Diluar Dugaan, BI Kembali Menurunkan Suku Bunga Acuan, IHSG Siap Mencetak Rekor

Bursa Wall Street ditutup mixed dan cenderung flat pada penutupan perdagangan akhir pekan. Investor mengabaikan kekhawatiran mengenai aksi yang akan dilakukan oleh Korea Utara, serta proposal UU Kesehatan AS terbaru. Dow Jones ditutup turun tipis 9,64 poin (-0,04%) ke level 22.349,59. Sementara S&P 500 berhasil naik tipis 1,62 poin (+0,06%) ke level 2.502,22 dan Nasdaq menambahkan 4,23 poin (+0,07%) menjadi 6.426,92. Dalam sepekan, Bursa AS bergerak bervarisi, setelah The Fed mengumumkan menahan suku bunga acuan dan berencana untuk mulai mengurangi kepemilikan obligasi senilai US$ 4,5 triliun pada pertemuan tengah pekan lalu. Sepanjang pekan kemaren, Dow Jones berhasil naik +0,36% dan S&P 500 bertambah +0,08%, sementara Nasdaq melemah -0,33%.

Dari dalam negeri, IHSG ditutup naik 5,135 poin (+0,09%) ke level 5.911,708 pada akhir pekan. Investor asing masih mencatatkan net sell sebesar Rp. 122 miliar di pasar reguler. Selama sepekan IHSG berhasil menguat +0,67%, walaupun arus dana asing masih keluar dari pasar regular sekitar Rp. 480 milyar.

IHSG terus bergerak naik dan berhasil memperpanjang kenaikannya menjadi enam hari berturut-turut. Bahkan pada akhir pekan kemaren, IHSG sempat menyentuh rekor baru secara intraday di angka 5.928,786. Penguatan IHSG ini dipengaruhi oleh berbagai sentimen baik dari global maupun internal.

Dari luar negeri, keputusan The Fed untuk mempertahankan suku bunga dan kebijakan bank sentral Jepang mempertahankan kebijakan moneternya, masih sesuai harapan pasar. Sementara dari dalam negeri, surplus neraca perdagangan signifikan pada Agustus 2017 sebesar US$ 1,72 miliar, menjadi katalis penguatan IHSG sepanjang pekan lalu. Dengan surplus neraca perdagangan dan infasi yang rendah serta neraca transaksi berjalan menyempit, BI masih memiliki ruang menurunkan suku bunga acuannya.

Terbukti pada akhir pekan setelah market close, BI memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan BI 7 day repo rate sebesar 25 bps menjadi 4,25%. Keputusan ini berpotensi menjadi katalis positif tambahan bagi penguatan IHSG di awal pekan. Namun demikian masih ada beberapa sentimen negatif yang berpotensi untuk menahan laju pergerakan IHSG pada pekan ini, khususnya dari luar negeri. Korea Utara mengancam mempertimbangkan untuk menguji senjata nuklir di Pasifik lagi. Sikap ini dilakukan setelah merespon langkah baru yang akan diambil oleh Presiden AS Donald Trump, yaitu memperluas kewenangan Departemen Keuangan untuk menargetkan orang dan institusi yang berbisnis dengan Korea Utara. Disisi lain, S&P menurunkan peringkat utang jangka panjang China dari AA- menjadi A+ lantaran meningkatnya risiko dari kenaikan utang negara tersebut.

Bauran dari berbagai sentimen ini akan membuat IHSG bergerak bervariasi pada pekan ini. Secara teknikal, kondisi IHSG terlihat masih relatif bergerak datar. IHSG masih mencoba melewati resisten konsolidasinya di 5916. Jika dapat ditembus maka IHSG berpeluang menuju target terdekat di 5950 sebagai level resisten pekan ini. Nantinya apabila rally kenaikan IHSG berlanjut, maka IHSG berpotensi menuju level kisaran 6000-6020 sebagai target selanjutnya. Sementara untuk support IHSG pekan ini diperkirakan akan berada dikisaran 5833. Indikator teknikal MACD bergerak mendatar cenderung naik diatas centreline, dengan histogram bar hijau meningkat. Kondisi ini menunjukan bahwa IHSG masih dalam pola sideways dengan kecenderungan menguat dalam jangka pendek.

Untuk pekan ini tidak ada data ekonomi dan kejadian penting dari dalam negeri. Sementara dari luar negeri, pekan ini cukup banyak agenda dan kejadian ekonomi penting yang akan menjadi perhatian dari para pelaku pasar. Berikut ini adalah data ekonomi dari luar negeri yang perlu diperhatikan:

  • Hari Senin 25 September 2017: Pernyataan Gubernur BOJ Kuroda, Rilis data iklim bisnis Jerman, Pernyataan Presiden ECB Mario Draghi
  • Selasa 26 September 2017 : Rilis data keyakinan konsumen dan penjualan rumah baru AS, Pernyataan Ketua Fed Janet Yellen
  • Rabu 27 September 2017: Rilis data durable goods dan persediaan minyak AS
  • Kamis 28 September 2017: Pernyataan Gubernur BOJ Kuroda, RIlis data keyakinan bisnis zona eropa, Rilis data inflasi Jerman, Pernyataan Gubernur BOE Carney, Rilis data GDP dan klaim pengangguran AS
  • Jum’at 29 September 2017: Rilis data inflasi dan tingkat pengangguran Jepang, Rilis data transaksi berjalan, kepercayaan konsumen dan GDP Inggris, Rilis data tenaga kerja Jerman, Pernyataan Presiden ECB Draghi, Pernyataan Gubernur BOE Carney

Untuk sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. Keputusan BI untuk menurunakan BI 7 day repo rate sebesar 25 bps menjadi 4,25%, akan menjadi sentimen positif bagi IHSG di awal pembukaan perdagangan pekan ini. Namun penguatan 6 hari berturut-turut dapat membuka peluang untuk terjadinya profit taking sesaat akibat sell on news. Untuk senin awal pekan besok, IHSG diperkirakan akan bergerak di support 5884 dan resisten di 5938. Sementara untuk sepanjang pekan ini, IHSG diprediksikan masih memiliki potensi penguatan lebih lajut tapi kemungkinan terbatas.

Tetap lakukan safe trading mengingat investor asing masih terus membukukan net sell walaupun sudah tidak terlalu besar. Namun demikian, keluarnya dana asing masih menjadi beban bagi laju penguatan IHSG. Selalu hati-hati serta kontrol resiko, terutama jika kondisi market menjadi tidak kondusif dan muncul ketidakpastian atau force majeure sesaat pada pasar. Sementara bagi investor, jika terjadi koreksi bisa dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap, mengingat kondisi makro ekonomi dalam negeri yang masih cukup bagus dan stabil. Jika terjadi koreksi, bisa melakukan buy on weakness secara bertahap pada saham-saham yang masih berkinerja bagus, terutama emiten yang diperkirakan masih memiliki prospek kinerja cemerlang kedepan.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium.  Diperlukan pengalaman, keahlian dan strategi khusus dalam melakukan analisa, baik teknikal maupun fundamental untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk masuk ataupun keluar dari posisi trading ataupun investasi. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, arahan dan ide trading/investasi, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Join layanan messaging satu arah di Channel Telegram Messenger kami untuk mendapatkan update rekomendasi langsung melalui smartphone Anda. Silahkan download Telegram Messenger di Playstore atau Appstore anda. Temukan kami dengan search: @steptrader

atau…

klik link berikut: https://telegram.me/steptrader

One thought on “Diluar Dugaan, BI Kembali Menurunkan Suku Bunga Acuan, IHSG Siap Mencetak Rekor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *