Masih Konsolidasi, IHSG Mencoba Bertahan Di Level Psikologis 6000

Bursa Wall Street berakhir melemah di akhir pekan, setelah investor menyoroti kebijakan pajak di AS yang masih terus diperdebatkan di Kongres. Ekspektasi pasar terhadap reformasi pajak telah mengirim saham-saham AS ke rekor tertingginya pada tahun ini. Namun saham-saham tersebut turun kembali di tengah kekhawatiran para investor bahwa reformasi tersebut kemungkinan tidak akan tercapai pada akhir tahun ini. Dow Jones ditutup turun 100,12 poin (-0,43%) ke level 23,358.24, S&P 500 kehilangan 6,79 poin (-0,26%) menjadi 2.578,85 dan Nasdaq melemah 10,50 poin (-0,15%) menjadi 6.782,79. Dalam sepekan, Bursa AS berakhir variatif dengan Dow Jones melemah -0,27% dan S&P 500 tergerus -0,13%, sedangkan Nasdaq berhasil naik +0,47%.

Sementara dari dalam negeri,  pada penutupan perdagangan akhir pekan IHSG naik 13,825 poin (+0,23%) ke level 6.051,732. Investor asing kembali melepas saham dengan membukukan net sell senilai Rp 580 milyar di pasar reguler.  Sepanjang pekan lalu, IHSG mampu menguat +0,5%. Namun penguatan ini tidak diikuti oleh investor asing, yang malah justru melakukan net sell sebesar Rp. 2,07 triliun di pasar reguler dalam sepekan.

Sesuai perkiraan pekan sebelumnya, IHSG berkonsolidasi dengan bertahan di level psikologis 6000 dan bergerak fluktuatif sepanjang pekan. Sempat dilanda aksi profit taking di tiga hari pertama pekan lalu, karena IHSG telah menyentuh level tertinggi pada pekan sebelumnya. Jelang akhir pekan kemaren IHSG berhasil rebound. IHSG bahkan sempat memperbarui rekor intraday tertinggi sepanjang masa menjadi 6.092,352 di akhir pekan. Namun aksi profit taking jelang penutupan perdagangan, membuatnya gagal mencatatkan rekor penutupan terbaru.  Pergerakan IHSG pekan lalu diwarnai oleh penetapan suku bunga BI 7-day reverse repo rate yang dipertahankan pada level 4,25% dan rilis data neraca perdagangan yang kembali mencatatkan surplus.

Untuk pekan ini pergerakan IHSG akan minim sentimen dari dalam negeri. Tidak ada data ekonomi nasional penting yang akan dirilis. Selain itu, hampir sebagian besar emiten juga telah mempublikasikan kinerja keuangan kuartal III 2017. Sentimen penggerak IHSG pekan ini diperkirakan akan berasal dari global, yaitu masih terkait dengan pergerakan harga komoditas dan reformasi pajak di AS. Disamping itu, beberapa agenda dan kejadian ekonomi penting dari luar negeri diperkirakan akan turut mewarnai pergerakan pasar.

Berikut beberpa agenda dan kejadian ekonomi penting yang akan menjadi perhatian dari para pelaku pasar pada pekan ini:

  • Hari Senin 20 November 2017: Rilis data perdagangan Jepang, Pernyataan Ketua ECB Mario Draghi
  • Hari Selasa 21 November 2017 : Kebijakan moneter dan pertemuan Bank Sentral Australia (RBA), Pernyataan Gubernur RBA Philip Lowe, Laporan inflasi Inggris.
  • Hari Rabu 22 November 2017 : Pernyataan Ketua The Fed Janet Yellen, Rilis data pesanan barang tahan lama, klaim pengangguran dan persediaan minyak AS, Pernyataan perkiraan anggaran musim gugur Inggris, Rilis data keyakinan konsumen zona eropa.
  • Hari Kamis 23 November 2017: Meeting The Fed, Rilis data manufaktur zona eropa , Rilis data estimasi kedua GDP kuartal ketiga Inggris.

Pasar saham AS akan libur pada Kamis 23 November 2017 dan juga Jum’at 24 November 2017 setengah hari, memperingati Thanksgiving Day. Sementara IHSG diperkirakan akan melanjutkan konsolidasinya dengan bergerak volatile pada pekan ini. Secara teknikal, IHSG masih bergerak dalam pola up trend. Namun dalam jangka pendek IHSG masih bergerak sideways dikisaran 5970 hingga 6080. Indikator teknikal Stochastic kembali golden cross. Sementara MACD masih bergerak sideways. Dari kondisi ini mengindikasikan bahwa IHSG masih berkonsolidasi dalam jangka pendek.

Posisi candle penutupan IHSG pada akhir pekan lalu kurang kondusif. Pola long legged doji dengan ekor panjang yang terbentuk di posisi atas membuatnya  rawan terjadi pembalikan arah. IHSG rawan terkoreksi apabila gagal melanjutkan penguatannya keatas 6.092, dan berpotensi  menguji kembali level psikologis 6000.

Sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. IHSG diperkirakan akan bergerak fluktuatif dan masih sideways atau konsolidasi cenderung turun dalam jangka pendek. Disarankan untuk tetap safe trading, karena mengingat aksi jual investor asing yang kembali meningkat. Selalu kontrol resiko, terutama jika kondisi market tiba-tiba menjadi tidak kondusif dan muncul ketidakpastian atau force majeure sesaat pada pasar. Sementara bagi investor, jika terjadi koreksi bisa dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap, terutama bagi perusahaan yang telah merilis laporan kinerja keuangan kwartal ketiga cukup baik. Jika terjadi koreksi, bisa melakukan buy on weakness pada saham-saham yang masih berkinerja bagus.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium.  Diperlukan pengalaman, keahlian dan strategi khusus dalam melakukan analisa, baik teknikal maupun fundamental untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk masuk ataupun keluar dari posisi trading ataupun investasi. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, arahan dan ide trading/investasi, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Join layanan messaging satu arah di Channel Telegram Messenger kami untuk mendapatkan update rekomendasi langsung melalui smartphone Anda. Silahkan download Telegram Messenger di Playstore atau Appstore anda. Temukan kami dengan search: @steptrader

atau…

klik link berikut: https://telegram.me/steptrader

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *