Menanti Data Ekonomi Awal September 2017, IHSG Kembali Berkonsolidasi

Bursa  wall street ditutup menguat terbatas pada akhir pekan, setelah keluar laporan data tenaga kerja AS yang melambat dari yang diperkirakan, sehingga membuat harapan terhadap kenaikan suku bunga The Fed pada akhir tahun mereda. Departeman Tenaga Kerja AS menyatakan telah terjadi penambahan 156.000 tenaga kerja di bulan Agustus, atau lebih rendah dari konsensus yang memprediksikan 180.000. Sementara tingkat pengangguran meningkat menjadi 4,4% dari level sebelumnya di 4,3%. Dow Jones ditutup naik 39,46 poin (+0,18%) ke posisi 21.987,56, S&P 500 menguat 4,9 poin (+0,20%) ke level 2.476,55 dan Nasdaq bertambah 6,67 poin (+0,1%) menjadi 6.435,33. Selama sepekan, Bursa AS melanjutkan penguatannya dengan Dow Jones berhasil naik sebesar +0,8%, S&P 500 juga meningkat +1,37% dan Nasdaq melonjak +2,71%.

Dari dalam negeri, jelang libur long weekend pada hari kamis lalu, IHSG ditutup turun 8,447 poin (-0,14%) ke level 5.864,059. Investor asing masih mencatatkan net sell di pasar reguler sebesar Rp. 243 miliar. Sepanjang pekan lalu IHSG terus bergerak melemah dan berakhir turun -0,88%. Dalam sepekan, total net sell investor asing tercatat sebesar Rp. 848 milyar dipasar regular.

Laju pergerakan IHSG cenderung lesu sepanjang pekan lalu, karena sepinya sentimen positif. Pendeknya waktu transaksi perdagangan karena adanya libur Idul Adha di akhir pekan, ditengah bayang-bayang sentimen negatif dari global yang masih susah diprediksi setelah Korea Utara kembali melakukan uji coba rudal balistik. Kondisi ini membuat pelaku pasar melakukan aksi profit taking, terutama setelah IHSG berhasil mencetak rekor all time high dua kali pada pekan sebelumnya. Praktis sepanjang pekan lalu, IHSG terus bergerak melemah dalam empat hari perdagangan tanpa ada seharipun IHSG ditutup dizona positif.

Secara teknikal, koreksi yang dialami oleh IHSG dalam empat hari berturut-turut telah membuat kondisi IHSG terlihat kurang baik jika dibandingkan dengan pekan sebelumnya. Indikator teknikal Stochastic terlihat bergerak turun keluar dari area overbought. Sementara MACD mulai terjadi death cross. Dari kondisi teknikal ini terlihat bahwa IHSG cenderung bergerak negatif dalam jangka pendek.

Walaupun secara teknikal terlihat kurang baik, namun saya melihat bahwa IHSG masih cenderung dalam pola sideways jangka pendek. Selama IHSG masih mampu bertahan diatas kisaran support 5833-5855, maka koreksi yang terjadi masih tergolong wajar pasca IHSG mencetak rekornya. IHSG masih berpotensi untuk kembali menguat menguji area resisten all time high di level 5916. Jika dapat ditembus, maka IHSG berpeluang menuju resisten terdekat selanjutnya di level 5955.Namun waspadai jika support 5833 dijebol kebawah, karena kemungkinan IHSG akan kembali mengalami koreksi menguji area support di 5749 lagi.

Untuk pekan ini sebagai awal bulan September, pelaku pasar sedang menanti sejumlah data-data ekonomi dalam negeri. Diantaranya data manufaktur, data inflasi pada hari senin. Survei Bank Indonesia mencatat, inflasi hingga pekan terakhir Agustus mencapai 0,01%. Berdasarkan pada hasil survei tersebut, BI memperkirakan bisa terjadi deflasi pada bulan lalu. Sementara data manufaktur pada Juli berada pada angka 48,6, dan diperkirakan pada Agustus data manufaktur akan membaik dengan perkiraan berada di level 49,7. Data lain yang menjadi perhatian adalah indeks kepercayaan konsumen pada hari kamis, dan data cadangan devisa pada hari Jum’at.

Sementara dari luar negeri, pekan ini cukup banyak agenda dan kejadian ekonomi penting yang akan menjadi perhatian dari para pelaku pasar, antara lain:

  • Hari Senin 4 September 2017 : Rilis data konstruksi Inggris
  • Hari Selasa 5 September 2017 : Kebijakan suku bunga RBA Australia, Rilis data sektor jasa Inggris
  • Hari Rabu 6 September 2017: Rilis data GDP Australia, Rilis data sektor jasa dan data perdagangan AS
  • Hari Kamis 7 September 2017: Kebijakan suku bunga dan Pernyataan ECB, Rilis data klaim pengangguran dan data persediaan minyak AS
  • Hari Jum’at 8 September 2017: Rilis data perdagangan China, Rilis data GDP Jepang, Rilis data manufaktur dan neraca perdagangan Inggris

Sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. Apabila data ekonomi dalam negeri bulan Agustus yang dirilis pekan ini membaik, maka diperkirakan IHSG akan mengalami pembalikan arah. Terlebih IHSG telah mengalami koreksi selama 4 hari berturut-turut, sehingga peluang terjadinya teknikal rebound dalam jangka pendek semakin terbuka. Untuk pekan ini IHSG diprediksikan masih dalam pola konsolidasi jangka pendek dengan bergerak dalam range kisaran 5833-5916.

Tetap safe trading. Selalu hati-hati dan kontrol resiko, terutama jika kondisi market global menjadi tidak kondusif dan muncul ketidakpastian atau force majeure sesaat pada pasar. Sementara bagi investor, jika terjadi koreksi bisa dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap, mengingat kondisi makro ekonomi dalam negeri yang masih cukup bagus dan stabil. Jika terjadi koreksi, bisa melakukan buy on weakness secara bertahap pada saham-saham yang masih berkinerja bagus, terutama emiten yang diperkirakan masih memiliki prospek kinerja cemerlang kedepan.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium.  Diperlukan pengalaman, keahlian dan strategi khusus dalam melakukan analisa, baik teknikal maupun fundamental untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk masuk ataupun keluar dari posisi trading ataupun investasi. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, arahan dan ide trading/investasi, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Join layanan messaging satu arah di Channel Telegram Messenger kami untuk mendapatkan update rekomendasi langsung melalui smartphone Anda. Silahkan download Telegram Messenger di Playstore atau Appstore anda. Temukan kami dengan search: @steptrader

atau…

klik link berikut: https://telegram.me/steptrader

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *