Konsolidasi Sehat Pasca Mencetak Rekor Baru

Bursa Wall Street ditutup turun pada akhir pekan setelah keluarnya data yang menunjukan ekonomi AS melemah, hanya tumbuh 0,7% di kuartal I-2017, turun jauh dibandingkan kuartal IV-2016 yang sebesar 2,1% dan di bawah prediksi para ekonom yaitu 1,2%. GDP AS ini merupakan angka terendah di kuartal pertama selama 3 tahun terakhir, disebabkan karena belanja konsumen hampir tidak naik dan investasi bisnis yang lemah. Dow Jones melemah 40,82 poin (-0,19%) ke level 20,940,51, S&P 500 kehilangan 4,57 poin (-0,19%) ke angka 2,384.2 dan Nasdaq turun tipis 1,33 poin (-0,02%) menjadi 6.047,61. Walaupun turun diakhir pekan, namun secara mingguan Bursa AS membukukan kenaikan, dengan Dow Jones naik +1,91%, S&P meraup +1,51% dan Nasdaq melonjak +2,32%. Sementara sepanjang bulan April, Dow Jones naik +1,3%, S&P bertambah +0,9% dan Nasdaq menguat +2,3%.

Dari dalam negeri, menutup perdagangan akhir pekan lalu IHSG melemah 21,730 poin (-0,38%) ke level 5.685,298 akibat aksi profit taking. Investor asing belum berhenti berburu saham meski IHSG turun, dengan mencatatkan net buy sebesar Rp. 422 Milyar di pasar reguler. Dalam sepekan, IHSG berhasil menguat +0,37%, karena merespon positif kinerja emiten di kuartal pertama 2017. Investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp. 4,3 triliun di pasar reguler sepanjang pekan lalu.

Sesuai ulasan kami pada minggu lalu, IHSG melanjutkan kenaikannya dan berhasil mencetak rekor baru. Bahkan kenaikan IHSG tepat sesuai prediksi kami, yaitu menyentuh level 5726 sebelum akhirnya turun terkena aksi profit taking jelang libur long weekend. Adapun kenaikan IHSG pekan lalu diwarnai oleh sentimen domestik maupun global. Dari luar negeri, hasil pemilu Prancis yang mengunggulkan Emanuel Macron sebagai salah satu kandidat yang maju dalam putaran kedua pilpres menjadi sentimen positif bagi pasar saham dunia. Sedangkan dari dalam negeri, rilis data laporan keuangan emiten pada 1Q 2017 yang mencatatkan kinerja positif menjadi suplemen yang mendongkrak kinerja IHSG.

Untuk pekan ini perhatian pelaku pasar bakal mengarah ke kondisi perekonomian dalam negeri, jelang rilis data inflasi bulan April dan data GDP kuartal pertama 2017 yang diprediksikan bakal membaik dari kuartal sebelumnya. BI memproyeksikan inflasi di bulan April 2017 bakal mencapai sekitar 0,08%. Sementara untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal pertama 2017 diperkirakan berada dikisaran 5%-5,1%, membaik dari kuartal sebelumnya di 4,94%. Rilis data inflasi dan GDP Indonesia diperkirakan bakal mendongkrak kinerja IHSG pekan ini jika hasilnya positif.

Sementara dari luar negeri, beberapa agenda dan data ekonomi penting yang diperkirakan akan menjadi perhatian dari para investor adalah:

  • Hari Senin: Pernyataan Mentri Keuangan AS Steven Mnuchin, Rilis Data manufaktur AS
  • Hari Selasa: Rilis Data Caixin manufaktur China, Kebijakan moneter BOJ, Rilis tingkat pengangguran zona eropa, Rilis data manufaktur Inggris,
  • Hari Rabu: Rilis data GDP zona eropa, Rilis data konstruksi Inggris, Rilis data sektor jasa dan persediaan minyak AS, Keputusan suku bunga AS
  • Hari Kamis: Rilis data klaim pengangguran dan neraca perdagangan AS, Pernyataan Ketua ECB Mario Draghi
  • Hari Jum`at: Rilis data pekerjaan AS, Pernyataan Ketua Fed Janet Yellen

Setelah mencetak rekor baru di level 5726, IHSG mulai terkena aksi profit taking dalam 2 hari terkahir. Sepertinya pelaku pasar mulai merealisasikan profitnya jelang memasuki bulan Mei. Seperti yang kita ketahui, di dunia saham dikenal sebuah istilah “Sell in May and Go Away” , yang merupakan periode kecenderungan koreksi di bursa saham dalam periode May hingga Oktober. Walaupun tidak 100% benar, namun berdasarkan statistik periode mei hingga oktober probabilitas seorang trader dalam mencari profit memang lebih rendah daripada bulan november hingga april. Untuk itu tidak ada salahnya kalau kita mulai berhati-hati, mengingat IHSG saat ini sedang berada di level tertingginya sepanjang sejarah. Jika IHSG mengalami kejatuhan dalam periode mei-oktober ini, maka kemungkinan kejatuhannya akan dimulai dari tempat paling tertingginya.

Meskipun demikian, kita tidak perlu terlalu khawatir berlebihan. Karena kekhawatiran berlebihan malah akan menghilangkan kesempatan untuk memaksimalkan peluang yang ada. Selama indikator-indikator teknikal, fundamental dan ekonomi masih positif, kita tinggal mengikutinya saja. Dana asing masih mengalir dengan deras ke IHSG karena melihat investasi di Indonesia masih cukup menarik. Kondisi perekonomian masih stabil dan rilis terbaru data laporan keuangan, mayoritas emiten mencatatkan kinerja yang positif diluar ekspektasi. Jadi selama inflow dana asing masih masuk dengan deras dan tidak ada sesuatu kejadian yang luar biasa dari ekternal yang dapat menganggu perekonomian global, maka kita masih ada waktu untuk terus menikmati rally kenaikan IHSG.

Technically, IHSG masih bergerak dalam trend naik di uptrend channelnya seperti gambar chart dibawah ini. Indikator teknikal Stochastic death cross di overbought area. Sedangkan MACD relatif bergerak mendatar dan masih berada diatas centreline. Dari kondisi ini, menunjukan bahwa IHSG masih berkonsolidasi dengan kecenderungan melemah terbatas didalam trend kenaikannya. Untuk pekan ini, IHSG diperkirakan akan bergerak dikisaran support 5577, sementara untuk level resistennya berada dikisaran 5761.

Sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. Secara teknikal, IHSG di awal minggu ini kemungkinan masih tertekan terbatas atau terkoreksi sehat. IHSG diproyeksikan akan bergerak di support 5653, sedangkan untuk resistennya diperkirakan berada di 5717 pada awal pekan hari selasa ini. Tetap lakukan safe trading dan selalu kontrol resiko sesuai dengan trading plans yang telah dibuat. Selalu berhati-hati terutama apabila kondisi ekternal menjadi tidak kondusif dan muncul ketidakpastian pada market. Sementara untuk investor, jika terjadi koreksi bisa dimanfaatkan untuk akumulasi, mengingat kondisi perekonomian dalam negeri masih cukup stabil. Lakukan buy on weakness secara bertahap pada saham-saham yang masih berkinerja bagus jika terjadi koreksi sehat, terutama perusahaan yang telah melaporkan kinerja kuartal pertama diatas ekspektasi.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, arahan dan ide trading, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Join layanan messaging satu arah di Channel Telegram Messenger kami untuk mendapatkan update rekomendasi langsung melalui smartphone Anda. Silahkan download Telegram Messenger di Playstore atau Appstore anda. Temukan kami dengan search: @steptrader

atau…

klik link berikut: https://telegram.me/steptrader

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *