IHSG Masih Lanjutkan Konsolidasi Di Area Level Tertingginya

Bursa Wall Street ditutup naik, setelah libur Thanksgiving. Dimulainya musim belanja black friday atau sehari setelah libur thanksgiving, menjadi katalis positif untuk sejumlah saham. Saham ritel seperti Amazon dan saham teknologi menguat menyambut musim belanja dan liburan, sehingga mendorong indeks saham S&P 500 dan Nasdaq mencetak rekor tertinggi baru. Indeks S&P 500 bahkan untuk pertama kalinya berada di atas level 2.600, setelah menguat 5,34 poin (+0,21%) menjadi 2.602,42. Sementara Dow Jones naik 31,81 poin (+0,14%) ke posisi 23.557,99 dan Nasdaq bertambah 21,80 poin (+0,32%) menjadi 6.889,16.  Dalam sepekan Bursa AS berakhir menguat, dengan Dow Jones naik +0,86% dan S&P 500 meningkat +0,91%, dan Nasdaq melonjak +1,57%.

Dari dalam negeri, IHSG ditutup naik tipis 3,897 poin (+0,06%) ke level 6.067,142 pada akhir pekan. Investor asing melepas saham dengan melakukan net sell senilai Rp 179 milyar di pasar reguler.  Selama sepekan,  laju IHSG berhasil menguat +0,26% didorong oleh aksi beli investor asing, yang mencatatkan net buy sebesar Rp. 107 miliar di pasar reguler.

Pergerakan pasar saham selama sepekan lalu di pengaruhi oleh sejumlah faktor, antara lain dari risalah hasil pertemuan The Fed yang masih mempertimbangkan kenaikan suku bunga AS pada Desember 2017. The Fed mengemukakan bahwa meski inflasi rendah, tapi pasar tenaga kerja AS terus menguat dan aktivitas ekonomi masih meningkat tajam meski terjadi badai beberapa waktu lalu. Sementara dari dalam negeri, Kementerian Keuangan mengumumkan revisi UU Amnesti Pajak. Menkeu Sri Mulyani  menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan pembebasan denda pajak bagi peserta pengampunan pajak dan Wajib Pajak yang belum ikut.

Untuk pekan ini, IHSG akan digerakkan oleh sentimen global lantaran belum ada data domestik penting yang akan dirilis. Agenda dan peristiwa ekonomi global yang bakal mewarnai pergerakan pasar pekan ini adalah:

  • Hari Senin 27 November 2017: Rilis data penjualan rumah baru AS
  • Selasa 28 November 2017 : Hasil stress tes Bank Inggris, Rilis data keyakinan konsumen AS
  • Rabu 29 November 2017 : Meeting OPEC, Rilis data keyakinan bisnis dan konsumen zona eropa, Rilis data GDP dan persediaan minyak AS, Pernyataan Ketua Fed Yellen
  • Kamis 30 November 2017: Rilis data manufaktur China, Rilis data keyakinan konsumen Inggris, Rilis data tingkat pengangguran zona eropa, Rilis data modal swasta Australia, Rilis data klaim pengangguran AS
  • Jum’at 1 Desember 2017 : Rilis data Caixin manufactur China, Rilis data inflasi dan tingkat pengangguran Jepang, Rilis data manufaktur Inggris, Rilis data manufaktur AS

Sesuai perkiraan, IHSG pada pekan lalu masih bergerak dalam pola konsolidasi dengan bertahan di atas level psikologis 6.000.  Secara teknikal IHSG masih terlihat berkonsolidasi dalam jangka pendek, dengan bergerak dikisaran 5970 hingga 6090. Indikator teknikal Stochastic masih bergerak naik, sedangkan MACD berimpit dan bergerak mendatar diatas centreline. Dari kondisi tersebut mengindikasikan bahwa IHSG masih berkonsolidasi dan bergerak sideways dalam jangka pendek, namun masih ada potensi penguatan terutama jika mampu menembus keatas resistance 6098. Support terdekat IHSG di 6000 dengan support selanjutnya di 5969. Sedangkan apabila mampu melewati resistance 6098, maka IHSG akan melanjutkan fase tren naik dengan target kenaikan selanjutnya di 6175 dan minor target di 6125.

Sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. IHSG diperkirakan masih akan berkonsolidasi dan bergerak fluktuatif cenderung naik dalam jangka pendek. Walaupun demikian tetap disarankan untuk safe trading dan selalu kontrol resiko, terutama jika kondisi market tiba-tiba menjadi tidak kondusif serta muncul ketidakpastian atau force majeure sesaat pada pasar. Sementara bagi investor, jika terjadi koreksi bisa dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap, terutama bagi perusahaan yang masih memiliki kinerja cukup baik. Jika terjadi koreksi, bisa melakukan buy on weakness pada saham-saham yang masih berkinerja bagus.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium.  Diperlukan pengalaman, keahlian dan strategi khusus dalam melakukan analisa, baik teknikal maupun fundamental untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk masuk ataupun keluar dari posisi trading ataupun investasi. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, arahan dan ide trading/investasi, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Join layanan messaging satu arah di Channel Telegram Messenger kami untuk mendapatkan update rekomendasi langsung melalui smartphone Anda. Silahkan download Telegram Messenger di Playstore atau Appstore anda. Temukan kami dengan search: @steptrader

atau…

klik link berikut: https://telegram.me/steptrader

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *