Inggris, Rilis data klaim pengangguran dan penjualan rumah baru AS
  • Hari Jumat: Rilis data inflasi Jepang, Rilis data pesanan barang tahan lama dan GDP AS

Untuk sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. Perkiraan kami, IHSG kemungkinan masih akan melanjutkan konsolidasinya dengan kecenderungan melemah. Perhatikan level support 5246, jika gagal bertahan dan jebol ke bawah level tersebut perlu lebih waspada karena IHSG akan mengakhiri konsolidasinya dengan bergerak turun dalam jangka pendek. Untuk hari senin besok, IHSG diperkirakan akan bergerak di support 5230 dan resisten di 5285.

Bagi trader tetap disarankan untuk lakukan safe trading pada saham-saham tertentu, dan berhati-hati terutama dalam menerapkan strategi trading jangka pendeknya. Selalu lakukan kontrol resiko dengan menerapkan trading plans yang telah dibuat. Sementara bagi investor jika terjadi koreksi, dapat melakukan buy on weakness dengan cara beli bertahap, terutama pada saham-saham yang diperkirakan masih memiliki prospek kinerja cemerlang jelang rilis laporan keuangan FY 2016.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, arahan dan ide trading, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Join layanan messaging satu arah di Channel Telegram Messenger kami untuk mendapatkan update rekomendasi langsung melalui smartphone Anda. Silahkan download Telegram Messenger di Playstore atau Appstore anda. Temukan kami dengan search: @steptrader

atau…

klik link berikut: https://telegram.me/steptrader

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *