Kembali Keatas Level 6.000, IHSG Melanjutkan Konsolidasinya

Bursa Wall Street menguat pada akhir pekan didorong oleh data tenaga kerja yang baik.  Departemen tenaga kerja AS mencatatkan penambahan non farm payroll sebesar 228 ribu pada November 2017, lebih tinggi dari perkiraan 198 ribu. Sementara rata-rata pendapatan per jam naik 0,2% pada November usai turun 0,1% pada bulan sebelumnya, dan tingkat pengangguran tetap di level 4,1%. Rilis data tenaga kerja yang baik ini menjadi pertimbangan The Fed untuk menaikkan suku bunga pada pertemuan pekan ini tanggal 12-13 Desember 2017. Peluang kenaikan suku bunga sebesar 25 bps saat ini telah mencapai 96,2%. Di sisi lain,  Presiden AS Donald Trump akan menandatangani anggaran pemerintah dalam dua minggu ke depan, untuk menghindari penghentian operasional pemerintahan.  Dow Jones naik 117,68 poin (+0,49%) ke posisi 24.329,16, S&P 500 meningkat 14,52 poin (+0,55%) ke level 2.651,5 dan Nasdaq bertambah 27,24 poin (+0,4%) menjadi 6.840,08. Selama sepekan, indeks saham AS bergerak bervariasi, dengan Dow Jones naik +0,4%, S&P 500 mendaki +0,35%, sedangkan Nasdq tergelincir -0,11%.

Dari dalam negeri, IHSG  ditutup menguat 24,123 poin (+0,40%) ke level 6.030,958 pada akhir pekan. Investor asing membukukan net buy tipis senilai Rp 23 milyar di pasar reguler. Sepanjang pekan pertama perdagangan di bulan Desember 2017 ini, IHSG berhasil meningkat +1,32%, meskipun investor asing masih melepas saham dengan mencatatkan net sell sebesar Rp. 1,18 Triliun di pasar reguler dalam sepekan.

Sesuai perkiraan pekan sebelumnya, IHSG berhasil rebound dan menguat +1,32% pada pekan kemaren didorong oleh penguatan saham unggulan. Saham-saham unggulan berhasil rebound dan menguat usai mengalami aksi jual pada pekan sebelumnya, karena perubahan posisi portofolio (re-balancing) Indonesia di MSCI Global Index. Sementara dari ekternal, RUU Reformasi Pajak AS telah mengalami kemajuan setelah disahkan oleh Senat AS. Kondisi ini mendukung penguatan nilai tukar dollar AS dan memberikan indikasi pertumbuhan ekonomi AS kedepan lebih meyakinkan.

Untuk pekan ini, pergerakan IHSG akan dipengaruhi oleh beberapa sentimen, terutama dari luar negeri yang diperkirakan akan lebih dominan. Pengakuan Presiden AS Donald Trump, bahwa Yerussalem sebagai ibukota Israel akan memanaskan tensi di wilayah tersebut dan menjadi kecemasan besar negara-negara di Timur Tengah. Selain sentimen tersebut, pelaku pasar akan mencermati banyaknya agenda dan kejadian ekonomi penting, diantaranya adalah:

  • Hari Selasa 12 Desember 2017 : Rilis data inflasi Inggris, Rilis data harga produsen AS, Pernyataan Presiden ECB Mario Draghi
  • Rabu 13 Desember 2017 : Pernyataan Gubernur RBA Philip Lowe, Rilis indeks pendapatan rata-rata dan tingkat pengangguran Inggris, Rilis data inflasi dan persediaan minyak AS, Pernyataan dan proyeksi ekonomi serta kebijakan suku bunga The Fed
  • Kamis 14 Desember 2017: Rilis data pekerjaan dan tingkat pengangguran Australia, Rilis data produksi industri China, Rilis data penjualan ritel Inggris, Kebijakan moneter dan suku bunga BOE, Keputusan suku bunga dan konferensi pers ECB, Rilis data penjualan ritel dan klaim pengangguran AS

Sementara dari dalam negeri, pada hari senin akan dirilis data penjualan ritel dan cadangan devisa hingga akhir November 2017. Di sisi lain, disamping Bank sentral AS, Inggris dan Eropa yang mengadakan pertemuan pada pekan ini, Bank Indonesia juga akan menentukan kebijakan suku bunganya pada hari kamis. Diperkirakan BI rate akan tetap dan tidak berubah. Kemudian pada hari jum’at akan dirilis data export-import dan neraca perdagangan Indonesia.

Secara teknikal, kembalinya IHSG ke atas level 6.000 telah membuat indeks kembali dalam trend konsolidasi jangka pendek. Sementara dalam jangka menengah-panjang, trend IHSG masih bergerak naik di dalam uptrend channelnya. Dari indikator teknikal, IHSG terlihat bergerak mixed, dimana Stochastic cenderung bergerak naik sedangkan MACD cenderung masih turun. Dari kondisi ini menunjukan bahwa IHSG masih berkonsolidasi dalam jangka pendek dengan kecenderungan bergerak sideways.

IHSG diperkirakan masih akan mencoba bertahan di level 6000. Apabila gagal bertahan maka support terdekat IHSG berada di 5970. Sedangkan untuk resisten terdekat berada dikisaran 6045. Apabila dapat ditembus dan dilewati, maka IHSG berpeluang untuk menguji area tertingginya lagi di level 6098.

Untuk pekan ini sebaiknya berhati-hati seiring ketidakpastian global terkait potensi memanasnya kembali wilayah Timur Tengah, setelah pengakuan Trump tentang Yerussalem sebagai ibukota Israel. Selain itu perhatian lebih juga akan diberikan oleh pelaku pasar pada penetapan suku bunga The Fed yang diperkirakan akan naik lagi sebesar 25 bps. Investor juga akan mencari petunjuk dari pidato Janet Yellen di akhir masa jabatannya dan statement-nya terkait kondisi ekonomi AS, serta kemungkinan naiknya kembali suku bunga AS di tahun 2018.

Sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. Tetap safe trading dan selalu kontrol resiko, terutama jika kondisi market tiba-tiba menjadi tidak kondusif serta muncul ketidakpastian atau force majeure sesaat pada pasar. Sementara bagi investor, jika terjadi koreksi bisa dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap, terutama pada perusahaan yang masih memiliki kinerja cukup baik. Jika terjadi koreksi, bisa melakukan buy on weakness pada saham-saham yang masih berkinerja bagus.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium.  Diperlukan pengalaman, keahlian dan strategi khusus dalam melakukan analisa, baik teknikal maupun fundamental untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk masuk ataupun keluar dari posisi trading ataupun investasi. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, arahan dan ide trading/investasi, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Join layanan messaging satu arah di Channel Telegram Messenger kami untuk mendapatkan update rekomendasi langsung melalui smartphone Anda. Silahkan download Telegram Messenger di Playstore atau Appstore anda. Temukan kami dengan search: @steptrader

atau…

klik link berikut: https://telegram.me/steptrader

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *