Masih Bergerak Sideways, IHSG Menunggu Rilis Kinerja Emiten Kwartal Ketiga 2017

Bursa Wall Street berakhir menguat pada akhir pekan, dengan Nasdaq mencapai rekor tertinggi didukung oleh laporan laba perusahaan kuartal ketiga dan data ekonomi utama AS. Saham di sektor keuangan menunjukkan kenaikan menyusul keluarnya laporan keuangan dari Bank of America dan Wells Fargo. Sedangkan data penjualan ritel AS pada bulan September melonjak dan Indeks Sentimen Konsumer juga mencapai titik tertinggi sejak Januari 2004. Positifnya data-data tersebut menjadi tanda bahwa ekonomi AS mulai menanjak kembali, sehingga mendorong rencana kenaikan suku bunga Bank Sentral AS.  Dow Jones ditutup naik 30,71 poin (+0,13%) ke level 22.871,72. S&P 500 menguat 2,24 poin (+0,09%) berakhir di level 2.553,17 dan Nasdaq menambahkan 14,29 poin (+0,22%) menjadi 6.605,80. Dalam sepekan, Dow Jones naik +0,43% dan S&P 500 bertambah +0,15%, sehingga kedua indkes tersebut menguat lima pekan berturut-turut. Sedangkan Nasdaq naik +0,24%  dan mencatatkan kenaikan minggu ketiga.

Sementara dari dalam negeri, menutup perdagangan akhir pekan kemaren IHSG turun tipis 2,079 poin (-0,04%) ke level 5.924,125. Investor asing masih mencatatkan net sell dengan melakukan penjualan saham senilai Rp 95 milyar di pasar reguler. Sepanjang pekan lalu, IHSG berhasil menguat +0,32%. Namun investor asing masih terus melepas saham dengan total net sell mencapai Rp 835 miliar dipasar regular dalam sepekan.

Sesuai perkiraan pekan sebelumnya, IHSG masih berfluktuatif dan melanjutkan konsolidasinya dengan bergerak sideways. Adapun sentimen yang pengaruhi pergerakan IHSG pada pekan lalu antara lain, rilis notulensi hasil pertemuan The Federal Reserve yang memperkirakan akan adanya kenaikan suku bunga lagi pada akhir 2017. Disisi lain, dari dalam negeri penerimaan pajak mencapai Rp 770,7 triliun hingga September 2017. Angka ini sekitar 60% dari target dalam APBN-P 2017 sebesar Rp 1.283 triliun. Faktor ini masih jadi tanda tanya bagi investor karena apabila penerimaan pajak tidak tercapai, belanja pemerintah akan dikurangi. Selain itu, pelaku pasar juga tengah menghadapi rilis laporan keuangan emiten kwartal ketiga tahun 2017 baik di Indonesia dan AS.

Untuk pekan ini, beberapa sentimen akan memberikan pengaruh terhadap pergerakan IHSG. Antara lain, pelantikan Gubernur DKI dan rilis data neraca perdagangan pada awal pekan besok. Sedangkan pada tengah pekan, pelaku pasar akan mencermati pertemuan BI yang diperkirakan akan menahan suku bunga acuannya, setelah penurunan pada bulan lalu. Sementara dari luar negeri, pekan ini cukup banyak agenda dan kejadian ekonomi penting yang akan menjadi perhatian dari para pelaku pasar. Antara lain yang perlu diperhatikan adalah:

  • Hari Senin 16 Oktober 2017: Rilis data inflasi China
  • Selasa 17 Oktober 2017 : Pertemuan dan Kebijakan moneter Bank Sentral Australia (RBA), Rilis data inflasi Inggris, Pernyataan Gubernur Bank Sentral Inggris (BOE).
  • Rabu 18 Oktober 2017 : Pernyataan Ketua ECB Mario Draghi, Rilis data pendapatan dan tingkat pengangguran Inggris, Rilis data ijin bangunan dan persediaan minyak AS
  • Kamis 19 Oktober 2017: Rilis data pekerjaan Australia, Rilis data GDP dan data produksi industri China, Rilis data neraca perdagangan Jepang, Rilis data penjualan ritel Inggris, Rilis data klaim pengangguran AS
  • Jum’at 20 Oktober 2017: Pidato Ketua The Fed Janet Yellen

IHSG dalam minggu ini diperkirakan masih cenderung bergerak dalam pola sideways. Technically, kondisi IHSG masih berkonsolidasi, meskipun dalam jangka menengah masih terlihat uptrend. Indikator teknikal bergerak mixed, dimana Stochastic kembali golden cross, sementara MACD berimpit dengan cenderung bergerak mendatar diatas centreline. Dari kondisi ini menunjukan bahwa IHSG masih berada dipersimpangan dan berpeluang melanjutkan konsolidasinya dalam jangka pendek.

Untuk pekan ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di support 5860, sedangkan resistennya di 5967. Jika IHSG mampu menerombol keatas resisten rekor tertingginya di level 5967, maka indeks berpotensi besar menuju level psikologis 6000. Namun apabila indeks bergerak turun menembus kebawah support 5860, maka IHSG berpeluang melemah kekisaran 5800-5830.

Sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. IHSG masih berada dipersimpangan, jelang rilis kinerja keuangan emiten kwartal ketiga 2017. Jika aksi beli dapat kembali terjaga, maka IHSG masih berkesempatan untuk kembali menguat dan mencetak rekor tertinggi baru. Sementara sentimen yang masih menahan peluang laju kenaikan IHSG adalah pelemahan nilai tukar rupiah jelang RDG BI dan aksi jual investor asing. Waspadai potensi pelemahan sesaat akibat aksi ambil untung, yang biasanya terjadi pasca IHSG menyentuh level tertinggi sebelumnya.

Tetap disarankan safe trading dan selalu kontrol resiko, terutama jika kondisi market menjadi tidak kondusif dan muncul ketidakpastian atau force majeure sesaat pada pasar. Sementara bagi investor, jika terjadi koreksi bisa dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap, terutama untuk antisipasi rilis laporan kinerja keuangan kwartal ketiga. Jika terjadi koreksi, bisa melakukan buy on weakness pada saham-saham yang masih berkinerja bagus, khususnya emiten yang diperkirakan masih memiliki prospek kinerja cemerlang kedepan.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium.  Diperlukan pengalaman, keahlian dan strategi khusus dalam melakukan analisa, baik teknikal maupun fundamental untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk masuk ataupun keluar dari posisi trading ataupun investasi. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, arahan dan ide trading/investasi, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Join layanan messaging satu arah di Channel Telegram Messenger kami untuk mendapatkan update rekomendasi langsung melalui smartphone Anda. Silahkan download Telegram Messenger di Playstore atau Appstore anda. Temukan kami dengan search: @steptrader

atau…

klik link berikut: https://telegram.me/steptrader

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *