Lanjutkan Konsolidasinya, IHSG Berada Dipersimpangan

Mayoritas bursa Wall Street ditutup melemah pada akhir pekan, seiring data ekonomi AS yang dibawah perkiraan. Rilis data penjualan ritel dan inflasi bulanan yang melemah, meningkatkan kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi AS yang lamban, sehingga membebani saham-saham sektor perbankan dan ritel. Dow Jones tergerus  22,81 poin (-0,11%) di tutup di level 20.896,61, S&P 500 turun 3,54 poin (-0,15%) menjadi 2.390,09, sementara Nasdaq berhasil menguat tipis 5,27 poin (+0,09%) menjadi 6.121,23. Selama sepekan, bursa saham AS ditutup bervariasi seiring sejumlah sentimen yang mempengaruhi pergerakan pasar. Investor merespons negatif langkah Presiden AS Donald Trump yang secara mengejutkan memberhentikan Direktur FBI James Comey, ditengah rilis laporan kinerja keuangan kuartal I 2017 lebih baik dari yang diharapkan. Dalam sepekan Dow Jones merosot -0,53%, S&P 500 menyusut -0,35%, sedangkan Nasdaq berhasil menguat +0,34%.

Dari dalam negeri, IHSG berhasil rebound dengan ditutup menguat 22,208 poin (+0,39%) ke level 5.675,216 pada akhir pekan. Investor asing kembali mencatatkan net buy sebesar Rp. 770 miliar di pasar reguler. Walaupun rebound diakhir pekan, namun dalam sepekan IHSG masih tergerus  -0,14%, meskipun investor asing masih terus membukukan net buy sebesar Rp. 3,77 triliun dipasar reguler.

Sesuai prediksi pekan sebelumnya, IHSG sempat melanjutkan penguatannya dengan mencetak rekor harga tertinggi di level 5745 pada selasa lalu, didorong oleh sentimen positif hasil pemilu Prancis yang memenangkan Emmanuel Macron. Namun memasuki pertengahan pekan, IHSG kembali terpuruk oleh aksi profit taking jelang libur hari raya waisak pada kamis lalu. Investor lokal melakukan aksi profit taking jelang libur, pasca vonis hukuman penjara 2 tahun yang diberikan kepada Gubernur DKI Jakarta non aktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Memasuki akhir pekan, IHSG akhirnya berbalik rebound dan kembali menguat, sehingga mengakhiri pekan lalu dengan konsolidasi.

Untuk pekan ini pelaku pasar akan mencermati data neraca perdagangan dan kendaraan bermotor yang akan dirilis pada hari senin. Diperkirakan neraca perdagangan akan kembali mencatatkan surplus sebesar US$ 1,1 miliar. Sementara pada hari kamis, perhatian pelaku pasar akan tertuju pada rapat Gubernur BI yang diperkirakan tidak akan mengubah tingkat suku bunganya.

Selain data domestik, investor juga akan mencermati data dari luar negeri. Beberapa agenda dan data ekonomi penting dari luar yang diperkirakan akan menjadi perhatian dari para pelaku pasar adalah:

  • Hari Senin: Rilis data industri dan penjualan ritel China
  • Hari Selasa: Rilis data infasi Inggris, Rilis data GDP Zona Eropa, Rilis data Ijin Pembangunan dan perumahan AS
  • Hari Rabu: Rilis data tingkat pengangguran Inggris, Rilis data persediaan minyak AS
  • Hari Kamis: Rilis data GDP Jepang, Rilis data penjualan ritel Inggris, Rilis data klaim pengangguran AS, Kebijakan Moneter ECB
  • Hari Jum’at: Rilis data keyakinan konsumen zona eropa

Selain agenda tersebut diatas, untuk senin awal pekan besok pelaku pasar juga menanti pengumuman MSCI Semi Annual Index. Biasanya saham-saham yang masuk kedalam index MSCI tersebut cenderung menguat karena akan diakumulasi oleh asing hingga tanggal efektif diakhir bulan. Selain sentimen2 tersebut, investor juga masih menanti-nantikan review ratings Indonesia oleh S&P, yang kabarnya akan diberikan pada bulan ini dan diharapkan dapat dinaikan ke level investment grade.

Untuk pekan ini, IHSG diperkirakan akan melanjutkan konsolidasinya. Secara teknikal, IHSG masih bergerak naik di dalam uptrend chanel jangka pendeknya seperti gambar chart dibawah ini.

IHSG masih berkonsoldasi dalam trend naik jangka pendeknya. Indikator teknikal Stochastic dan MACD cenderung menurun, sehingga mengindikasikan terjadinya pola divergence negatif. Support IHSG untuk pekan ini diperkirakan akan berada dikisaran 5643, sedangkan untuk level resistennya diperkirakan akan berada dikisaran 5750. Waspadai apabila IHSG gagal bertahan di support 5643, karena akan mengakhiri trend naik jangka pendeknya dan berpeluang membentuk pola bearish reversal double tops, dengan target koreksi menuju kisaran 5550 sebagai target terdekatnya.

Sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. Untuk awal pekan besok, IHSG diperkirakan akan bergerak di support 5643, sedangkan resistennya di 5705. Meskipun investor asing masih terus melakukan net buy, tetap disarankan untuk lakukan safe trading sesuai dengan trading plans yang telah dibuat. Selalu kontrol resiko terutama apabila kondisi market menjadi tidak kondusif dan muncul ketidakpastian di pasar. Sementara bagi investor, jika terjadi koreksi bisa dimanfaatkan untuk akumulasi, selama kondisi perekonomian dalam negeri masih stabil. Lakukan buy on weakness secara bertahap pada saham-saham yang berkinerja bagus jika terjadi koreksi sehat, terutama perusahaan yang telah melaporkan kinerja kuartal pertama diatas ekspektasi.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, arahan dan ide trading, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Join layanan messaging satu arah di Channel Telegram Messenger kami untuk mendapatkan update rekomendasi langsung melalui smartphone Anda. Silahkan download Telegram Messenger di Playstore atau Appstore anda. Temukan kami dengan search: @steptrader

atau…

klik link berikut: https://telegram.me/steptrader

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *