Jelang Libur Panjang, IHSG Akan Kembali Berkonsolidasi

Bursa Wall Street bergerak bervariasi dan di tutup cenderung mendatar pada perdagangan akhir pekan.  Saham sektor ritel mengalami tekanan, setelah kesepakatan Amazon yang membeli toko grosir Whole Foods Market, dikhawatirkan akan menandai langkah besar peritel online untuk masuk ke bisnis yang lebih luas, dan dapat mengganggu sejumlah industri distribusi makanan atau sektor ritel tradisional. Pelemahan saham di sektor ritel tersebut mampu ditahan dengan penguatan saham di sektor energi, setelah adanya rencana dari beberapa negara produsen minyak untuk mengurangi ekspor. Dow Jones ditutup menguat 24,38 poin (+0,11%) ke level 21.384,28, S&P 500 naik tipis 0,69 poin (+0,03%) ke angka 2.433,15, sedangkan Nasdaq berkurang 13,74 poin (-0,22%) menjadi 6.151,76. Sepanjang pekan lalu, Bursa AS ditutup bervariasi dengan Dow Jones naik +0,53%, S&P bertambah +0,06%, sedangkan Nasdaq turun -0,9%.

Sementara dari dalam negeri, mengakhiri perdagangan akhir pekan IHSG turun 52,674 poin (-0,91%) ke level 5.723,636. Walaupun turun, tapi investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp. 164 miliar di pasar reguler. Sepanjang pekan lalu, IHSG berhasil menguat  +0,85%, dengan investor asing tercatat hanya melakukan penjualan bersih sekitar Rp. 2 milyar di pasar reguler.

Setelah sempat bergerak menguat di awal hingga pertengahan pekan lalu, IHSG akhirnya terkoreksi oleh aksi profit taking pasca The Fed menaikan suku bunga acuannya sebesar 25 bps. Meski begitu, penurunan IHSG jelang akhir pekan kemarin tidak mencerminkan tekanan yang berasal dari kenaikan suku bunga The Fed, karena kenaikan tersebut sudah diprediksi pasar. Pelemahan IHSG lebih condong disebabkan oleh aksi profit taking sejumah investor lokal yang hendak menarik dananya jelang libur panjang hari raya lebaran pada akhir pekan ini.

Seperti diketahui libur lebaran tahun ini akan dimulai dari hari jum’at 23 Juni hingga 2 Juli 2017. IHSG akan kembali buka pada hari senin tanggal 3 Juli 2017, sehingga investor yang hendak menarik dana sebelum libur panjang, harus melakukan penjualan terkahir hari senin besok tanggal 19 Juni 2017. Karena penjualan besok senin, maka dana akan diterima T+3 pada hari kamis 22 Juli 2017 sebelum libur.

IHSG diperkirakan masih akan kembali berkonsolidasi jelang libur panjang. Biasanya volume transaksi akan drop dan cenderung sepi. Secara teknikal, kondisi pasar masih sama dengan pekan lalu. IHSG terlihat masih bergerak naik didalam uptrend channel jangka menengahnya. Namun untuk jangka pendek, IHSG terlihat masih berkonsolidasi dengan bergerak sideways, terjebak di area 5577-5874. Indikator teknikal Stochastic bergerak naik, sedangkan MACD masih cenderung bergerak sideways. Dari kondisi teknikal ini, mengindikasikan bahwa IHSG masih dalam fase konsolidasi dalam jangka pendek.

Sebenarnya pasar saham Indonesia masih cukup menarik bagi investor, karena fundamental Indonesia dinilai masih cukup baik. Pekan lalu, neraca perdagangan bulan Mei 2017 masih mencatatkan surplus sebesar US$ 464 juta. Sementara BI mempertahankan suku bunga acuannya, ditengah kenaikan suku bunga The Fed. Hal ini menunjukan bahwa ekonomi Indonesia dinilai masih cukup stabil. Disamping itu, pemerintah juga kembali menerbitkan paket kebijakan ekonomi jilid XV, yang diharapkan dapat memperbaiki ekonomi Indonesia kedepan.

Untuk pekan ini tidak ada data ekonomi penting yang ditunggu oleh pelaku pasar dari dalam negeri. Sementara dari luar, beberapa agenda dan data ekonomi penting yang diperkirakan akan menjadi perhatian dari para pelaku pasar adalah:

  • Hari Senin 19 Juni 2017: Rilis data neraca perdagangan Jepang
  • Hari Selasa 20 Juni 2017: Pernyataan Ketua BOE Carney, Rilis laporan neraca perdagangan AS
  • Hari Rabu 21 Juni 2017: Pertemuan kebijakan moneter BOJ, Rilis data penjualan perumahan dan persediaan minyak AS
  • Hari Kamis 22 Juni 2017: Rilis indeks kepercayaan konsumen zona eropa, Rilis data klaim pengangguran AS
  • Hari Jum’at 23 Juni 2017: Rilis data manufaktur zona eropa, Rilis penjualan rumah baru AS

Sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. Untuk awal pekan besok, IHSG diperkirakan masih akan cenderung melemah, karena investor yang hendak menarik dana sebelum libur akan melanjutkan penjualan portfolionya. IHSG diperkirakan akan bergerak di support 5695 dan resisten di 5765 pada besok senin. Namun sebelum libur, IHSG bisa saja mengalami rebound dengan volume yang tipis. Tetap disarankan untuk safe trading mengingat masih minimnya sentimen jelang libur panjang. Selalu kontrol resiko terutama apabila kondisi market global menjadi tidak kondusif dan muncul ketidakpastian pada pasar. Sementara bagi investor, jika terjadi koreksi bisa dimanfaatkan untuk akumulasi, mengingat kondisi perekonomian dalam negeri yang masih cukup bagus dan stabil. Jika terjadi koreksi sehat, lakukan buy on weakness secara bertahap pada saham-saham yang masih berkinerja bagus dan memiliki prospek kinerja cemerlang kedepan.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium.  Diperlukan pengalaman, keahlian dan strategi khusus dalam melakukan analisa teknikal maupun fundamental untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk masuk ataupun keluar dari posisi trading ataupun investasi. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, arahan dan ide trading/investasi, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Join layanan messaging satu arah di Channel Telegram Messenger kami untuk mendapatkan update rekomendasi langsung melalui smartphone Anda. Silahkan download Telegram Messenger di Playstore atau Appstore anda. Temukan kami dengan search: @steptrader

atau…

klik link berikut: https://telegram.me/steptrader

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *