Awal Tahun 2018 IHSG Bergerak Variatif dan Cenderung Flat, What Next?

Bursa wall street melanjutkan penguatannya pada akhir pekan, di tengah rilis data tenaga kerja AS bulan Desember melemah dari yang diharapkan. Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan kalau data tenaga kerja non sektor pertanian naik 148 ribu pada Desember, dibawah perkirakan 190 ribu. Rilis data tenaga kerja yang melemah mendorong The Fed tetap pada kebijakan menaikkan suku bunga untuk 2018 sesuai harapan. Dow Jones naik 220,74 poin (+0,88%) berakhir di posisi 25.295,87, S&P 500 bertambah 19,16 poin (+0,7%) ke level 2.743,15 dan Nasdaq menguat 58,64 poin (+0,83%) menjadi 7.136,56.  Bursa saham AS catatkan performa kinerja kenaikan mingguan awal tahun terbaik sejak 2006. Sepekan, Dow Jones, S&P 500 dan Nasdaq masing-masing membukukan penguatan sebesar +2,33%, +2,6% dan +3,38%.

Sementara dari dalam negeri,  IHSG mengakhiri perdagangan akhir pekan dengan menguat 61,41 poin (+0,98%) ke posisi 6.353,73.  Investor asing mencatatkan pembelian bersih senilai Rp 363 miliar di pasar reguler.  Selama sepekan, IHSG bergerak mixed dan cenderung berakhir flat dengan hanya mengalami penurunan tipis sebesar -0,03%. Sepanjang pekan pertama awal tahun ini, investor asing membukukan net buy sebesar Rp. 1,49 triliun di pasar reguler.

Meski sempat turun di dua hari awal perdagangan tahun 2018 ini, IHSG mampu berbalik arah dan bergerak menguat jelang akhir pekan. Penguatan IHSG lebih didorong oleh sentimen ekternal, seiring pergerakan bursa saham dunia yang masih cenderung positif di awal tahun. Disisi lain, penguatan nilai tukar rupiah yang terjadi karena melemahnya indeks dollar AS, serta menguatnya harga komoditas dunia turut menjadi katalis positif bagi pembalikan arah IHSG di akhir pekan.

Pekan ini diperkirakan pergerakan IHSG masih kurang lebih sama dengan pekan lalu. IHSG masih akan digerakkan oleh sentimen global. Ditengah minimnya data dari dalam negeri , maka pergerakan harga komoditas dan bursa saham dunia masih akan mempengaruhi laju pergerakan IHSG. Pelaku pasar hanya menunggu data neraca perdagangan pada Jum’at depan, yang diperkirakan akan kembali mencatatkan surplus seiring membaiknya harga komoditas dunia. Jika data neraca perdagangan nantinya bagus, maka akan menjadi katalis positif bagi IHSG di akhir pekan nanti.

Sementara dari luar negeri, agenda dan kejadian ekonomi penting yang akan menjadi perhatian dari para pelaku pasar, diantaranya adalah:

  • Hari Selasa 9 Januari 2018: Rilis data keyakinan konsumen Jepang, Rilis tingkat pengangguran zona eropa.
  • Rabu 10 Januari 2018 : Rilis data inflasi China, Rilis data keyakinan bisnis Australia, Rilis data manufaktur dan neraca perdagangan Inggris, Rilis data persediaan minyak AS
  • Kamis 11 Januari 2018: Rilis data penjualan ritel Australia, Pertemuan kebijakan moneter ECB, Rilis data indeks harga produsen AS
  • Jum’at 12 Januari 2018 : Rilis data exim dan perdagangan China, Rilis data inflasi dan penjualan ritel AS

Di awal perdagangan tahun ini, IHSG sempat mencetak rekor tertinggi di 6.445 sebelum kemudaian anjlok ke level 6.220. Tingginya kenaikan yang telah dialami IHSG sejak akhir tahun lalu, membuat laju penguatannya menjadi cenderung terbatas. Technically, IHSG masih dalam kondisi uptrend. Indikator teknikal MACD yang masih bergerak naik diatas centreline, mengindikasikan bahwa IHSG masih bergerak di fase uptrend dalam jangka pendek.

Walaupun masih berpeluang melanjutkan penguatannya, namun kenaikan yang cukup tinggi sejak akhir tahun lalu, membuat IHSG berpotensi bergerak dalam pola konsolidasi. Diperkirakan pergerakan IHSG masih akan berkisar di angka 6.220-6.445 pada pekan ini.

Sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. Walaupun kondisi IHSG masih uptrend, tapi tidak ada salahnya lebih berhati-hati. Tetap safe trading dan selalu kontrol resiko, terutama jika kondisi market tiba-tiba menjadi tidak kondusif serta muncul ketidakpastian atau force majeure sesaat pada pasar. Sementara bagi investor, jika terjadi koreksi bisa dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap, mengingat kondisi makro ekonomi dalam negeri masih cukup positif.  Jika terjadi koreksi, bisa melakukan buy on weakness pada saham-saham yang masih berkinerja bagus dan memiliki prospek yang cerah.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium.  Diperlukan pengalaman, keahlian dan strategi khusus dalam melakukan analisa, baik teknikal maupun fundamental untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk masuk ataupun keluar dari posisi trading ataupun investasi. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, arahan dan ide trading/investasi, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Ingin bergabung menjadi member premium kami dapat melihatnya infonya disini: http://step-trader.com/member-area/

Join our FREE Channel telegram at: https://telegram.me/steptrader

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *