Menunggu Data GDP Kuartal Kedua 2017, Pasar Tampak Berhati-hati

Bursa Wall Street berakhir menguat pada akhir pekan, didorong oleh data tenaga kerja AS yang melebihi ekspektasi. Departemen tenaga kerja AS melaporkan adanya tambahan 209.000 pekerja pada Juli 2017, diatas perkiraan pasar yaitu 180.000 pekerja. Sedangkan tingkat pengangguran turun menjadi 4,3% dari bulan sebelumnya di 4,4%. Sektor saham keuangan menguat merespons positif sentimen data tenaga kerja yang lebih baik dan membuat indeks Dow Jones kembali catatkan rekor. Dow Jones ditutup naik 66,71 poin (+0,3%) ke level 22.092,81, S&P 500 menguat 4,67 poin (+0,19%) ke angka 2.476,83 dan Nasdaq bertambah 11,22 poin (+0,18) menjadi 6.351,56.

Positifnya laporan data tenaga kerja AS diperkirakan akan mendorong The Fed untuk mulai mengurangi neraca US$ 4,2 triliun pada September. Selain itu, The Fed juga diperkirakan akan menaikkan suku bunga untuk ketiga kalinya tahun ini pada Desember 2017. Persentase kemungkinan kenaikan suku bunga AS pada akhir tahun 2017 meningkat menjadi 50% pada akhir pekan kemaren dari  40% sebelumnya. Selama sepekan lalu bursa AS berhasil menguat, dengan Dow Jones naik +1,2%, S&P 500 bertambah +0,19% dan Nasdaq menguat +0,36%.

Sementara dari dalam negeri, IHSG ditutup turun tipis 3,09 poin (-0,05%) ke level 5.777,482. Investor asing tercatat melakukan net sell sebesar Rp 120 miliar dipasar reguler. Sepanjang pekan lalu, IHSG kembali melemah -0,92%, dengan disertai keluarnya dana asing sebesar Rp. 495 miliar di pasar reguler.

Pelemahan IHSG ditengarai karena outlook yang suram dari turunnya daya beli masyarakat, yang ditunjukan dari rendahnya inflasi dan turunnya kinerja keuangan sektor konsumsi sehingga menekan laju IHSG. Konsumsi yang melemah pada kuartal II 2017, menimbulkan kekhawatiran bahwa pertumbuhan ekonomi tidak secepat yang dibayangkan. Kondisi ini membuat investor melakukan profit taking, jelang rilis data pertumbuhan ekonomi semester I 2017 akan diumumkan pada Senin besok.

Secara teknikal IHSG terlihat masih dalam pola konsolidasi, dengan kecenderungan melemah dalam jangka pendek. Indikator teknikal Stochastic bergerak turun, sementara MACD bergerak sideways cenderung menurun mendekati centreline. Dari kondisi tersebut, mengindikasikan bahwa IHSG masih berkonsolidasi dengan kecenderungan bergerak negatif dalam jangka pendek. IHSG diperkirakan masih akan bergerak dalam rentang kisaran 5750-5843 pada pekan ini.

Untuk pekan ini perhatian pelaku pasar akan tertuju pada rilis data GDP kuartal kedua 2017 dan cadangan devisa yang akan diumumkan besok senin. Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2017 akan berada di atas kuartal I yang sebesar 5,01%, tapi masih di bawah 5,1%. Disisi lain, konsensus ekonom memperkirakan pertumbuhan GDP kuartal II 2017 akan berada di kisaran angka 5,1%. Jika nanti angka yang keluar di bawah 5%, maka akan memicu aksi jual pada IHSG. Sementara data ekonomi lainnya yang akan dicermati adalah rilis data kepercayaan konsumen pada hari selasa dan penjualan ritel pada hari rabu. Walaupun kedua data tersebut bukan data utama, tapi dianggap penting saat ini karena untuk mengukur penurunan daya beli dan melemahnya konsumsi yang sedang terjadi pada masyarakat.

Sementara dari luar negeri, beberapa agenda dan data ekonomi penting yang akan menjadi perhatian dari para pelaku pasar pekan ini adalah:

  • Hari Selasa 8 Agustus 2017: Rilis data neraca perdagangan China
  • Hari Rabu 9 Agustus 2017: Rilis data inflasi China, Rilis data persediaan minyak AS
  • Hari Kamis 10 Agustus 2017: Rilis data neraca perdagangan dan manufaktur Inggris, Rilis data klaim pengangguran AS
  • Hari Jum’at 11 Agustus 2017: Rilis data inflasi AS

Sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. Kemungkinan IHSG akan keluar dari area konsolidasi dan menentukan arahnya pada minggu ini. Investor diperkirakan akan mulai mencari sentimen baru dan menghitung ulang prospek investasinya, setelah musim laporan keuangan kuartal kedua sebagian besar emiten telah dirilis. Perhatikan area level support IHSG dikisaran 5750-5756. Hati-hati kalau jebol kebawah level support ini, karena IHSG berpotensi masuk area bearish short term dengan target koreksi ke level 5668 hingga 5577. Untuk itu disarankan tetap hati-hati dan lakukan safe trading, mengingat aksi jual investor asing juga masih terus berlanjut walaupun sudah tidak terlalu besar. Selalu kontrol resiko terutama jika kondisi market menjadi tidak kondusif dan muncul ketidakpastian atau force majeure sesaat pada pasar.

Sementara bagi investor, jika terjadi koreksi bisa dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap, mengingat kondisi perekonomian dalam negeri yang masih cukup bagus dan stabil. Meski masih ada risiko dari turunnya daya beli domestik dan resiko global seperti politik AS terkait penyelidikan atas keterlibatan Rusia dalam pemilu AS tahun lalu. Jika terjadi koreksi sehat, lakukan buy on weakness secara bertahap pada saham-saham yang berkinerja bagus pasca rilis laporan keuangan semester I 2017, terutama emiten yang diperkirakan masih memiliki prospek kinerja cemerlang kedepan.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium.  Diperlukan pengalaman, keahlian dan strategi khusus dalam melakukan analisa, baik teknikal maupun fundamental untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk masuk ataupun keluar dari posisi trading ataupun investasi. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, arahan dan ide trading/investasi, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Join layanan messaging satu arah di Channel Telegram Messenger kami untuk mendapatkan update rekomendasi langsung melalui smartphone Anda. Silahkan download Telegram Messenger di Playstore atau Appstore anda. Temukan kami dengan search: @steptrader

atau…

klik link berikut: https://telegram.me/steptrader

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *