Setelah IHSG Berhasil Menembus Level 6000, What Next?

Bursa  Wall Street menguat pada penutupan perdagangan akhir pekan kemarin, ditopang oleh saham-saham teknologi setelah keluarnya laporan kinerja kuartalan perusahaan yang di atas perkiraan. Investor memburu saham-saham raksasa teknologi seperti Amazon, Alphabet dan Microsoft pada akhir pekan dan mendorong Nasdaq naik ke lompatan terbesarnya di tahun ini. Sementara itu, PDB AS juga turut menggairahkan pasar. Ekonomi AS tumbuh 3 persen dan di atas harapan pasar. Dow Jones ditutup naik 33,33 poin (+0,14%) ke level 23.434,19, Nasdaq melonjak 144,49 poin (+2,2%) menjadi 6.701,26 dan S&P 500 menambahkan 20,67 poin (+0,81%) ke angka 2.581,07. Sepanjang pekan lalu Bursa AS memperpanjang kenaikannya, dengan indeks Nasdaq dan S&P 500 kembali mencetak rekor pada akhir pekan kemaren. Dalam sepekan, Dow Jones menguat +0,45%, S&P 500 naik +0,23% dan Nasdaq meningkat +1,09%.

Sementara dari dalam negeri, IHSG menutup perdagangan akhir pekan terpangkas 20,566 poin (-0,34%) ke level 5.975,281. Investor asing melepas saham dengan mencatatkan net sell senilai Rp 82 milyar di pasar reguler. Walaupun melemah diakhir pekan, namun sepanjang pekan lalu IHSG berhasil menguat +0,77%, dengan diikuti oleh net buy dari investor asing yang mencapai Rp. 228 miliar di pasar regular.

Laju IHSG menguat selama sepekan. Bahkan IHSG sempat  melewati level psikologis 6.000 untuk pertama kalinya dalam sejarah dan menyentuh level tertinggi di 6.042,449. Penguatan ini didorong oleh sentimen rilis laporan kinerja keuangan emiten big cap kuartal III 2017 yang rata-rata mencatatakan pertumbuhan cukup baik. Disisi lain, DPR menyetujui APBN 2018 dengan adanya penambahan alokasi dana, salah satunya belanja infasturtur naik menjadi Rp 411 triliun. Namun jelang akhir pekan, aksi profit taking dan pelemahan nilai tukar rupiah yang menembus keatas level Rp. 13.600/USD, membuat IHSG tergerus hingga akhirnya terpaksa lengser dari level 6.000.

Penembusan IHSG keatas level 6000 sesuai dengan perkiraan kami pada pekan sebelumnya. Secara teknikal IHSG kembali masuk dalam pola uptrend jangka pendek lagi. Indikator teknikal terlihat mulai bergerak mixed, dimana Stochastic death cross di overbought area, sedangkan MACD masih bergerak naik. Dari kondisi ini menunjukan bahwa IHSG  mulai masuk kembali pada pola uptrend dalam jangka pendek, walaupun saat ini kembali berkonsolidasi pasca mencentak level tertinggnya. Pekan ini IHSG diperkirakan akan bergerak dikisaran support 5915, sedangkan resistennya di level 6056.

Sejumlah sentimen akan pengaruhi pergerakan IHSG pada pekan ini. Mendekati akhir bulan Oktober, makin banyak laporan kinerja  keuangan perusahaan kuartal III 2017 yang bakal dirilis. Disamping itu, melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap dollar AS juga turut menjadi perhatian pelaku pasar. Sementara dari data ekonomi dalam negeri, seperti biasa memasuki awal bulan, pada hari rabu investor akan mencermati rilis data manufaktur dan inflasi bulan Oktober. BI memperkirakan inflasi di bulan Oktober 2017 tetap terkendali dengan perkiraan berkisar antara 0,08%-0,1%.

Sementara dari luar negeri, pekan ini cukup banyak agenda dan kejadian ekonomi penting yang akan menjadi perhatian dari para pelaku pasar. Antara lain yang perlu diperhatikan adalah:

  • Hari Selasa 31 Oktober 2017 : Rilis data manufaktur China, Kebijakan moneter BOJ dan Suku bunga Jepang, Rilis data GDP dan tingkat pengangguran zona eropa, Rilis data keyakinan konsumen AS
  • Hari Rabu 1 November 2017 : Rilis data Caixin Manufaktur China, Rilis data manufaktur Inggris, Rilis data pekerjaan ADP, data manufaktur dan data persediaan minyak AS, Pernyataan The Fed dan Kebijakan suku bunga Fed
  • Hari Kamis 2 November 2017: Rilis data perdagangan Australia, Rilis data konstruksi dan inflasi Inggris, Kebijakan moneter BOE dan suku bunga Inggris, Rilis data klaim pengangguran AS
  • Hari Jum’at 3 November 2017: Rilis data penjualan ritel Australia, Rilis data sektor jasa Inggris, Rilis data neraca perdagangan dan pekerjaan AS

Dari agenda diatas, terlihat bahwa pekan ini mayoritas bank sentral dunia akan merilis tingkat suku bunga dan memberikan pernyataan kebijakan moneter. Diperkirakan market akan bergerak fluktuatif merespon keputusan suku bunga dan kebijakan moneter yang akan diambil oleh bank-bank sentral tersebut. Disisi lain, rilis laporan kinerja para emiten dan pergerakan nilai tukar rupiah masih akan turut mewarnai pergerakan IHSG pada pekan ini. Pelemahan rupiah akan menjadi beban bagi emiten yang banyak menggunakan bahan baku atau komponen impor serta memiliki utang dalam bentuk dollar AS. Sementara perusahaan yang banyak melakukan penjualan ekspor akan meraih keuntungan dari pelemahan rupiah.

Sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. Melihat banyaknya agenda penting dari luar negeri dan laporan kinerja keuangan yang bakal banyak dirilis, serta pergerakan nilai tukar rupiah yang menunjukan pelemahan, maka IHSG diperkirakan akan berfluktuatif pada pekan ini. Namun demikian IHSG diperkirakan masih berpotensi menguat menembus keatas level 6000 lagi. Tetap disarankan untuk safe trading dan selalu kontrol resiko terutama jika kondisi market menjadi tidak kondusif dan muncul ketidakpastian atau force majeure sesaat pada pasar.

Sementara bagi investor, jika terjadi koreksi bisa dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap, terutama bagi perusahaan yang telah merilis laporan kinerja keuangan kwartal ketiga cukup baik. Jika terjadi koreksi, bisa melakukan buy on weakness pada saham-saham yang masih berkinerja bagus, terlebih lagi emiten yang diperkirakan masih memiliki prospek kinerja cemerlang kedepan dan belum merilis laporan keuangannya.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium.  Diperlukan pengalaman, keahlian dan strategi khusus dalam melakukan analisa, baik teknikal maupun fundamental untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk masuk ataupun keluar dari posisi trading ataupun investasi. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, arahan dan ide trading/investasi, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Join layanan messaging satu arah di Channel Telegram Messenger kami untuk mendapatkan update rekomendasi langsung melalui smartphone Anda. Silahkan download Telegram Messenger di Playstore atau Appstore anda. Temukan kami dengan search: @steptrader

atau…

klik link berikut: https://telegram.me/steptrader

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *