New Record High For IHSG, What Next?

Bursa saham AS bergerak bervariasi cenderung di tutup flat pada perdagangan akhir pekan, karena investor mempertimbangkan sejumlah data ekonomi serta laporan laba perusahaan. Mayoritas indeks di tutup melemah, dengan dua bergerak turun sementara satu menguat tipis. Dow Jones turun 19,93 poin (-0,1%) ke level 20.914,62, dan S&P 500 kehilangan 3,13 poin (-0,13%) menjadi 2.378,25, tertekan oleh turunnya saham-saham perbankan. Sementara Nasdaq berhasil menguat tipis 0,24 poin ke level 5.901. Sepanjang pekan, Wall Street berakhir menguat dengan Dow Jones naik tipis +0,06%, S&P 500 bertambah +0,24% dan Nasdaq meningkat +0,67%.

Dari dalam negeri, IHSG mencatatkan rekor dengan menutup perdagangan di posisi 5.540,432 atau naik 22,191 poin (+0,40%), didorong oleh aksi beli investor asing yang masif.  Tercatat investor asing melakukan aksi beli sebesar Rp. 2,4 triliun, yang merupakan aksi beli terbesar dalam sehari untuk tahun 2017 ini. Dalam sepekan, IHSG berhasil membukukan kenaikan sebesar +2,78%, dengan dana asing yang mengalir masuk ke bursa sekitar Rp. 5,16 triliun dipasar reguler.

Sesuai analisa pada pekan sebelumnya, bahwa kenaikan fed rate sebesar 25 bps sudah sesuai dengan ekspektasi dan telah diantipasi oleh market. Penguatan IHSG justru didorong oleh pernyataan kurang aggresive dari komite kebijakan The Fed, yang beberapa menit setelah FOMC mengatakan The Fed tidak akan mempercepat laju pengetatan moneter dan kenaikan suku bunga selanjutnya kedepan akan dilakukan secara bertahap. Itu berarti bahwa The Fed memberi signal, tidak akan mengubah outlooknya mengenai rencana kenaikan suku bunga sebanyak dua kali lagi di tahun ini dan tiga kali pada tahun depan.

Signal dari The Fed ini dianggap sebagai sebuah kepastian bagi market kedepan. Hal inilah yang akhirnya mendorong IHSG menanjak signifkan, sehingga berhasil menembus level tertinggi sepanjang masanya dan mencetak rekor harga baru. Selain itu, penguatan IHSG juga disebabkan oleh tingginya capital inflow. Pasar cukup bergairah didorong oleh spekulasi pelaku pasar mengenai kemungkinan kenaikan rating Indonesia menjadi investment grade oleh lembaga pemeringkat S&P pada bulan depan. Disisi lain, langkah Bank Indonesia yang menahan suku bunga turut membuat IHSG bergerak optimis.

Secara teknikal, keberhasilan IHSG menembus resisten all time high di 5524 membuka potensi menuju kisaran 5815-5880. IHSG melanjutkan bullish uptrend-nya, setelah menembus resisten pola rising wedges dan resisten kuat konsolidasinya di level 5480. Indikator teknikal Stochastic berada di area overbought, sedangkan MACD mulai bergerak naik dengan histogram bar meningkat diatas centreline. Dari kondisi tersebut mengindikasikan bahwa IHSG terlihat kondusif dalam pola uptrend. IHSG diperkirakan akan bergerak dikisaran 5480 hingga 5600 pada pekan ini.

Minggu ini tidak ada data dan agenda kejadian ekonomi penting dari dalam negeri, selain melanjutkan rilis sisa laporan keuangan FY 2016 dari beberapa emiten yang belum di publish jelang batas waktu berakhirnya bulan Maret. Sementara dari dari luar negeri, beberapa agenda dan data ekonomi penting yang diperkirakan akan menjadi perhatian para investor adalah:

  • Hari Selasa: Rilis data inflasi Inggris
  • Hari Rabu: Rilis data neraca perdagangan Jepang, Rilis data persediaan minyak AS
  • Hari Kamis: Rilis data penjualan ritel Inggris, Rilis indeks keyakinan konsumen zona eropa, Rilis data klaim pengangguran AS, Pernyataan Ketua Fed Janet Yellen
  • Hari Jum’at: Rilis data manufaktur zona eropa, Rilis data durable goods orders AS

Walaupun IHSG telah confirm bullish setelah berhasil mencetak rekor harga tertinggi baru, namun aksi ambil untung dari pelaku pasar khususnya ritel berpeluang terjadi, mengingat IHSG telah naik cukup tajam dalam 5 hari berturut-turut. Pola candle evening star yang terbentuk diposisi atas, mengindikasikan telah terjadi perlawanan yang berimbang antara buyer melawan seller. Meskipun demikian jika terjadi koreksi diperkirakan juga hanya sementara, selama investor asing masih terus membukukan net buy dalam jumlah besar.  Jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan jika terjadi pullback akibat aksi profit taking. Selama koreksi masih wajar, maka kenaikan IHSG akan makin terlihat sehat.

Sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. Untuk senin awal pekan besok, IHSG diperkirakan akan bergerak sideways dengan kemungkinan akan mengalami profit taking terbatas. Setelah kenaikan sepanjang pekan lalu, IHSG berpotensi untuk berkonsolidasi dulu diawal pekan dengan bergerak di support 5513 dan resisten di 5571. Walaupun kedepan trading akan menjadi lebih mudah karena market telah kembali bullish, tapi diperlukan kehati-hatian dalam menerapkan strategi trading jangka pendek. Sebab tidak semua saham akan naik serempak. Akan ada giliran kenaikan dan itu dibutuhkan pengalaman dalam memilih saham yang akan bergerak naik. Tetap kontrol resiko dan lakukan safe trading sesuai dengan trading plans yang telah dibuat. Sementara bagi investor jika terjadi pelemahan, masih bisa dimanfaatkan untuk melakukan buy on weakness terutama pada saham-saham yang telah merilis laporan kinerja keuangan FY 2016 bagus.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, arahan dan ide trading, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Join layanan messaging satu arah di Channel Telegram Messenger kami untuk mendapatkan update rekomendasi langsung melalui smartphone Anda. Silahkan download Telegram Messenger di Playstore atau Appstore anda. Temukan kami dengan search: @steptrader

atau…

klik link berikut: https://telegram.me/steptrader

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*