IHSG Konsolidasi Dan Berada Dipersimpangan, What Next?

Bursa AS menutup perdagangan akhir pekan dengan bergerak bervariasi. Dow Jones kembali mencetak rekor dengan ditutup naik 33,76 poin (+0,15%) ke level 21.830,31, ditopang oleh naiknya harga saham Chevron yang merilis laporan keuangan. Sementara S&P 500 dan Nasdaq mengalami koreksi terseret oleh kinerja Amazon, Exxon Mobil dan Starbucks, serta beberapa saham perusahaan rokok. Kedua indeks utama tersebut mengalami penurunan dalam dua hari berturut-turut setelah mencapai rekor tertinggi. S&P 500 terkoreksi 3,32 poin (-0,13%) menjadi 2.472,10 dan Nasdaq turun 7,51 poin (-0,12%) ke angka 6.374,68. Sepanjang pekan lalu Wall Street ditutup mixed, dengan Dow Jones naik +1,16%, sedangkan S&P 500 turun tipis -0,02%, dan Nasdaq melemah -0,2%.

Dari dalam negeri, IHSG naik 11,283 poin (+0,19%) ke level 5.831,027 pada akhir pekan. Investor asing melepas saham dengan melakukan net sell sebesar Rp 245 miliar dipasar reguler. Dalam sepekan, IHSG berhasil menguat sebesar +1,14%, walaupun investor asing masih melanjutkan aksi jual mencapai Rp. 330 milyar dipasar reguler.

Penguatan IHSG pada pekan lalu, ditopang dari saham-saham unggulan setelah merilis laporan kinerja keuangan kuartal kedua 2017. Sejumlah emiten, terutama dari sektor keuangan, konstruksi dan komoditas telah merilis laporan  keuangan yang hasilnya cukup bagus sepanjang semester pertama 2017. Sedangkan emiten di sektor barang konsumsi mencatatkan penurunan. Sementara dari ekternal, keputusan The Fed untuk menahan suku bunga dan rencana untuk menormalisasikan neraca, membuat USD melemah dan menjadikan harga-harga komoditas meningkat, sehingga menjadi sentimen positif bagi pendorong penguatan IHSG pada pekan lalu.

Walaupun sepanjang pekan lalu IHSG berhasil menguat, namun pergerakan indeks masih cenderung sideways. Secara teknikal, IHSG masih bergerak relatif terbatas, terjebak di area trading kisaran 5760-5843 dalam jangka pendek. Indikator teknikal Stochastic bergerak naik, sedangkan MACD cenderung bergerak mendatar. Dari kondisi ini menunjukan bahwa IHSG masih berkonsolidasi dalam fase sideways.

“Kondisi IHSG saat ini berada dipersimpangan. Jika mampu menguat dengan melewati level 5843, maka IHSG berpotensi menguji level all time highnya kembali di 5910. Namun apabila IHSG bergerak turun dan menerombol kebawah level 5760, maka IHSG berpotensi melemah menuju 5668. Dan apabila penurunan berlanjut, IHSG akan menguji area support di 5577 kembali.”

Awal pekan ini, pelaku pasar masih akan disibukan dengan rilis laporan keuangan semester I 2017 dari sejumlah emiten yang belum melaporkan kinerjanya, jelang batas akhir normal pelaporan pada akhir bulan ini. Kemudaian pada hari selasa, seperti biasa memasuki awal bulan Agusutus, pelaku pasar akan mencermati rilis data manufaktur dan inflasi bulan juli 2017. BI memperkirakan laju inflasi untuk Juli 2017 sebesar 0,18% dan setahun diproyeksikan sebesar 3,84%.

Sementara dari luar negeri, beberapa agenda dan data ekonomi penting yang akan menjadi perhatian dari para pelaku pasar pekan ini adalah:

  • Hari Senin 31 Juli 2017: Rilis data produksi industri Jepang, Rilis data manufaktur China, rilis data tingkat pengangguran zona euro
  • Hari Selasa 1 Agustus 2017: Rilis data Caixin manufaktur China, Kebijakan suku bunga Australia, Rilis data GDP zona euro, Rilis data manufaktur Inggris, Rilis data manufaktur AS
  • Hari Rabu 2 Agustus 2017: Rilis data keyakinan konsumen Jepang, Rilis data konstruksi Inggris, Rilis data ADP pekerjaan AS, Rilis data persediaan minyak AS
  • Hari Kamis 3 Agustus 2017: Kebijakan moneter BOE, dan suku bunga serta inflasi Inggris, Rilis data klaim pengangguran dan sektor jasa AS
  • Hari Jum’at 4 Agustus 2017: Rilis data neraca perdagangan dan data pekerjaan serta tingkat pengangguran AS

Pekan ini cukup banyak data dan kejadian ekonomi penting  baik dari internal dan eksternal yang akan mempengaruhi pasar keuangan. Kemungkinan IHSG akan menentukan arahnya pada pekan ini. Apakah akan melanjutkan kenaikannya dan mencetak rekor baru? Ataukah turun terlebih dahulu dan menghitung ulang prospek investasi setelah laporan keuangan kuartal kedua hampir sebagian besar emiten telah dirilis.

Sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. Tetap hati-hati dan lakukan safe trading, mengingat aksi jual investor asing masih terus berlanjut walaupun sudah mulai berkurang jika dibandingkan dengan pekan sebelumnya. Selalu kontrol resiko terutama jika kondisi market menjadi tidak kondusif dan muncul ketidakpastian atau force majeure sesaat pada pasar.

Sementara bagi investor, jika terjadi koreksi bisa dimanfaatkan untuk akumulasi, mengingat kondisi perekonomian dalam negeri yang masih cukup bagus dan stabil, meski masih ada risiko dari global. Jika terjadi koreksi sehat, lakukan buy on weakness secara bertahap pada saham-saham yang berkinerja bagus pasca rilis laporan keuangan semester I 2017, terutama emiten yang diperkirakan masih memiliki prospek kinerja cemerlang kedepan.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium.  Diperlukan pengalaman, keahlian dan strategi khusus dalam melakukan analisa, baik teknikal maupun fundamental untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk masuk ataupun keluar dari posisi trading ataupun investasi. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, arahan dan ide trading/investasi, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Join layanan messaging satu arah di Channel Telegram Messenger kami untuk mendapatkan update rekomendasi langsung melalui smartphone Anda. Silahkan download Telegram Messenger di Playstore atau Appstore anda. Temukan kami dengan search: @steptrader

atau…

klik link berikut: https://telegram.me/steptrader

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *