Masih Sideways, IHSG Berpotensi Lanjutkan Konsolidasinya

Bursa Wall Street mencetak rekor tertinggi pada penutupan perdagangan akhir pekan. Indeks S&P 500 melampaui level 2.500 poin untuk pertama kali, dipicu oleh kenaikan saham telekomunikasi, finansial dan teknologi. Pelaku pasar mengabaikan laporan yang menunjukkan penurunan penjualan ritel dan output industry AS, yang disebabkan oleh dampak Badai Harvey. Dow Jones ditutup naik 64,86 poin (+0,29%) ke level 22.268,34 poin, S&P 500 bertambah 4,61 poin (+0,18%) ke posisi 2.500,23 dan Nasdaq menanjak 19,38 poin (+0,3%) menjadi 6.448,47. Sepanjang pekan lalu Bursa AS berhasil menguat, dengan Dow Jones naik +2,16%, S&P 500 meningkat +1,58% dan Nasdaq bertambah +1,39%.

Dari dalam negeri, IHSG ditutup naik 20,39 poin (+0,35%) ke posisi 5.872,392 pada akhir pekan, ditopang oleh data neraca perdagangan bulan Agusutus yang mencatatkan surplus sebesar US$ 1,72 miliar. Walaupun naik tapi investor asing masih mencatatkan net sell di pasar reguler sebesar Rp. 181 miliar. Sepekan terkahir, IHSG cenderung bervariasi tapi akhirnya mampu ditutup menguat +0,26%. Dana asing masih terus keluar dipasar regular, sepanjang pekan lalu asing tercatat membukukan net sell sebesar Rp. 1,57 triliun.

Sesuai perkiraan pada pekan sebelumnya, laju pergerakan IHSG masih cenderung sideways pada pekan lalu. IHSG bergerak bervariasi dipengaruhi oleh berbagai sentimen. Adapun sentimen-sentimen yang pengaruhi pasar antara lain, rilis data inflasi AS naik menjadi 1,9% dan melebihi ekspektasi. Data tersebut mendorong spekulasi kenaikan suku bunga The Fed meningkat pada akhir tahun. Disisi lain, berbagai isu mengenai kebijakan ekonomi dalam negeri turut membayangi volatilitas IHSG. Adanya kabar bahwa pemerintah akan mengatur harga batu bara domestik untuk supply ke PLN membuat saham sektor tambang anjlok cukup parah pada pekan lalu. Selain itu sentimen negatif juga menimpa saham konstruksi BUMN. Tertundanya divestasi jalan tol WSKT dan isu pembatasan penjualan beton precast anak usaha BUMN menjadi hanya 50% kepada induk usaha, menimbulkan efek domino terhadap penurunan saham-saham di sektor tersebut. Beruntung rilis data surplus neraca perdagangan domestik pada akhir pekan berhasil menopang laju IHSG.

Untuk pekan ini perhatian pelaku pasar akan terfokus pada pertemuan beberapa bank sentral dunia, seperti AS, Australia, Jepang dan Indonesia. Namun perhatian khusus akan tertuju pada pertemuan The Fed pada pertengahan pekan. Diperkirakan The Fed akan mengumumkan rencana mengurangi portofolio surat berharga pada pertemuan 19-20 September 2017. Selain itu pelaku pasar juga tengah mencari petunjuk mengenai rencana kenaikan fed rate kedepan dalam pertemuan tersebut. Sementara dari dalam negeri, pelaku pasar sedang menanti data penjualan mobil bulan Agustus diawal pekan, dan kebijakan suku bunga Indonesia dalam pertemuan RDG BI pada akhir pekan. Diperkirakan BI tidak akan mengubah suku bunga acuannya pada pertemuan kali ini.

Dari luar negeri, pekan ini cukup banyak agenda dan kejadian ekonomi penting yang akan menjadi perhatian dari para pelaku pasar. Berikut ini adalah data ekonomi dari luar negeri yang perlu diperhatikan:

  • Hari Senin 18 September 2017: Rilis data inflasi zona eropa
  • Hari Selasa 19 September 2017 : Pertemuan dan kebijakan moneter Bank Sentral Australia, Rilis data ijin bangunan AS
  • Hari Rabu 20 September 2017: Rilis data neraca perdagangan Jepang, Rilis data penjualan ritel Inggris, Rilis data penjualan perumahan dan persediaan minyak AS, Laporan meeting dan Kebijakan suku bunga The Fed
  • Hari Kamis 21 September 2017: Kebijakan moneter dan suku bunga Bank Sentral Jepang, Rilis data klaim pengangguran AS

Pada pekan lalu, IHSG masih berhasil bertahan di atas level 5833 dan bahkan mulai bergerak mendekati level 5900 lagi. Secara teknikal, kondisi IHSG terlihat masih terus berkonsolidasi dan masih bergerak datar dikisaran 5749 hingga 5916. Kondisi ini terlihat masih sama dengan pekan lalu. Selama IHSG bertahan di level 5833 maka IHSG  berpotensi melanjutkan kenaikannya menguji level all time highnya lagi di 5916. Namun jika gagal bertahan di 5833, maka IHSG berpeluang kembali melemah menuju area support 5749-5774 lagi. Indikator teknikal MACD terlihat masih cenderung bergerak mendatar diatas centreline. Dari kondisi tersebut menunjukan bahwa IHSG masih berada dalam pola sideways pada jangka pendek.

IHSG dalam pekan ini diperkirakan masih akan melanjutkan konsolidasinya dengan bergerak dalam pola sideways. Terutama karena minggu ini waktu transaksi perdagangan berkurang dan menjadi lebih pendek, sebab ada hari libur bursa yaitu Tahun Baru Islam 1439H yang jatuh pada Kamis 21 September 2017. Sementara pada hari Jum’at yang merupakan hari kejepit, biasanya transaksi perdagangan juga akan relatif lebih sepi.

Untuk sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. IHSG diperkirakan akan bergerak dalam rentang 5800-5916 pada pekan ini. Walaupun saat ini IHSG makin mendekati level 5900, tapi kenaikan diakhir pekan kemaren tidak terlihat adanya kekuatan yang cukup besar bagi IHSG untuk melewati level tersebut. Apalagi asing masih terus menerus melakukan net sell karena masih ada ketidakstabilan dari kondisi geopolitik global. Yang perlu diperhatikan disini adalah area support penting 5749 dan resisten 5916. Penembusan area support maupun resisten tersebut akan menentukan arah pergerakan IHSG selanjutnya.

Tetap safe trading dan selalu hati-hati serta kontrol resiko, terutama jika kondisi market menjadi tidak kondusif dan muncul ketidakpastian atau force majeure sesaat pada pasar. Sementara bagi investor, jika terjadi koreksi bisa dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap, mengingat kondisi makro ekonomi dalam negeri yang masih cukup bagus dan stabil. Jika terjadi koreksi, bisa melakukan buy on weakness secara bertahap pada saham-saham yang masih berkinerja bagus, terutama emiten yang diperkirakan masih memiliki prospek kinerja cemerlang kedepan.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium.  Diperlukan pengalaman, keahlian dan strategi khusus dalam melakukan analisa, baik teknikal maupun fundamental untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk masuk ataupun keluar dari posisi trading ataupun investasi. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, arahan dan ide trading/investasi, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Join layanan messaging satu arah di Channel Telegram Messenger kami untuk mendapatkan update rekomendasi langsung melalui smartphone Anda. Silahkan download Telegram Messenger di Playstore atau Appstore anda. Temukan kami dengan search: @steptrader

atau…

klik link berikut: https://telegram.me/steptrader

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *