Bergerak Sideways, IHSG Berada Dipersimpangan

Mayoritas bursa saham AS menutup perdagangan akhir pekan dengan pelemahan. Investor tengah khawatir menghadapi potensi kerusakan akibat dari Badai Irma yang sedang menuju Florida. Pelaku pasar wait & see dengan menahan transaksi untuk melihat kerusakan yang bakal terjadi. Indeks Dow Jones naik tipis 13,01 poin (+0,06%) menjadi 21.797,79, terdorong oleh kenaikan saham-saham di sektor asuransi. Sedangkan indeks S&P 500 kehilangan 3,67 poin (-0,15%) menjadi 2.461,43 dan Nasdaq turun 37,68 poin (-0,59%) menjadi 6.360,19, tertekan oleh pelemahan yang dibukukan saham-saham di sektor teknologi seperti Apple dan Facebook. Sepanjang pekan lalu, Bursa Wall Street melelemah dengan Dow Jones turun sebesar -0,86%, S&P 500 kehilangan -0,61% dan Nasdaq merosot -1,17%.

Dari dalam negeri, menutup perdagangan akhir pekan IHSG naik 24,808 poin (+0,43%) ke level 5.857,119. Investor asing masih mencatatkan net sell di pasar reguler sebesar Rp. 243 miliar. Walaupun berhasil menguat diakhir pekan, tapi untuk sepanjang pekan lalu IHSG berakhir dengan pelemahan -0,12%, dengan diikuti oleh keluarnya dana asing sekitar Rp. 3,4 triliun.

Sesuai perkiraan pekan sebelumnya, IHSG melanjutkan konsolidasinya dengan cenderung bergerak sideways di sepanjang pekan kemaren. Di awal pekan laju IHSG sempat turun cukup tajam, tertekan oleh sentimen global dari ketegangan yang kembali muncul di Semenanjung Korea setelah uji coba bom hidrogen yang berhasil dilakukan oleh Korea Utara. Namun pada pertengahan hingga akhir pekan IHSG berhasil membaik dengan sedikit menguat terdorong oleh data ekonomi dalam negeri yang masih positif. BPS melaporkan sepanjang bulan Agustus telah terjadi deflasi sebesar 0,07 persen, sehingga membuka ruang bagi BI untuk kembali melakukan pelonggaran moneter. Sementara data manufaktur membaik dan data cadangan devisa kembali meningkat menjadi sentimen positif yang mendorong rebound kenaikan IHSG pada akhir pekan kemaren.

Sentimen global masih memegang pengaruh yang signifikan terhadap kondisi IHSG. Ketidakpastian sentimen global masih menyisakan kekhawatiran yang membuat investor asing terus menerus melakukan aksi jual. Dari sisi teknikal, IHSG masih terus berkonsolidasi dan terlihat bergerak datar dikisaran 5749 hingga 5910.

Untuk pekan ini, jika dapat bertahan di level 5835 maka IHSG  berpotensi melanjutkan kenaikannya menguji level all time highnya lagi di 5916. Tapi apabila gagal bertahan di 5835, maka IHSG berpotensi untuk kembali melemah menuju area support 5749-5774 lagi. Dari indikator teknikal terlihat bergerak mixed. Stochastic kembali golden cross, sementara penurunan MACD masih tertahan diatas centerline dengan histogram bar masih diarea negatif. Dari kondisi ini menunjukan bahwa IHSG masih berada dalam pola sideways jangka pendek.

Minggu ini ada beberapa data ekonomi yang menjadi perhatian dari para pelaku pasar. Di awal pekan akan dimulai dengan rilis data penjualan ritel. Sedangkan pada pertengahan pekan akan dirilis data penjualan kendaraan bermotor dan di akhir pekan akan dirilis data eksport-import serta neraca perdagangan.

Sementara itu dari luar negeri, pekan ini cukup banyak agenda dan kejadian ekonomi penting yang akan menjadi perhatian dari para pelaku pasar. Berikut ini adalah data ekonomi dari luar negeri yang perlu diperhatikan:

  • Hari Selasa 12 September 2017 : Rilis data inflasi Inggris
  • Hari Rabu 13 September 2017: Rilis data average earning dan tingkat pengangguran Inggris, Rilis data harga produsen dan persediaan minyak AS
  • Hari Kamis 14 September 2017: Rilis data industri China, Kebijakan moneter dan suku bunga Bank of England, Rilis data inflasi dan klaim pengangguran AS
  • Hari Jum’at 15 September 2017: Rilis data penjualan ritel AS

Untuk sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. Walaupun secara teknikal IHSG berpeluang melanjutkan reboundnya, namun diperkirakan IHSG masih dalam pola sideways jangka pendek. Rebound terakhir belum membuat trend IHSG menjadi naik, sehingga tetap perlu diwaspadai. Apalagi masih ada ketidakstabilan dari kondisi geopolitik global yang menyebakan asing terus menerus melakukan net sell dalam jumlah yang cukup besar pada pekan lalu. Hati-hati jika IHSG turun menembus kebawah 5749, maka akan memulai trend bearish jangka pendek.

Tetap disarankan safe trading, serta selalu hati-hati dan kontrol resiko terutama jika kondisi market global menjadi tidak kondusif dan muncul ketidakpastian atau force majeure sesaat pada pasar. Sementara bagi investor, jika terjadi koreksi bisa dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap, mengingat kondisi makro ekonomi dalam negeri yang masih cukup bagus dan stabil. Jika terjadi koreksi, bisa melakukan buy on weakness secara bertahap pada saham-saham yang masih berkinerja bagus, terutama emiten yang diperkirakan masih memiliki prospek kinerja cemerlang kedepan.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium.  Diperlukan pengalaman, keahlian dan strategi khusus dalam melakukan analisa, baik teknikal maupun fundamental untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk masuk ataupun keluar dari posisi trading ataupun investasi. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, arahan dan ide trading/investasi, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Join layanan messaging satu arah di Channel Telegram Messenger kami untuk mendapatkan update rekomendasi langsung melalui smartphone Anda. Silahkan download Telegram Messenger di Playstore atau Appstore anda. Temukan kami dengan search: @steptrader

atau…

klik link berikut: https://telegram.me/steptrader

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *