IHSG Masih Berpotensi Untuk Terus Mencetak Rekor

Bursa  Wall Street di tutup bervariasi dengan sebagian besar indeks melemah pada penutupan perdagangan akhir pekan. Setelah sempat menguat di awal perdagangan, Dow Jones dan S&P 500 akhirnya terjatuh kembali ke zona merah setelah Partai Republik menarik rencana untuk mengubah sistem kesehatan di AS yang telah berjalan selama ini. Investor melihat bahwa kegagalan dari perubahan RUU Kesehatan akan mempengaruhi agenda ekonomi yang lainnnya dari Presiden AS Donald Trump seperti rencana pemotongan pajak. Dow Jones berakhir turun 59,86 poin (-0,29%) ke level 20.596,72, S&P 500 melemah tipis 1,98 poin (-0,08%) menjadi 2.343,98, sedangkan Nasdaq justru menguat 11,04 poin (+0,19%) ke level 5.828,74. Sepanjang pekan lalu, Wall Street berakhir melemah dengan Dow Jones turun -1,52%, S&P 500 merosot -1,44% dan Nasdaq berkurang -1,22%.

Dari dalam negeri, mengakhiri perdagangan akhir pekan IHSG di tutup naik tipis 3,375 poin (+0,06%) ke level 5.567,134. Setelah sempat mencetak rekor tertinggi intraday ke posisi 5.581,183, penguatan IHSG akhirnya berkurang oleh faktor akhir pekan akibat aksi profit taking yang dilakukan oleh investor domestik. Sementara investor asing justru terus melakukan net buy, dengan total pembelian sebesar Rp. 328 milyar di pasar reguler. Dalam sepekan, IHSG berhasil melanjutkan kenaikannya untuk pekan kedua dengan mencatatkan penguatan sebesar +0,48%, didorong oleh aksi beli investor asing yang masif. Tercatat dana asing yang mengalir masuk ke bursa dalam sepekan sebesar Rp. 2,66 Triliun di pasar reguler.

Kuatnya capital inflow yang terus masuk ke bursa, membuat IHSG diperkirakan masih akan terus mencari level tertinggi baru. Masuknya aliran dana dari luar disebabkan karena investor asing masih melihat Indonesia memiliki fundamental ekonomi yang bagus dan stabil. Optimisme ini makin bertambah seiring dengan proyeksi penyematan rating investment grade oleh S&P. Delegasi perwakilan S&P telah menyambangi kantor kementrian keuangan Indonesia pada akhir pekan kemaren untuk meninjau perkembangan perekonomian Indonesia. Dikabarkan S&P akan segera memberikan kategori investment grade untuk Indonesia dalam 1-2 bulan kedepan. Jika Indonesia mendapatkan peringkat investment grade, maka investor akan semakin percaya untuk berinvestasi ke Indonesia.

Seiring dengan sentimen positif yang membayangi pasar modal domestik, IHSG diperkirakan masih akan terus melaju. Secara teknikal, kondisi IHSG masih terlihat kondusif dengan kecenderungan untuk bergerak positif. Stochastic kembali golden cross diarea overbought, sedangkan MACD masih bergerak naik diatas centreline. Dari kondisi ini menunjukan bahwa IHSG masih dalam trend pergerakan menguat. IHSG berpotensi menembus keatas level 5600 pada pekan ini, dengan resisten di 5613. Sementara untuk level supportnya berada di 5486.

Minggu ini tidak ada data dan agenda ekonomi penting dari dalam negeri, selain menunggu rilis sisa laporan keuangan FY 2016 dari beberapa emiten yang belum di publish jelang batas akhir waktu pelaporan pada bulan Maret. Sementara dari dari luar negeri, beberapa data dan agenda kejadian ekonomi penting yang diperkirakan akan menjadi perhatian para investor adalah:

  • Hari Senin: Rilis data iklim bisnis Jerman
  • Hari Selasa: Rilis data keyakinan konsumen AS
  • Hari Rabu: Rilis data persediaan minyak AS
  • Hari Kamis: Rilis data kepercayaan konsumen Inggris, Rilis data inflasi Jerman, Rilis data GDP dan klaim penganguran AS
  • Hari Jum’at: Rilis data inflasi dan tingkat pengangguran Jepang, Rilis data manufaktur China, Rilis data neraca perdagangan dan GDP Inggris, Rilis tingkat pengangguran Jerman

Untuk awal pekan besok kemungkinan IHSG akan cenderung sepi dan bergerak dalam rentang terbatas dikisaran 5540-5585. Hal ini dikarenakan pada hari senin besok merupakan harpitnas, mengingat hari selasa bursa libur memperingati Hari Raya Nyepi. Peluang IHSG melanjutkan penguatannya akan kembali terbuka jelang akhir pekan yang merupakan akhir perdagangan kuartal pertama tahun ini.

Sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. Walaupun IHSG telah masuk fase uptrend, namun tetap perlu hati-hati dalam menerapkan strategi trading jangka pendek. Sebab tidak semua saham akan naik serempak, karena ada giliran kenaikan dari tiap-tiap saham. Untuk itu dibutuhkan pengalaman dalam memilih saham mana yang akan bergerak naik. Tetap kontrol resiko dan lakukan safe trading sesuai dengan trading plans yang telah dibuat. Sementara bagi investor jika terjadi koreksi bisa dimanfaatkan untuk melakukan akumulasi kembali, terutama pada saham-saham yang telah merilis laporan kinerja keuangan FY 2016 bagus.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, arahan dan ide trading, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Join layanan messaging satu arah di Channel Telegram Messenger kami untuk mendapatkan update rekomendasi langsung melalui smartphone Anda. Silahkan download Telegram Messenger di Playstore atau Appstore anda. Temukan kami dengan search: @steptrader

atau…

klik link berikut: https://telegram.me/steptrader

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *