Tensi Ketegangan AS-Korut Meningkat, IHSG Berpotensi Melemah

Bursa Wall Street rebound pada akhir pekan, terdorong oleh spekulasi bahwa The Fed akan pertahankan suku bunga rendah. Pasar bereaksi terhadap data inflasi bulan Juli yang naik hanya 0,1%, di bawah ekspektasi 0,2%. Setelah keluar data tersebut, ekspektasi pasar untuk kenaikan suku bunga AS pada September atau Desember kembali turun. Dow Jones naik tipis 14,31 poin (+0,07%) menjadi 21.858,32, S&P 500 bertambah 3,11 poin (+0,13%) menjadi 2.441,31 dan Nasdaq menguat 39,68 poin (+0,64%) menjadi 6.256,56. Bursa AS mengakhiri pekan terburuk kedua di tahun ini, setelah turun cukup dalam pada pertengahan pekan sejak meningkatnya tensi ketegangan antara AS dan Korut, akibat aksi saling mengancam untuk menyerang satu sama lain. Dalam  sepekan, Dow Jones turun -1,06% S&P 500 menyusut -1,43% dan Nasdaq berkurang -1,5%.

Dari dalam negeri, IHSG berakhir melemah  59,808 poin (-1,03%) ke level 5.766,138 pada akhir pekan. Penurunan IHSG dibarengi dengan aksi jual bersih investor asing mencapai Rp 1,075 triliun di pasar reguler. Dalam sepekan, IHSG turun -0,2% dengan total net sell investor asing sebesar Rp 1,67 triliun diseluruh pasar.

Korea Utara menjadi berita utama bagi pasar saham dunia pada pekan lalu. Situasi geopolitik dunia memanas, gara-gara AS dan Korut yang saling mengancam, memberi sentimen negatif bagi bursa global. Meningkatnya tensi ketegangan Korut-AS membuat pelaku pasar khawatir, sehingga mengambil sikap wait and see dengan mengalihkan sebagian besar portofolionya ke instrumen safe haven, seperti komoditas emas maupun mata uang yen.

Di sisi lain, rilis data GDP atau pertumbuhan ekonomi Indonesia yang stagnan membuat IHSG kehilangan tenaga. Beruntung,  hasil data cadangan devisa dan data indeks keyakinan bisnis serta keyakinan konsumen dan penjualan ritel yang di atas ekspektasi, masih mampu menjaga stabilitas pergerakan IHSG sehingga tidak turun akibat data GDP yang dibawah ekspektasi. Meskipun demikian, IHSG juga tidak luput dari tekanan jual akibat ketegangan yang terjadi di semenanjung Korea. Kondisi ini yang membuat IHSG turun pada akhir pekan, bersamaan dengan melemahnya bursa saham regional asia.

Secara teknikal kondisi IHSG masih sama dengan perkiraan kami pada pekan sebelumnya. IHSG terlihat masih dalam pola konsolidasi dengan kecenderungan melemah dalam jangka pendek. Indikator teknikal Stochastic death cross, sementara MACD cenderung menurun mendekati centreline. Dari kondisi tersebut, mengindikasikan bahwa IHSG masih berkonsolidsi cenderung bergerak negatif dalam jangka pendek. IHSG diperkirakan masih akan bergerak dalam rentang kisaran 5744-5833 pada pekan ini.

Untuk pekan ini perhatian pelaku pasar masih akan tertuju pada tensi ketegangan Korea utara-AS yang diperkirakan masih akan berlanjut. Korut menyatakan Guam akan menjadi wilayah yang berpotensi menjadi target serangan pada pertengahan bulan ini, sehingga diperkirakan pasar masih akan bergejolak. Sementara dari dalam negeri, pelaku pasar juga mencermati data makro ekonomi. Salah satunya, data neraca perdagangan Indonesia yang akan dirilis pada hari selasa diperkirakan masih akan mencatatkan surplus sebesar US$ 700 juta. Data lainnya yang juga akan menjadi perhatian pekan ini adalah penjualan kendaran bermotor.

Sedangkan dari luar negeri, pekan ini cukup banyak agenda dan kejadian ekonomi penting yang akan menjadi perhatian dari para pelaku pasar. Berikut ini adalah data ekonomi yang perlu diperhatikan:

  • Hari Senin 14 Agustus 2017 : Rilis data industri dan penjualan ritel China, Rilis data GDP Jepang
  • Hari Selasa 15 Agustus 2017 : Laporan kebijakan moneter Australia, Rilis data inflasi Inggris, Rilis data GDP Jerman, Rilis data penjualan ritel AS
  • Hari Rabu 16 Agustus 2017: Rilis data tingkat pengangguran Inggris, Rilis data GDP zona euro, Rilis data persediaan minyak AS
  • Hari Kamis 17 Agustus 2017: Rilis data neraca perdagangan Jepang, Rilis data ritel Inggris, Rilis data inflasi zona euro, Laporan meeting The Fed, Rilis data klaim pengangguran AS

Sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. Kemungkinan IHSG akan rebound dulu pada awal pembukan perdagangan pekan ini. IHSG diperkirakan akan bergerak dikisaran level support 5749 dan resisten di 5795 pada hari senin besok. Walaupun secara teknikal IHSG masih cenderung berkonsolidasi, namun perlu diperhatikan kisaran level support 5744-5720, apabila dijebol kebawah maka IHSG akan masuk area bearish short term dengan target koreksi ke level 5668 hingga 5577.

Tetap disarankan untuk safe trading, mengingat IHSG masih minim sentimen positif pasca rilis laporan keuangan kuartal kedua hampir sebagian besar emiten telah keluar. Disamping itu, aksi jual investor asing juga kembali meningkat pada akhir pekan kemaren, dan juga masih adanya ketidalpastian global dari menigkatnya tensi  ketegangan geopolitik Korea Utara-AS. Selalu kontrol resiko terutama jika kondisi market menjadi tidak kondusif dan muncul ketidakpastian atau force majeure sesaat pada pasar.

Namun bagi investor, jika terjadi koreksi bisa dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap, mengingat kondisi perekonomian dalam negeri yang masih cukup bagus dan stabil. Jika terjadi koreksi, bisa melakukan buy on weakness secara bertahap pada saham-saham yang telah merilis laporan keuangan semester I 2017 yang hasilnya bagus, terutama emiten yang diperkirakan masih memiliki prospek kinerja cemerlang kedepan.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium.  Diperlukan pengalaman, keahlian dan strategi khusus dalam melakukan analisa, baik teknikal maupun fundamental untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk masuk ataupun keluar dari posisi trading ataupun investasi. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, arahan dan ide trading/investasi, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Join layanan messaging satu arah di Channel Telegram Messenger kami untuk mendapatkan update rekomendasi langsung melalui smartphone Anda. Silahkan download Telegram Messenger di Playstore atau Appstore anda. Temukan kami dengan search: @steptrader

atau…

klik link berikut: https://telegram.me/steptrader

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *