IHSG: Keep Calm And Welcome December 2017

Bursa Wall Street ditutup melemah, setelah ABC News melaporkan bahwa mantan Penasihat Keamanan Nasional Michael Flynn mengajukan permohonan bersalah karena telah berbohong kepada penyelidik FBI. Flynn siap bersaksi bahwa sebelum menjabat sebagai presiden, Donald Trump telah melakukan kontak dengan beberapa orang Rusia. Penyelidikan terhadap dugaan keterlibatan Rusia dalam pemilihan Presiden AS tahun lalu, telah menekan Bursa saham AS di awal perdagangan. Namun tekanan di Wall Street mampu diredam sedikit, setelah adanya kemajuan pembicaraan Undang-Undang Pajak di Kongres AS. Dow Jones akhirnya di tutup turun 40,76 poin (-0,17%) menjadi 24.231,59,  S&P 500 kehilangan 5,36 poin (-0,20%) menjadi 2.642,22 dan Nasdaq melemah 26,39 poin (-0,38%) menjadi 6.847,59. Sepanjang pekan lalu Bursa AS berakhir mixed, dengan Dow Jones naik +2,86% dan S&P 500 meningkat +1,53%, sedangkan Nasdaq melemah -0,6%.

Sementara dari dalam negeri, IHSG turun tajam jelang libur long weekend. IHSG ditutup anjlok 109,22 poin (-1,8%) ke posisi 5.952,138 pada penutupan perdagangan kamis lalu. IHSG tertekan setelah investor asing melepas saham-saham unggulan berkapitalisasi besar di akhir penutupan perdagangan. Total net sell asing mencapai nilai Rp 1,334 triliun di pasar reguler.  Dalam sepekan,  IHSG melemah cukup signifikan dengan mengalami penurunan -1,83%, dan diikuti oleh aksi jual asing sebesar Rp. 2,99 triliun di pasar reguler. Sepanjang bulan November, IHSG melemah -0,88% dan mengakhiri penguatan selama 9 bulan berturut-turut.

Penyebab penurunan tajam IHSG pada akhir pekan lalu terkait rebalancing MSCI Index. MSCI mengubah susunan portofolio dan mengurangi bobot saham Indonesia, sehingga membuat investor asing melakukan penjualan bersih yang cukup besar. Sementara sentimen dari eksternal yang mempengaruhi gerak pasar pada pekan lalu adalah pertumbuhan ekonomi AS tumbuh 3,3 persen pada kuartal III 2017 dan melampaui harapan, sehingga memberikan sinyal kuat untuk kenaikan suku bunga AS pada bulan Desember ini.  Sinyal ini juga didukung oleh pernyataan Yellen yang mengatakan kalau The Fed siap meningkatkan suku bunga AS untuk ketiga kalinya tahun ini pada Desember. Sementara semenanjung Korea kembali menghangat, setelah Korut meluncurkan sebuah rudal balistik antarbenua jenis baru, Hwasong-15, yang diklaim mampu menjangkau seluruh wilayah AS.

Pekan ini pergerakan IHSG akan dipengaruhi rilis data domestik, seperti tingkat inflasi dan data manufaktur pada hari Senin, indeks keyakinan konsumen pada hari kamis dan cadangan devisa pada hari jum’at. Sementara dari luar negeri, cukup banyak agenda dan kejadian ekonomi penting yang akan menjadi perhatian dari para pelaku pasar, diantaranya adalah:

  • Hari Senin 4 Desember 2017 : Rilis data indeks keyakinan konsumen Jepang, Rilis data konstruksi Inggris, Pertemuan grup zona Eropa dan pernyataan Mario Draghi
  • Selasa 5 Desember 2017 : Rilis data ritel Australia, Keputusan suku bunga dan Pernyataan RBA,  Rilis data sektor jasa Inggris, Rilis data neraca perdagangan dan sektor jasa AS
  • Rabu 6 Desember 2017 : Rilis data GDP Australia, Rilis data pekerjaan ADP dan persediaan minyak AS
  • Kamis 7 Desember 2017: Rilis data neraca perdagangan Australia, Rilis data GDP Zona eropa, Pernyataan Ketua ECB Mario Draghi, Rilis data klaim pengangguran AS
  • Jum’at 8 Desember 2017 : Rilis data export-import dan perdagangan China, Rilis data GDP Jepang, Rilis data manufaktur dan neraca perdagangan Inggris, Rilis data pekerjaan dan tingkat pengangguran AS

Anjloknya IHSG di bawah level 6000 dan telah break down level support 5972, membuat trend konsolidasi jangka pendek IHSG telah berubah menjadi trend turun. Secara teknikal, IHSG berpeluang melanjutkan pelemahan dalam jangka pendek apabila gagal kembali menguat diatas 6000. Indikator teknikal Stochastic dan MACD telah death cross dan bergerak turun, mengindikasikan bahwa IHSG dalam fase trend negatif (melemah) jangka pendek. Untuk pekan ini IHSG diperkirakan akan bergerak dikisaran support 5900-5915, sedangkan untuk resistennya diperkirakan akan berada dikisaran 6015-6035.

Walaupun dalam jangka pendek trend IHSG sudah mulai turun, namun dalam jangka menegah IHSG masih bergerak naik di dalam uptrend channel line (garis paralel warna hitam pada gambar chart diatas). Selama bergerak di dalam uptrend channelnya, IHSG masih berpeluang menguat lagi. Namun sebaliknya lebih hati-hati dalam trading selanjutnya, terutama apabila IHSG turun di bawah 5900. Penembusan kebawah support 5900, akan mematahkan uptrend channel IHSG, sehingga bepeluang untuk melemah lebih lanjut.

Setelah turun tajam di akhir pekan lalu, IHSG ada kemungkinan untuk mengalami teknikal rebound pada awal pekan besok. Memasuki bulan Desember yang merupakan bulan terakhir di tahun 2017, IHSG berpotensi untuk kembali menguat. Hal ini mengacu pada statistik IHSG dalam 10 tahun terakhir. Sejak tahun 2008, IHSG selalu ditutup di teritori positif pada bulan Desember. Kondisi ini didorong oleh aksi window dressing, karena kemungkinan beberapa manajer investasi akan mulai berlomba-lomba menunjukkan performa yang baik sampai dengan penghujung tahun. Berikut Statistik kinerja bulanan IHSG dalam 10 tahun terakhir, sejak 2008 hingga 2017:

Sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. Dipekan pertama bulan penghujung tahun ini, IHSG diperkirakan akan bergerak fluktuatif dalam pola sideways jangka pendek. Tetap disarankan untuk safe trading dan selalu kontrol resiko, terutama jika kondisi market tiba-tiba menjadi tidak kondusif serta muncul ketidakpastian atau force majeure sesaat pada pasar. Sementara bagi investor, jika terjadi koreksi bisa dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap, terutama bagi perusahaan yang masih memiliki kinerja cukup baik. Jika terjadi koreksi, bisa melakukan buy on weakness pada saham-saham yang masih berkinerja bagus.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium.  Diperlukan pengalaman, keahlian dan strategi khusus dalam melakukan analisa, baik teknikal maupun fundamental untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk masuk ataupun keluar dari posisi trading ataupun investasi. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, arahan dan ide trading/investasi, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Join layanan messaging satu arah di Channel Telegram Messenger kami untuk mendapatkan update rekomendasi langsung melalui smartphone Anda. Silahkan download Telegram Messenger di Playstore atau Appstore anda. Temukan kami dengan search: @steptrader

atau…

klik link berikut: https://telegram.me/steptrader

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *